Old Trafford Memanas! Suporter MU Kompak Serang Ratcliffe Gara-Gara Sanksi Ratusan Akun Tiket
AKURAT BANTEN - Manchester United kembali menghadapi masalah di luar lapangan. Ribuan suporter Setan Merah melakukan aksi protes terhadap pemilik klub, termasuk Sir Jim Ratcliffe, saat Manchester United menjamu Manchester City dalam derbi di Old Trafford, Minggu (13/9/2026).
Protes tersebut dipicu oleh kebijakan klub dalam memberantas penyalahgunaan tiket dan praktik calo. Namun, langkah Manchester United justru membuat sebagian pendukung merasa menjadi korban dan diperlakukan tidak adil.
Suasana panas terlihat di sekitar Old Trafford sebelum pertandingan. Kelompok suporter The 1958 menyerukan aksi demonstrasi, sementara sejumlah pendukung membawa spanduk dan meneriakkan kritik terhadap pemilik klub.
Salah satu spanduk yang dibentangkan berbunyi, “The way you treat us is a disgrace”, yang berarti “Cara kalian memperlakukan kami adalah sebuah aib.”
Kemarahan suporter tidak hanya diarahkan kepada keluarga Glazer. Nama Sir Jim Ratcliffe juga menjadi sasaran. Meskipun Ratcliffe bukan pemilik mayoritas Manchester United, ia memiliki saham minoritas dan memegang kendali atas operasional sepak bola klub melalui INEOS.
685 Akun Diblokir
Pangkal persoalan bermula dari investigasi Manchester United terhadap aktivitas tiket di platform klub.
Menurut laporan Reuters, Manchester United meninjau 1.617 akun yang dianggap menunjukkan aktivitas tidak biasa.
Dari jumlah tersebut, klub kemudian menjatuhkan larangan terhadap 685 akun, sementara 464 suporter lainnya mendapat peringatan atau sanksi yang dikurangi.
Manchester United menegaskan bahwa tindakan tersebut bukan dilakukan secara sembarangan. Klub menyebut sanksi larangan musim penuh diberikan dalam kasus yang dianggap melibatkan penyalahgunaan tiket secara signifikan untuk mendapatkan keuntungan finansial.
Baca Juga: Mbappe dan Vinicius Jadi Sasaran Cemoohan di Bernabeu, José Mourinho Langsung Buka Suara
Klub juga mengatakan investigasi tersebut berhasil mengungkap jaringan terorganisasi yang memperdagangkan tiket melalui ratusan akun.
Namun, di sinilah masalah mulai melebar. Kelompok suporter menilai tindakan Manchester United terlalu keras. The 1958 bahkan menuding klub memberikan sanksi kepada suporter loyal tanpa bukti yang cukup jelas dan proses yang dianggap transparan.
Manchester United sendiri akhirnya mengakui bahwa investigasi tersebut telah menimbulkan kekhawatiran dan tekanan besar bagi sebagian suporter.
Klub juga mengakui mereka sebelumnya meremehkan seberapa umum praktik berbagi nama pengguna dan kata sandi akun di antara para pendukung.
Ratcliffe Ikut Jadi Sasaran
Situasi tersebut membuat Ratcliffe ikut menjadi sasaran kemarahan. Sejumlah nyanyian dan seruan dari suporter secara langsung menyebut namanya.
Steve Compton dari kelompok The 1958 bahkan melontarkan kritik keras terhadap Ratcliffe. Ia menilai kedatangan pengusaha asal Inggris itu sempat memberikan harapan kepada suporter, tetapi kebijakan yang diterapkan justru dinilai semakin menjauhkan klub dari para pendukungnya.
Bagi sebagian fans, persoalan tiket bukan sekadar masalah administratif. Mereka melihatnya sebagai bagian dari hubungan yang semakin renggang antara Manchester United dan basis suporternya.
Di sisi lain, klub tetap bersikukuh bahwa pemberantasan calo diperlukan untuk memastikan tiket dapat dinikmati oleh suporter yang benar-benar ingin menyaksikan pertandingan.
Masalahnya, ketika upaya membersihkan pasar tiket justru membuat sebagian suporter lama merasa tersisih, konflik menjadi sulit dihindari.
Baca Juga: Bikin Arsenal Makin Pede! Kevin De Bruyne Akui The Gunners sebagai Tim Terkuat di Dunia Saat Ini
Kini Manchester United menghadapi pekerjaan besar di luar lapangan. Bukan hanya memperbaiki performa tim, tetapi juga mengembalikan kepercayaan para pendukung yang selama bertahun-tahun menjadi bagian penting dari identitas klub.
Di Old Trafford, persoalan tersebut akhirnya bukan lagi sekadar tentang tiket. Ini sudah menjadi pertarungan mengenai seberapa jauh suara suporter masih didengar oleh mereka yang menjalankan Manchester United.
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Geger! Survei SMRC Ungkap Skor Kepemimpinan Tokoh Nasional, Mahfud MD di Puncak, Gibran Terbawah
- 2Mahfud MD Soroti OTT KPK di BNPB, Dana Bencana Diduga Bermasalah saat Warga Butuh Bantuan
- 3Tiga Hari Lagi! Wajib Halal Berlaku 18 Oktober 2026, Ini Daftar Produk yang Harus Punya Sertifikat
- 4Bikin Bangga! Persib Menang atas The Cong-Viettel, Liga Indonesia Kini Tembus 16 Besar Asia
- 5Singgung Asap dan Oksigen, Syahganda Dikritik Pejabat Malaysia! Indonesia Didesak Minta Maaf
- 6Juventus Tak Terima Kalah dari Cristiano Ronaldo! Kasus Gaji Rp190 Miliar Kini Dibawa ke Pengadilan Tertinggi Italia
- 7Lille Dihajar Arsenal 0-3, tapi Calvin Verdonk Ukir Rekor Bersejarah untuk Indonesia di Liga Champions!
- 8Tangsel Rapi, DPUPR Banten Mulai Bersihkan Kabel Internet Semrawut di Jalan Aria Putra
- 9Mbappe Ukir Sejarah saat Real Madrid Comeback 4-3! Rekor Messi Resmi Terlewati, Golnya Tambah Catatan Gila
- 10Real Madrid Menang Dramatis di Markas Roma, Mourinho Malah Tak Mau Selebrasi: Alasannya Bikin Haru!









