Banten

Geger! Dentuman Misterius Terdengar dari Banten hingga Bandung, PVMBG Ungkap Dugaan Mengejutkan

Abdurahman | 5 September 2026, 12:25 WIB
Geger! Dentuman Misterius Terdengar dari Banten hingga Bandung, PVMBG Ungkap Dugaan Mengejutkan
Ilustrasi Dentuman Misterius Terdengar dari Banten hingga Bandung (Dok.Istimewa)

AKURAT BANTEN– Suara dentuman misterius menggegerkan warga di sejumlah wilayah Jawa Barat hingga Banten pada Jumat (4/9/2026) malam sampai Sabtu (5/9/2026) dini hari.

Suara keras yang terdengar berulang tersebut membuat sebagian warga terbangun dari tidur. Di sejumlah lokasi, dentuman bahkan disebut disertai getaran yang membuat kaca atau pintu rumah ikut bergetar.

Fenomena itu kemudian ramai diperbincangkan di media sosial. Warga saling bertanya mengenai sumber suara yang terdengar cukup jauh dan berulang kali tersebut.

Yang membuat situasi semakin menarik perhatian, laporan dentuman itu muncul hampir bersamaan dengan aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda.

Badan Geologi melalui Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) akhirnya angkat bicara mengenai dugaan sumber suara tersebut.

Baca Juga: Pasar Rumah Tapak Menggeliat, Sinar Mas Land Bidik Cileungsi lewat Ruby at The Ridge

Dentuman Terdengar di Sejumlah Wilayah

Laporan suara dentuman tidak hanya datang dari satu kawasan.

Badan Geologi menyebut laporan suara dentuman dan getaran diterima dari sejumlah wilayah di Jawa Barat, Banten hingga Lampung.

Di Jawa Barat, suara tersebut dilaporkan terdengar di kawasan Bandung dan sekitarnya.

Kondisi itu sontak memunculkan berbagai dugaan di tengah masyarakat. Ada yang mengira suara tersebut berasal dari aktivitas gempa, ledakan, petir, hingga aktivitas lain yang berlangsung pada malam hari.

Namun, berdasarkan pemantauan Badan Geologi, terdapat satu fenomena penting yang waktunya bertepatan dengan munculnya laporan tersebut: Gunung Anak Krakatau sedang mengalami erupsi menerus.

Kepala Badan Geologi Lana Saria mengatakan hubungan antara dentuman yang dilaporkan warga dengan erupsi Anak Krakatau masih berstatus dugaan.

Dentuman yang terdengar hingga wilayah Jawa Barat bukan sesuatu yang boleh langsung disimpulkan sebagai erupsi Anak Krakatau. Namun, waktu kemunculannya bersamaan dengan aktivitas erupsi membuat keterkaitan keduanya kini menjadi perhatian Badan Geologi.

Badan Geologi menyatakan aktivitas erupsi Anak Krakatau pada periode tersebut memang berlangsung cukup intens dan disertai suara gemuruh.

Baca Juga: Prediksi Man City vs Coventry: The Citizens Bisa Menggila, Haaland Diprediksi Jadi Mimpi Buruk Tim Promosi

Anak Krakatau Sedang Erupsi Menerus

Di tengah warga Bandung dan daerah lainnya dibuat penasaran oleh suara dentuman, Gunung Anak Krakatau justru sedang menunjukkan aktivitas vulkanik.

Badan Geologi mencatat erupsi menerus terjadi pada malam hingga dini hari.

Dalam laporan pemantauan, erupsi masih berlangsung hingga sekitar pukul 04.40 WIB pada 5 September 2026. Dari Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Krakatau Pasauran, suara gemuruh akibat aktivitas erupsi masih terdengar.

Sementara itu, tinggi kolom erupsi tidak dapat diamati. Namun, semburan berwarna merah menyala terlihat secara terus-menerus.

Aktivitas tersebut disebut menyerupai lava fountain atau air mancur lava.

Fenomena ini menghasilkan semburan lava pijar dan menjadi salah satu ciri aktivitas erupsi yang sedang berlangsung di Gunung Anak Krakatau.

Baca Juga: Bukan Cuma Karena Rp2,1 Triliun! Ini Alasan PSG Rela Lepas Bradley Barcola ke Liverpool

PVMBG: Ada Kaitan, tetapi Masih Dugaan

Inilah bagian yang paling banyak membuat masyarakat penasaran.

Apakah benar dentuman yang terdengar di Bandung dan Banten berasal dari Gunung Anak Krakatau?

Badan Geologi belum menyebutnya sebagai sebuah kepastian.

Lana Saria menjelaskan bahwa laporan dentuman dari masyarakat muncul pada waktu yang bersamaan dengan aktivitas erupsi Anak Krakatau.

Karena itu, hubungan antara kedua fenomena tersebut diduga ada, tetapi pemantauan tetap dilakukan untuk mendapatkan kepastian ilmiah.

Dengan kata lain, masyarakat sebaiknya tidak langsung menyimpulkan bahwa setiap suara dentuman yang terdengar di Bandung pasti berasal dari Anak Krakatau.

Yang telah terkonfirmasi adalah Gunung Anak Krakatau memang sedang mengalami erupsi menerus, sementara suara dentuman dan getaran dilaporkan masyarakat di wilayah yang cukup luas.

Baca Juga: Sudah Tawar Rp1,4 Triliun, Liverpool Belum Menyerah Kejar Yankuba Minteh: 2027 Jadi Momen Balas Dendam?

