Siapa Suroso Isnandar? Sosok yang Gantikan Darmawan Prasodjo di Kursi Dirut PLN

AKURAT BANTEN– Pergantian pucuk pimpinan PT PLN (Persero) menjadi perhatian publik. Suroso Isnandar resmi ditunjuk sebagai Direktur Utama (Dirut) PLN menggantikan Darmawan Prasodjo setelah Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Rabu, 14 Oktober 2026.
Nama Suroso kini menjadi sorotan. Bukan hanya karena dipercaya memimpin perusahaan listrik negara, tetapi juga karena rekam jejaknya yang panjang di sektor ketenagalistrikan, mulai dari pengelolaan sistem tenaga listrik, teknologi informasi, manajemen risiko, hingga pengembangan energi baru terbarukan.
Pergantian tersebut menandai babak baru bagi PLN, perusahaan yang memegang peranan penting dalam menjaga pasokan listrik bagi rumah tangga, industri, dan berbagai aktivitas ekonomi di Indonesia.
Komisaris Independen PLN, Andi Arief, membenarkan pergantian direktur utama tersebut. Ia menyampaikan bahwa Darmawan Prasodjo digantikan oleh Suroso Isnandar setelah proses rapat pemegang saham selesai.
Perubahan ini sekaligus mengakhiri masa kepemimpinan Darmawan yang menjabat sebagai Dirut PLN sejak Desember 2021.
Lantas, siapa sebenarnya Suroso Isnandar? Bagaimana perjalanan karier dan latar belakang pendidikannya hingga dipercaya menduduki posisi tertinggi di perusahaan listrik milik negara tersebut?
Baca Juga: Usai Putusan MK, PDIP Singgung Gibran Mundur! Pernyataan Ini Jadi Sorotan
Suroso Isnandar, Teknokrat yang Meniti Karier di PLN
Suroso Isnandar bukan sosok baru di lingkungan PLN. Ia merupakan profesional yang meniti perjalanan karier di sektor ketenagalistrikan dan pernah menduduki sejumlah posisi strategis sebelum masuk jajaran direksi.
Lahir di Klaten, Jawa Tengah, pada 12 Agustus 1971, Suroso memiliki latar belakang pendidikan teknik yang sejalan dengan bidang pekerjaannya.
Pengalaman profesionalnya mencakup pengelolaan pembangkitan dan penyaluran listrik, pengaturan beban sistem kelistrikan, pengembangan teknologi informasi, serta pengelolaan proyek dan energi baru terbarukan.
Sebelum ditunjuk sebagai Dirut PLN, Suroso menjabat Direktur Manajemen Proyek dan Energi Baru Terbarukan. Ia diangkat ke posisi tersebut pada Juni 2025.
Jabatan itu memberinya pengalaman di bidang yang berkaitan dengan pengembangan proyek kelistrikan dan upaya mendorong pemanfaatan energi yang lebih bersih.
Dengan pengalaman lintas bidang tersebut, Suroso kini menghadapi tanggung jawab yang jauh lebih besar: memastikan seluruh aspek strategis PLN berjalan selaras, mulai dari keandalan pasokan listrik hingga pengembangan usaha perusahaan.
Baca Juga: Bonatua Serahkan Putusan MK soal Gibran dalam Gugatan Ijazah Jokowi, Akankah Jadi Bukti Kunci?
Pendidikan Suroso Isnandar: Lulusan ITB hingga Raih Gelar Doktor
Salah satu hal yang menarik dari profil Suroso adalah latar belakang akademiknya yang berfokus pada sistem tenaga listrik dan teknik elektro.
Ia meraih gelar Sarjana Teknik di bidang Power System Engineering dari Institut Teknologi Bandung (ITB) pada 1994.
Setelah itu, Suroso melanjutkan pendidikan ke University of Abertay, Inggris, dan memperoleh gelar Master of Science dalam bidang Power System Engineering and Management pada 1999.
Perjalanan akademiknya berlanjut hingga tingkat doktoral. Pada 2025, ia menyelesaikan pendidikan doktor di bidang Teknik Elektro di ITB.
Latar belakang tersebut relevan dengan tanggung jawab PLN yang tidak hanya mengelola pembangkitan listrik, tetapi juga jaringan transmisi, distribusi, sistem pengaturan beban, serta transformasi teknologi.
