Barcelona Pilih Gabriel Jesus Setelah Gagal Dapatkan Julian Alvarez, Ini Alasannya

AKURAT BANTEN - Barcelona sebelumnya menjadikan Julian Alvarez dari Atletico Madrid sebagai target utama di lini depan.
Namun, proses negosiasi yang sulit membuat klub asal Catalan tersebut harus mencari alternatif lain.
Gabriel Jesus kemudian muncul sebagai kandidat yang dinilai cocok dan mendapat apresiasi tinggi dari pelatih Barcelona, Hansi Flick.
Masalah cedera masih menjadi salah satu kendala terbesar dalam perjalanan Gabriel Jesus.
Baca Juga: Marc Marquez Menang MotoGP Aragon 2026, Jarak dengan Jorge Martin Kini Cuma 19 Poin
Rentetan cedera membuat penyerang asal Brasil tersebut kesulitan menunjukkan performa terbaiknya selama memperkuat Arsenal di Liga Premier.
Pada musim debutnya, gangguan pada lutut membuat Jesus hanya tampil dalam 33 pertandingan dengan total 2.346 menit bermain.
Meski begitu, Mikel Arteta tetap memberikan kepercayaan kepadanya dengan menurunkannya sebagai starter dalam 27 laga.
Jesus mencatatkan 11 gol dan 7 assist pada musim tersebut.
Baca Juga: Novak Djokovic Tersingkir dari US Open 2026, Mariano Navone Ciptakan Kejutan Besar
Situasi menjadi semakin sulit pada musim berikutnya. Cedera lutut serta persoalan otot yang berulang kembali mengganggu konsistensinya. Jumlah penampilan sebagai starter pun berkurang menjadi 21 pertandingan, sementara kontribusinya hanya menghasilkan 8 gol dan 8 assist.
Cedera terparah dialami Jesus ketika performanya sedang berada di level terbaik pada Januari 2025. Setelah berhasil mencetak gol dalam enam pertandingan secara beruntun, ia mengalami cedera anterior cruciate ligament (ACL) pada lutut kiri ketika berusaha menghadang tembakan Bruno Fernandes dalam duel Arsenal melawan Manchester United. Cedera tersebut membuat Jesus harus menepi dalam waktu panjang dan kembali mengingatkan pada pengalaman buruknya ketika masih membela Manchester City pada 2018 serta tim nasional Brasil di Piala Dunia 2022.
Selama memperkuat Arsenal, Gabriel Jesus tercatat melewatkan 80 pertandingan akibat berbagai cedera. Ia juga menghabiskan 527 hari tanpa merumput. Walaupun sempat kembali dan mencetak gol ketika menghadapi Crystal Palace dalam laga penting perebutan gelar liga Arsenal, status Jesus sebagai pemain bintang yang sebelumnya begitu diharapkan mulai meredup.
Performa terbaik Gabriel Jesus justru terlihat ketika masih bermain untuk Manchester City di bawah arahan Pep Guardiola. Pada musim 2018/19, ia mampu mencetak 21 gol, kemudian menorehkan 23 gol pada musim 2019/20 serta menyumbangkan 11 assist. Kendati harus bersaing dengan Sergio Aguero untuk mendapatkan tempat utama dan beberapa kali dimainkan di posisi sayap, Jesus tetap mampu memperlihatkan kualitasnya sebagai pemain yang dapat mengubah jalannya pertandingan.
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Geger! Survei SMRC Ungkap Skor Kepemimpinan Tokoh Nasional, Mahfud MD di Puncak, Gibran Terbawah
- 2Mahfud MD Soroti OTT KPK di BNPB, Dana Bencana Diduga Bermasalah saat Warga Butuh Bantuan
- 3Tiga Hari Lagi! Wajib Halal Berlaku 18 Oktober 2026, Ini Daftar Produk yang Harus Punya Sertifikat
- 4Bikin Bangga! Persib Menang atas The Cong-Viettel, Liga Indonesia Kini Tembus 16 Besar Asia
- 5Singgung Asap dan Oksigen, Syahganda Dikritik Pejabat Malaysia! Indonesia Didesak Minta Maaf
- 6Juventus Tak Terima Kalah dari Cristiano Ronaldo! Kasus Gaji Rp190 Miliar Kini Dibawa ke Pengadilan Tertinggi Italia
- 7Lille Dihajar Arsenal 0-3, tapi Calvin Verdonk Ukir Rekor Bersejarah untuk Indonesia di Liga Champions!
- 8Tangsel Rapi, DPUPR Banten Mulai Bersihkan Kabel Internet Semrawut di Jalan Aria Putra
- 9Mbappe Ukir Sejarah saat Real Madrid Comeback 4-3! Rekor Messi Resmi Terlewati, Golnya Tambah Catatan Gila
- 10Real Madrid Menang Dramatis di Markas Roma, Mourinho Malah Tak Mau Selebrasi: Alasannya Bikin Haru!