Status Anak Krakatau Masih Level III atau Siaga

Aktivitas Gunung Anak Krakatau bukan sesuatu yang baru terjadi malam itu.

Badan Geologi mencatat status aktivitas gunung tersebut telah berada pada Level III atau Siaga sejak 2 Juli 2026.

Sejak peningkatan aktivitas tersebut, Anak Krakatau mengalami rangkaian erupsi tipe Strombolian yang menghasilkan lontaran batu pijar dan abu vulkanik.

Aktivitas tersebut masih berlangsung hingga 5 September 2026.

Karena statusnya masih Siaga, masyarakat maupun wisatawan diminta memperhatikan rekomendasi resmi dan tidak mendekati kawasan berbahaya di sekitar gunung api tersebut.

Baca Juga: Isak Menggila! Brace Kilat Bawa Liverpool Tekuk Ipswich, Era Iraola Akhirnya Berbuah 3 Poin

Tak Ada Indikasi Keruntuhan Besar Pemicu Tsunami

Munculnya nama Anak Krakatau dalam dugaan sumber dentuman tentu membuat sebagian masyarakat kembali teringat pada tragedi tsunami Selat Sunda pada 2018.

Kekhawatiran itu wajar mengingat sejarah Anak Krakatau.

Pada 22 Desember 2018, longsoran tubuh Anak Krakatau yang terjadi bersamaan dengan aktivitas vulkanik memicu tsunami di kawasan Selat Sunda.

Namun, kondisi saat ini tidak serta-merta berarti peristiwa serupa akan kembali terjadi.

Badan Geologi menyatakan berdasarkan evaluasi hingga saat ini, pertumbuhan tubuh Gunung Anak Krakatau pascaerupsi 22 Desember 2018 masih relatif kecil dan tidak berpotensi mengalami keruntuhan besar yang dapat memicu tsunami.

Meski demikian, perubahan aktivitas dan morfologi gunung tetap dipantau secara intensif.

Baca Juga: Viral! Stiker 'Mending Aku Naik Ojek Online' di Halte Tangsel Bikin Warga Protes

Ancaman Saat Ini: Lava dan Batu Pijar

Badan Geologi menyebut ancaman utama dari aktivitas erupsi Anak Krakatau saat ini berasal dari aliran lava yang dapat disertai lontaran batu pijar.

Karena itu, masyarakat tidak dianjurkan mendekati kawasan gunung api hanya karena ingin melihat aktivitas erupsi secara langsung.

Keselamatan harus menjadi prioritas.

Informasi mengenai perubahan status maupun rekomendasi kawasan bahaya sebaiknya hanya mengacu pada informasi resmi Badan Geologi/PVMBG dan instansi kebencanaan terkait.

Baca Juga: Bikin Geger! Jalan Baru Dicor di Tangerang Retak, Tak Sampai Sehari Dibongkar Lagi

Mengapa Suara Bisa Terdengar hingga Bandung?

Pertanyaan mengenai bagaimana suara dari kawasan Selat Sunda bisa terdengar hingga wilayah Bandung menjadi salah satu hal yang membuat fenomena ini menarik perhatian.

Untuk saat ini, belum tepat menyatakan secara mutlak bahwa seluruh dentuman yang terdengar di Bandung berasal dari Anak Krakatau.

Faktor atmosfer, kondisi geografis, dan karakter gelombang suara dapat memengaruhi seberapa jauh suara dari suatu sumber dapat terdengar.

Karena itu, dugaan Badan Geologi mengenai keterkaitan dengan erupsi Anak Krakatau perlu dipahami sebagai hasil korelasi waktu dan aktivitas yang masih terus dipantau, bukan sebagai kesimpulan bahwa sumber suara telah dipastikan.

Baca Juga: Sayembara Ijazah Gibran Tembus Rp7 Miliar, 6 Hari Lagi Ditutup tapi Dokumen Belum Muncul

Warga Diminta Tidak Panik

Dentuman misterius yang terdengar di sejumlah wilayah memang mengejutkan.

Apalagi suara tersebut muncul pada tengah malam ketika sebagian besar warga sedang beristirahat.

Namun, masyarakat diimbau tidak langsung mempercayai berbagai spekulasi yang beredar di media sosial.

Informasi yang belum memiliki sumber jelas sebaiknya tidak disebarkan karena dapat memicu kepanikan.

Dentuman boleh membuat warga bertanya-tanya, tetapi kepanikan tidak akan membantu. Pegang informasi resmi, pantau perkembangan Gunung Anak Krakatau, dan jangan mudah percaya pada kabar yang belum terverifikasi.

Untuk sementara, fakta yang diketahui adalah Gunung Anak Krakatau sedang mengalami erupsi menerus, statusnya masih Level III (Siaga), dan Badan Geologi menduga aktivitas tersebut berkaitan dengan dentuman serta getaran yang dilaporkan warga di Jawa Barat, Banten hingga Lampung.

Misteri mengenai suara yang menggema hingga Bandung pun kini memiliki satu petunjuk kuat.

Anak Krakatau sedang aktif.

Namun, apakah seluruh dentuman tersebut benar-benar berasal dari aktivitas gunung api di Selat Sunda?

Jawaban pastinya masih menunggu hasil pemantauan dan kajian lebih lanjut dari pihak berwenang. (**)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Abdurahman
Reporter
Abdurahman
Abdurahman