Meski demikian, tantangan memimpin perusahaan sebesar PLN tidak cukup diselesaikan dengan kemampuan teknis semata. Pengambilan keputusan strategis, tata kelola perusahaan, pengelolaan investasi, dan kualitas pelayanan juga menjadi faktor penting.
Rekam Jejak Karier Suroso Sebelum Jadi Dirut PLN
Sebelum menduduki kursi direktur utama, Suroso telah menjalani sejumlah penugasan penting di lingkungan PLN.
Berikut perjalanan kariernya berdasarkan profil resmi perusahaan:
2019–2021: General Manager PLN Unit Induk Pembangkitan dan Penyaluran Sulawesi.
2021–2022: General Manager PLN Unit Induk Pusat Pengatur Beban Jawa, Madura, dan Bali.
2022–2023: Kepala Satuan Digital dan Teknologi Informasi pada Direktorat Utama PLN.
2023–2025: Menjabat sebagai Direktur Manajemen Risiko PLN.
Sejak Juni 2025: Menjabat Direktur Manajemen Proyek dan Energi Baru Terbarukan PLN sebelum ditunjuk menjadi direktur utama pada Oktober 2026.
Rangkaian jabatan itu memperlihatkan pengalaman Suroso dalam beberapa aspek penting operasional perusahaan.
Pengalaman di Sulawesi berkaitan dengan pembangkitan dan penyaluran listrik. Penugasan di pusat pengatur beban Jawa, Madura, dan Bali berhubungan dengan pengelolaan sistem kelistrikan di wilayah yang memiliki kebutuhan listrik besar.
Sementara itu, pengalaman di bidang teknologi informasi dan manajemen risiko menjadi bekal dalam menghadapi kebutuhan digitalisasi serta pengelolaan risiko perusahaan.
Kini, pengalaman tersebut akan diuji dalam lingkup tanggung jawab yang lebih luas sebagai pemimpin utama PLN.
Baca Juga: Mahfud MD Soroti OTT KPK di BNPB, Dana Bencana Diduga Bermasalah saat Warga Butuh Bantuan
Suroso Sementara Rangkap Jabatan, Ada Apa?
Hal lain yang turut menjadi perhatian setelah pergantian direktur utama adalah posisi Suroso yang untuk sementara masih merangkap jabatan.
Komisaris Independen PLN, Andi Arief, menyampaikan bahwa Suroso tetap menjalankan tugas sebagai Direktur Manajemen Proyek dan Energi Baru Terbarukan sampai ada pengganti untuk posisi tersebut.
Dengan demikian, selain bertanggung jawab atas arah strategis perusahaan secara keseluruhan, Suroso untuk sementara masih memegang tanggung jawab di bidang manajemen proyek dan pengembangan energi baru terbarukan.
Kondisi ini membuat proses transisi manajemen menjadi salah satu hal yang perlu dicermati.
Penetapan pengganti untuk posisi direktur yang ditinggalkan Suroso nantinya akan menjadi bagian dari penataan organisasi agar pelaksanaan program perusahaan tetap berjalan.
Namun, perangkapan jabatan sementara tersebut tidak dengan sendirinya menunjukkan adanya persoalan dalam tubuh PLN. Informasi mengenai keputusan lebih lanjut perlu menunggu keterangan resmi perusahaan.
Baca Juga: Terjunkan 600 Petugas di Gerakan Indonesia ASRI, TPS Liar Jadi Bidikan Utama Pemkot Tangerang
Gantikan Darmawan Prasodjo, Apa yang Berubah di PLN?
Pergantian direktur utama tidak otomatis berarti seluruh kebijakan perusahaan akan berubah. Sejumlah program strategis dapat tetap berlanjut, sementara penyesuaian prioritas bergantung pada keputusan manajemen dan pemegang saham.
Andi Arief menyampaikan apresiasi terhadap pengabdian Darmawan Prasodjo selama memimpin PLN. Ia juga menyatakan keyakinannya bahwa Suroso dapat melanjutkan transformasi perusahaan.
Pernyataan tersebut mengisyaratkan pentingnya kesinambungan program di tengah pergantian kepemimpinan.
Darmawan sendiri menjabat sebagai Dirut PLN sejak 6 Desember 2021. Sebelum itu, ia merupakan Wakil Direktur Utama PLN sejak Desember 2019.
