Cristiano Ronaldo Naik Pitam! Ruben Neves Diejek dengan Chant Diogo Jota, Minta Pelaku Dilarang ke Stadion Seumur Hidup

AKURAT BANTEN - Cristiano Ronaldo ikut angkat suara setelah Ruben Neves menjadi sasaran chant yang dianggap tidak pantas dalam pertandingan Saudi Pro League. Kapten Timnas Portugal itu bahkan meminta hukuman sangat berat terhadap suporter yang diduga terlibat.
Insiden tersebut terjadi ketika Neves memperkuat Al Hilal menghadapi Al Taawoun di Stadion Al Taawoun, Buraidah, Sabtu (12/9/2026). Dalam rekaman dari tribune yang beredar, sejumlah suporter terdengar meneriakkan nama "Jota" berulang kali ketika Neves berada di dekat mereka dan bersiap mengambil tendangan bebas.
Nama yang diteriakkan tersebut merujuk kepada Diogo Jota, sahabat sekaligus mantan rekan setim Neves yang meninggal dunia dalam kecelakaan mobil di Spanyol pada Juli 2025 bersama adiknya, Andre Silva.
Neves terlihat memberikan reaksi terhadap chant tersebut. Ia menunjuk ke arah langit kemudian ke matanya sebelum memberikan tepuk tangan bernada sarkastis ke arah tribune.
Baca Juga: Old Trafford Memanas! Suporter MU Kompak Serang Ratcliffe Gara-Gara Sanksi Ratusan Akun Tiket
Setelah pertandingan, gelandang Al Hilal itu juga menyampaikan komentar singkat yang menunjukkan kekecewaannya.
"Saya hanya berharap mereka tidak pergi berdoa nanti setelah apa yang mereka lakukan," ujar Neves seperti dikutip dari The Athletic.
Ronaldo Minta Hukuman Seumur Hidup
Ronaldo tidak tinggal diam. Pemain Al Nassr tersebut mengecam tindakan suporter yang menggunakan nama Jota untuk memprovokasi Neves.
Melalui Instagram, Ronaldo meminta Saudi Pro League mengambil tindakan tegas. Menurutnya, perilaku seperti itu sudah melewati batas yang seharusnya berlaku di sepak bola.
Ronaldo bahkan menilai orang-orang yang melakukan tindakan tersebut seharusnya tidak lagi diperbolehkan masuk stadion.
Sikap Ronaldo dapat dipahami karena ia juga pernah menjadi rekan Jota di Timnas Portugal. Sementara itu, hubungan Neves dengan Jota memang sangat dekat.
Keduanya pernah menjadi rekan setim di Wolverhampton Wanderers sejak 2017. Mereka juga sama-sama memperkuat Portugal dan memiliki hubungan persahabatan yang erat di luar lapangan. Neves bahkan menjadi salah satu pembawa peti jenazah Jota dalam pemakaman sang pemain pada Juli 2025.
Al Hilal Ajukan Laporan Resmi
Persoalan tersebut tidak berhenti pada kecaman dari Ronaldo. Al Hilal secara resmi mengajukan laporan kepada Federasi Sepak Bola Arab Saudi (SAFF) terkait insiden tersebut.
Baca Juga: Mbappe dan Vinicius Jadi Sasaran Cemoohan di Bernabeu, José Mourinho Langsung Buka Suara
Klub menyatakan menolak segala bentuk tindakan yang menyasar pemain atau keluarganya, termasuk perilaku yang bertujuan memberikan penghinaan atau provokasi secara personal.
Al Taawoun juga mengeluarkan pernyataan. Klub mengecam chant tersebut dan menegaskan bahwa tindakan seperti itu tidak mewakili klub, suporter, maupun nilai yang mereka junjung.
SAFF dan Saudi Pro League kemudian ikut mengecam perilaku tersebut. Kedua badan sepak bola itu menyatakan bahwa mengeksploitasi tragedi pribadi untuk tujuan penghinaan atau provokasi tidak dapat diterima dalam sepak bola.
SAFF juga menyebut pihak terkait telah mengidentifikasi perilaku yang dipermasalahkan dan proses penanganan sesuai regulasi sedang berjalan. Hasil akhirnya akan diumumkan setelah proses tersebut selesai.
Al Hilal Tetap Menang Telak
Ironisnya, insiden tersebut terjadi dalam pertandingan yang berakhir sangat buruk bagi Al Taawoun di lapangan.
Al Hilal menghancurkan tuan rumah dengan skor 6-0. Gabriel Martinelli mencetak hattrick, sedangkan Ollie Watkins menyumbangkan dua gol. Neves sendiri tampil selama 75 menit dan memberikan assist untuk gol pembuka Watkins.
Kemenangan itu membuat Al Hilal semakin kokoh di papan atas Saudi Pro League. Namun, hasil pertandingan justru tenggelam di balik kontroversi chant yang ditujukan kepada Neves.
Kini keputusan berada di tangan otoritas sepak bola Arab Saudi. Ronaldo sudah menyampaikan tuntutannya dengan jelas, yaitu sepak bola boleh panas, tetapi tragedi kematian seseorang bukan bahan untuk menyerang lawan.
Baca Juga: Bikin Arsenal Makin Pede! Kevin De Bruyne Akui The Gunners sebagai Tim Terkuat di Dunia Saat Ini
Dan untuk kasus ini, bukan cuma tiga poin yang sedang dipertaruhkan, melainkan juga batas tentang seberapa jauh rivalitas di tribun boleh berjalan.
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Geger! Survei SMRC Ungkap Skor Kepemimpinan Tokoh Nasional, Mahfud MD di Puncak, Gibran Terbawah
- 2Mahfud MD Soroti OTT KPK di BNPB, Dana Bencana Diduga Bermasalah saat Warga Butuh Bantuan
- 3Tiga Hari Lagi! Wajib Halal Berlaku 18 Oktober 2026, Ini Daftar Produk yang Harus Punya Sertifikat
- 4Singgung Asap dan Oksigen, Syahganda Dikritik Pejabat Malaysia! Indonesia Didesak Minta Maaf
- 5Bikin Bangga! Persib Menang atas The Cong-Viettel, Liga Indonesia Kini Tembus 16 Besar Asia
- 6Lille Dihajar Arsenal 0-3, tapi Calvin Verdonk Ukir Rekor Bersejarah untuk Indonesia di Liga Champions!
- 7Tangsel Rapi, DPUPR Banten Mulai Bersihkan Kabel Internet Semrawut di Jalan Aria Putra
- 8Juventus Tak Terima Kalah dari Cristiano Ronaldo! Kasus Gaji Rp190 Miliar Kini Dibawa ke Pengadilan Tertinggi Italia
- 9Mbappe Ukir Sejarah saat Real Madrid Comeback 4-3! Rekor Messi Resmi Terlewati, Golnya Tambah Catatan Gila
- 10Real Madrid Menang Dramatis di Markas Roma, Mourinho Malah Tak Mau Selebrasi: Alasannya Bikin Haru!









