Timnas Indonesia Dituntut Realistis Usai Imbang Lawan Malaysia, Herdman Ungkap Masalahnya

AKURAT BANTEN - Hasil imbang tanpa gol 0-0 saat menghadapi Malaysia di Grup A Piala ASEAN FIFA 2026 pada 28 September membuat kemampuan tim nasional Indonesia kembali dipertanyakan.
Melihat kondisi tersebut, Pelatih Herdman menilai bahwa membentuk skuad yang benar-benar siap menjadi juara membutuhkan proses dan tidak bisa dilakukan secara instan.
"Saya belum pernah merasakan ekspektasi setinggi ini dari penggemar Kanada. Mereka mengerti bahwa untuk meraih kemenangan, Anda membutuhkan waktu," kata Herdman.
Herdman kemudian menjadikan perjalanan tim nasional Kanada sebagai gambaran bahwa keberhasilan membutuhkan pembangunan yang dilakukan secara bertahap.
Sebelum tampil di Piala Dunia 2022 bersama Herdman, Kanada harus menunggu selama 36 tahun untuk kembali tampil di turnamen sepak bola terbesar dunia tersebut.
Karena itu, Herdman menilai sebuah tim perlu berkembang secara perlahan sebelum mampu mencapai level kompetitif tertinggi.
Ia juga membandingkan pengalaman para pemain Indonesia dengan sejumlah tim yang pernah meraih kesuksesan.
Menurut Herdman, pemain Indonesia saat ini rata-rata baru mengoleksi 16 penampilan bersama tim nasional, sedangkan para pemain dari tim juara yang menjadi acuannya telah memiliki lebih dari 30 caps.
Baca Juga: Manchester United Incar Castello Lukeba, Harga Bek RB Leipzig Tembus Rp1 Triliun
"Para penggemar berhak untuk berharap, tetapi mereka juga perlu realistis," tegasnya.
Pelatih asal Inggris tersebut turut memberikan pembelaan terhadap profesionalisme pemain Indonesia di tengah tingginya tuntutan dari publik.
Herdman menjelaskan bahwa para pemain harus menggunakan waktu mereka untuk memahami taktik, beristirahat, serta menjalani proses pemulihan dengan baik.
Menurutnya, agenda bersama tim nasional seharusnya dimanfaatkan untuk mempersiapkan pertandingan dan meningkatkan performa, bukan untuk berlibur atau berpesta.
Untuk sementara, Indonesia menempati posisi kedua klasemen Grup A Piala ASEAN FIFA 2026 dengan koleksi empat poin.
Indonesia memiliki jumlah poin yang sama dengan Malaysia, tetapi berada di bawahnya karena kalah dalam perhitungan selisih gol.
Situasi tersebut membuat Indonesia membutuhkan kemenangan besar atas Bangladesh pada pertandingan terakhir fase grup.
Hasil tersebut menjadi penting jika Indonesia masih ingin menjaga peluang untuk bersaing mendapatkan posisi teratas Grup A.
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Geger! Survei SMRC Ungkap Skor Kepemimpinan Tokoh Nasional, Mahfud MD di Puncak, Gibran Terbawah
- 2Mahfud MD Soroti OTT KPK di BNPB, Dana Bencana Diduga Bermasalah saat Warga Butuh Bantuan
- 3Tiga Hari Lagi! Wajib Halal Berlaku 18 Oktober 2026, Ini Daftar Produk yang Harus Punya Sertifikat
- 4Bikin Bangga! Persib Menang atas The Cong-Viettel, Liga Indonesia Kini Tembus 16 Besar Asia
- 5Singgung Asap dan Oksigen, Syahganda Dikritik Pejabat Malaysia! Indonesia Didesak Minta Maaf
- 6Lille Dihajar Arsenal 0-3, tapi Calvin Verdonk Ukir Rekor Bersejarah untuk Indonesia di Liga Champions!
- 7Tangsel Rapi, DPUPR Banten Mulai Bersihkan Kabel Internet Semrawut di Jalan Aria Putra
- 8Man City Dihantam Kasus Finansial, Steven Gerrard Angkat Suara: Bukan Degradasi, Hukuman Ini yang Harus Diterima!
- 9Mbappe Ukir Sejarah saat Real Madrid Comeback 4-3! Rekor Messi Resmi Terlewati, Golnya Tambah Catatan Gila
- 10Real Madrid Menang Dramatis di Markas Roma, Mourinho Malah Tak Mau Selebrasi: Alasannya Bikin Haru!