Selama masa kepemimpinannya, transformasi perusahaan menjadi salah satu aspek yang mendapat perhatian. Kini, kelanjutan agenda tersebut berada di bawah kepemimpinan baru.
Publik akan menantikan bagaimana Suroso menentukan prioritas serta memastikan program perusahaan tetap berjalan sesuai kebutuhan kelistrikan nasional.
Baca Juga: Terjunkan 600 Petugas di Gerakan Indonesia ASRI, TPS Liar Jadi Bidikan Utama Pemkot Tangerang
Tantangan Besar Suroso Isnandar Memimpin PLN
Jabatan direktur utama PLN membawa tanggung jawab besar. Perusahaan ini tidak hanya dituntut menjaga kinerja bisnis, tetapi juga menjalankan peran strategis dalam penyediaan listrik untuk masyarakat dan dunia usaha.
Setidaknya, ada beberapa tantangan utama yang akan menjadi perhatian dalam kepemimpinan Suroso.
Pertama, menjaga keandalan pasokan listrik.
Ketersediaan listrik yang stabil merupakan kebutuhan mendasar bagi rumah tangga, industri, fasilitas kesehatan, layanan publik, dan kegiatan ekonomi. PLN harus memastikan pembangkitan serta jaringan penyaluran mampu memenuhi kebutuhan pelanggan.
Kedua, memperkuat infrastruktur kelistrikan.
Pembangunan pembangkit perlu diimbangi kesiapan jaringan transmisi dan distribusi. Perencanaan yang matang diperlukan agar investasi dapat memberikan manfaat maksimal dan listrik tersalurkan secara efektif.
Ketiga, melanjutkan transisi energi.
Pengembangan energi baru terbarukan membutuhkan perencanaan proyek, investasi, kesiapan jaringan, serta pengelolaan sistem yang baik. Pengalaman Suroso di bidang tersebut akan menjadi salah satu bekal yang relevan.
Keempat, memperkuat digitalisasi dan efisiensi.
Teknologi informasi dapat membantu meningkatkan efektivitas operasional, pengelolaan data, serta kualitas layanan. Pengalaman Suroso di bidang digitalisasi menjadi modal yang dapat mendukung agenda tersebut.
Kelima, menjaga tata kelola dan pengelolaan risiko.
PLN mengelola infrastruktur strategis dengan kebutuhan investasi besar. Pengambilan keputusan yang terukur, pengawasan proyek, dan pengelolaan risiko menjadi bagian penting untuk menjaga keberlanjutan perusahaan.
Seberapa jauh agenda-agenda tersebut akan menjadi prioritas utama Suroso masih perlu dilihat melalui kebijakan dan pernyataan resminya setelah menjabat.(**)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Geger! Survei SMRC Ungkap Skor Kepemimpinan Tokoh Nasional, Mahfud MD di Puncak, Gibran Terbawah
- 2Mahfud MD Soroti OTT KPK di BNPB, Dana Bencana Diduga Bermasalah saat Warga Butuh Bantuan
- 3Tiga Hari Lagi! Wajib Halal Berlaku 18 Oktober 2026, Ini Daftar Produk yang Harus Punya Sertifikat
- 4Singgung Asap dan Oksigen, Syahganda Dikritik Pejabat Malaysia! Indonesia Didesak Minta Maaf
- 5Bikin Bangga! Persib Menang atas The Cong-Viettel, Liga Indonesia Kini Tembus 16 Besar Asia
- 6Lille Dihajar Arsenal 0-3, tapi Calvin Verdonk Ukir Rekor Bersejarah untuk Indonesia di Liga Champions!
- 7Tangsel Rapi, DPUPR Banten Mulai Bersihkan Kabel Internet Semrawut di Jalan Aria Putra
- 8Juventus Tak Terima Kalah dari Cristiano Ronaldo! Kasus Gaji Rp190 Miliar Kini Dibawa ke Pengadilan Tertinggi Italia
- 9Mbappe Ukir Sejarah saat Real Madrid Comeback 4-3! Rekor Messi Resmi Terlewati, Golnya Tambah Catatan Gila
- 10Real Madrid Menang Dramatis di Markas Roma, Mourinho Malah Tak Mau Selebrasi: Alasannya Bikin Haru!





