Chelsea Tertinggal 0-2, Lalu Mengamuk 6-3! Xabi Alonso Bongkar Rahasia Comeback Gila The Blues

AKURAT BANTEN - Chelsea menunjukkan mental luar biasa saat menghadapi Leeds United pada putaran ketiga Carabao Cup 2026/2027. Sempat berada dalam situasi genting setelah tertinggal dua gol, The Blues justru mengamuk pada babak kedua dan mengakhiri pertandingan dengan kemenangan 6-3 di Stamford Bridge, Rabu (9/9/2026).
Di balik comeback spektakuler tersebut, ada satu keputusan penting Xabi Alonso yang mengubah jalannya pertandingan.
Sang manajer melakukan empat pergantian pemain sekaligus saat jeda, memasukkan Reece James, Pedro Neto, Cole Palmer, dan Morgan Rogers. Keputusan tersebut terbukti menjadi titik balik.
Chelsea memang menjalani babak pertama yang jauh dari harapan. Alonso melakukan rotasi besar dengan sembilan perubahan dari tim yang menghadapi Arsenal beberapa hari sebelumnya.
Baca Juga: MU Sudah Mengincar, AC Milan dan Juventus Malah Ikut Menyerobot: Perburuan Bek Dortmund Makin Panas!
Namun, eksperimen tersebut tidak berjalan mulus. Leeds mampu memanfaatkan situasi dan unggul melalui sundulan Tarik Muharemovic pada menit ke-23.
Masalah Chelsea semakin pelik setelah babak kedua baru berjalan dua menit. Brenden Aaronson memanfaatkan serangan Leeds untuk membuat skor berubah menjadi 2-0. Dalam kondisi tersebut, Alonso langsung membutuhkan respons.
Empat pemain yang masuk dari bangku cadangan memberikan energi berbeda. Palmer dan Rogers terutama menjadi motor kebangkitan Chelsea.
Setelah Chelsea mendapatkan penalti pada menit ke-53, Palmer menjalankan tugasnya dengan sempurna untuk memperkecil ketertinggalan.
Baca Juga: MU Sudah Habiskan Rp3 Triliun, tapi Wayne Rooney Masih Temukan 2 Lubang Besar yang Belum Teratasi
Hanya dua menit kemudian, Palmer kembali mencetak gol. Kali ini ia menerima umpan Morgan Rogers sebelum melepaskan penyelesaian yang membuat kedudukan menjadi 2-2.
Momentum sepenuhnya berpindah ke kubu tuan rumah. Chelsea kemudian mencetak empat gol dalam periode sekitar 12 menit. Pedro Neto membalikkan keadaan menjadi 3-2, sebelum Danny Welbeck memperlebar keunggulan menjadi 4-2.
Leeds memang belum menyerah. Dominic Calvert-Lewin mencetak gol untuk memperkecil jarak menjadi 4-3. Namun, Chelsea kembali menjauh lewat Valentin Barco, yang mencetak gol pertamanya untuk klub, sebelum Welbeck memastikan kemenangan 6-3 dengan gol keduanya pada penghujung pertandingan.
Alonso menyebut keyakinan pemain dan dukungan suporter Stamford Bridge menjadi bagian penting dari kebangkitan tersebut.
Baca Juga: Pedro Neto Jadi Rebutan Arsenal dan Man City, Chelsea Minta Rp2 Triliun Lebih untuk Melepasnya!
Ia juga menegaskan bahwa dirinya bertanggung jawab atas keputusan yang membuat Chelsea kesulitan pada babak pertama.
Menurut Alonso, para pemain pengganti memang dimasukkan untuk meningkatkan energi, agresivitas, tempo, dan kekuatan dalam duel. Respons mereka kemudian sesuai dengan kebutuhan tim.
"Saya yang mengambil keputusan tersebut, jadi saya bertanggung jawab," ujar Alonso seperti dikutip dari laman resmi Chelsea.
Menariknya, kemenangan ini tidak hanya memperlihatkan mentalitas Chelsea, tetapi juga kembali menunjukkan kekuatan lini serang mereka.
Baca Juga: Man City Sempurna, tapi Haaland Justru Akui Arsenal Lebih Matang: Sinyal Bahaya untuk The Citizens?
Dalam lima pertandingan pertama di bawah Alonso, Chelsea telah mencetak 16 gol di semua kompetisi. Namun, ada sisi lain yang masih harus diperbaiki karena mereka juga telah kebobolan 10 gol.
Artinya, Chelsea era Alonso sudah memiliki satu senjata yang cukup menakutkan: kemampuan mencetak gol dan mengubah momentum dengan cepat.
Namun, jika ingin bersaing di level tertinggi, pertahanan The Blues tidak boleh terus memberikan lawan terlalu banyak ruang.
Comeback atas Leeds menjadi bukti bahwa Chelsea memiliki kedalaman dan pemain berkualitas untuk mengubah pertandingan. Tetapi bagi Alonso, kemenangan 6-3 juga menjadi pengingat bahwa keputusan rotasi harus dihitung matang.
Satu malam Stamford Bridge mungkin berubah dari panggung kepanikan menjadi pesta gol. Kini tantangannya adalah memastikan ledakan tersebut bukan sekadar kembang api, melainkan awal dari konsistensi Chelsea di bawah Alonso.
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Geger! Survei SMRC Ungkap Skor Kepemimpinan Tokoh Nasional, Mahfud MD di Puncak, Gibran Terbawah
- 2Mahfud MD Soroti OTT KPK di BNPB, Dana Bencana Diduga Bermasalah saat Warga Butuh Bantuan
- 3Tiga Hari Lagi! Wajib Halal Berlaku 18 Oktober 2026, Ini Daftar Produk yang Harus Punya Sertifikat
- 4Singgung Asap dan Oksigen, Syahganda Dikritik Pejabat Malaysia! Indonesia Didesak Minta Maaf
- 5Bikin Bangga! Persib Menang atas The Cong-Viettel, Liga Indonesia Kini Tembus 16 Besar Asia
- 6Juventus Tak Terima Kalah dari Cristiano Ronaldo! Kasus Gaji Rp190 Miliar Kini Dibawa ke Pengadilan Tertinggi Italia
- 7Lille Dihajar Arsenal 0-3, tapi Calvin Verdonk Ukir Rekor Bersejarah untuk Indonesia di Liga Champions!
- 8Tangsel Rapi, DPUPR Banten Mulai Bersihkan Kabel Internet Semrawut di Jalan Aria Putra
- 9Mbappe Ukir Sejarah saat Real Madrid Comeback 4-3! Rekor Messi Resmi Terlewati, Golnya Tambah Catatan Gila
- 10Real Madrid Menang Dramatis di Markas Roma, Mourinho Malah Tak Mau Selebrasi: Alasannya Bikin Haru!









