Banten

Baru Diresmikan, Jembatan Gantung Pongpet Pangandaran Ambruk, Puluhan Orang Terjatuh

Viona Sebastian Nolani | 1 September 2026, 11:01 WIB
Baru Diresmikan, Jembatan Gantung Pongpet Pangandaran Ambruk, Puluhan Orang Terjatuh
Sekitar 50 orang terjatuh saat jembatan di Margacinta, Cijulang, Pangandaran ambruk dan diduga akibat kelebihan muatan. - (Threads/@infobogoronline)

AKURAT BANTEN - Jembatan Gantung Pongpet di Desa Margacinta, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran, ambruk pada Minggu, 30 Agustus 2026.

Peristiwa tersebut terjadi saat Bupati Pangandaran Citra Pitriyami bersama jajaran Forkopimda dan masyarakat tengah melintasi jembatan yang baru saja diresmikan.

Insiden terjadi sekitar pukul 16.10 WIB.

Saat itu, jembatan yang membentang di atas sungai dengan ketinggian sekitar 30-40 meter tiba-tiba bergoyang sebelum konstruksinya mengalami kerusakan.

Tali sling di sisi kiri jembatan terlepas sehingga badan jembatan menjadi miring.

Baca Juga: Gedung Hogwan Bumiayu Roboh Saat Anak-anak Tertidur, 3 Orang Meninggal

Kondisi tersebut kemudian membuat bagian lantai yang terbuat dari papan kayu ambrol.

Sekitar 50 orang yang berada di atas jembatan ikut terjatuh ketika struktur bangunan tersebut runtuh.

Meski demikian, Bupati Pangandaran Citra Pitriyami bersama seluruh rombongan dilaporkan selamat dari kejadian tersebut.

Sejumlah orang mengalami luka ringan setelah terjatuh dan terkena material kayu.

Tim medis bersama aparat gabungan langsung melakukan evakuasi terhadap korban sekaligus mengamankan lokasi untuk mencegah warga mendekati area jembatan.

Baca Juga: Manchester United Menang 5-2 atas Ipswich, Michael Carrick Akhirnya Bisa Bernapas Lega

Jembatan dengan panjang sekitar 60 meter itu menggunakan konstruksi tali baja dan lantai papan kayu.

Selama ini, jembatan tersebut menjadi akses penting bagi aktivitas masyarakat sekitar.

Jembatan Gantung Pongpet menghubungkan Desa Margacinta dan Desa Cibanten di Kecamatan Cijulang dengan Desa Cimindi di Kecamatan Cigugur.

Selain itu, jembatan tersebut juga menjadi jalur utama menuju Kampung Budaya Desa Margacinta.

Kapolsek Cijulang, Iptu Dimas Aditama, dalam keterangan resminya pada Senin, 31 Agustus 2026, memastikan tidak ada korban jiwa dalam insiden ambruknya Jembatan Gantung Pongpet.

Baca Juga: Barcelona Pilih Gabriel Jesus Setelah Gagal Dapatkan Julian Alvarez, Ini Alasannya

"Alhamdulillah, tidak ada korban jiwa dan situasi tetap aman serta kondusif," ujarnya.

Menurut Dimas, aparat gabungan langsung diterjunkan untuk mengamankan lokasi setelah kejadian.

Akses menuju jembatan juga ditutup sementara demi keselamatan masyarakat.

Mengenai penyebab jembatan ambruk, polisi menduga insiden tersebut berkaitan dengan kelebihan beban.

Saat kejadian, diperkirakan lebih dari 50 orang berada di atas jembatan secara bersamaan.

Baca Juga: Marc Marquez Menang MotoGP Aragon 2026, Jarak dengan Jorge Martin Kini Cuma 19 Poin

Padahal, jembatan tersebut diketahui memiliki kapasitas maksimal sekitar 2 ton.

Kendati demikian, polisi belum menetapkan penyebab pasti karena pemeriksaan terhadap kondisi konstruksi masih berlangsung.

"Penyebab jembatan mengalami kerusakan masih dalam pemeriksaan. Dugaan kelebihan beban akibat banyak orang melintas secara bersamaan,” jelasnya.

Pemeriksaan nantinya juga akan mencakup kelayakan struktur, kualitas material yang digunakan, hingga metode pembangunan jembatan.

Evaluasi tersebut diperlukan untuk mengetahui faktor yang menyebabkan konstruksi jembatan yang baru diresmikan itu tidak mampu menahan beban.

Baca Juga: Novak Djokovic Tersingkir dari US Open 2026, Mariano Navone Ciptakan Kejutan Besar

Jembatan yang semula diharapkan menjadi simbol kemudahan akses dan kemajuan bagi warga Desa Margacinta kini justru menimbulkan sorotan.

Peristiwa tersebut memunculkan pertanyaan mengenai standar keselamatan, kapasitas jembatan, serta pengawasan pembangunan infrastruktur di daerah.

Kapolsek Cijulang juga mengimbau masyarakat untuk tidak menggunakan ataupun mendekati jembatan untuk sementara waktu.

Pemeriksaan dan evaluasi menyeluruh dinilai penting agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.

Ambruknya Jembatan Gantung Pongpet di Desa Margacinta turut menjadi perhatian publik setelah video amatir mengenai kejadian tersebut beredar luas di media sosial.

Baca Juga: Real Madrid Hancurkan Malaga 4-0, Mourinho Cetak Rekor Start Terbaik di La Liga

Sejumlah warganet menyoroti informasi mengenai kapasitas jembatan yang tercantum pada papan pemberitahuan di sekitar lokasi.

Berdasarkan keterangan tersebut, jumlah orang yang diperbolehkan melintas secara bersamaan disebut maksimal tiga orang, dengan batas beban mencapai 2 ton.

“Beban maksimal 2 Tom,” tulis akun @punk.rebels di Threads sambil mengunggah foto papan informasi tersebut.

Unggahan itu kemudian mendapat respons dari warganet lain yang mencoba menghitung secara sederhana beban yang berada di atas jembatan ketika kejadian berlangsung.

“50 orang dgn rata" berat 50 kg saja sdh 2,5 ton, bergerombol di satu titik. Terjadi konsentrasi beban,” tulis akun @cip591112 di Threads.

Baca Juga: Real Madrid Menang 4-0 atas Malaga, Mourinho Ungkap Peran Baru Jude Bellingham

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Pangandaran bersama Dinas Pekerjaan Umum dan instansi terkait dijadwalkan melakukan audit menyeluruh terhadap Jembatan Gantung Pongpet.

Pemeriksaan tersebut diharapkan dapat mengungkap penyebab pasti ambruknya jembatan sekaligus memastikan aspek keselamatannya.

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.