Roy Keane Bereaksi Keras Usai Man City Dinyatakan Bersalah: “Buang Medali ke Tempat Sampah!”

AKURAT BANTEN - Manchester City sedang menghadapi salah satu momen paling serius dalam sejarah klub. Setelah Komisi Independen menyatakan The Citizens bersalah atas pelanggaran serius aturan finansial Premier League, reaksi keras mulai berdatangan.
Salah satunya datang dari legenda Manchester United, Roy Keane, yang bahkan mengatakan dirinya akan membuang medali jika berada di posisi para pemain City.
Pernyataan tersebut disampaikan Keane ketika menjadi pundit ITV setelah laga Inggris kontra Republik Ceska. Menurut mantan kapten MU itu, para pemain yang meraih trofi bersama City selama periode yang diperiksa seharusnya merasa sangat kecewa terhadap klub.
“Kalau saya menjadi pemain, saya 100 persen akan membuang medali-medali itu ke tempat sampah,” ujar Keane.
Baca Juga: Baru Jadi Bos Man City, Enzo Maresca Bisa Pergi Jika The Citizens Benar-Benar Terdegradasi
Ia juga menyebut situasi tersebut sebagai bentuk kecurangan dan menilai keberhasilan City pada periode tersebut telah tercoreng.
Komentar Keane muncul sehari setelah Premier League mengumumkan hasil putusan Komisi Independen.
Komisi menyatakan Manchester City bersalah atas seluruh dakwaan yang berkaitan dengan pelanggaran serius aturan finansial selama sembilan musim, dari 2009/10 hingga 2017/18.
City juga dinyatakan bersalah atas tiga dari empat dakwaan terkait kegagalan bekerja sama dengan investigasi Premier League.
Dalam putusannya, komisi menemukan bahwa City menggunakan sejumlah kesepakatan komersial yang disebut sebagai “sham contracts”.
Baca Juga: Badai Finansial Man City Bisa Jadi Berkah untuk MU: Donnarumma dan Anderson Dibidik?
Kesepakatan tersebut dinilai tidak mencerminkan perjanjian sebenarnya dan digunakan untuk menggelembungkan pendapatan serta menekan biaya klub.
Premier League menyebut skema tersebut berdampak lebih dari £900 juta terhadap pencatatan pendapatan dan biaya City selama periode yang diperiksa.
Komisi juga menyatakan klub memberikan laporan keuangan yang tidak mencerminkan kondisi sebenarnya dan secara signifikan melanggar batas pengeluaran Premier League serta UEFA.
Dampaknya terhadap prestasi City tentu menjadi sorotan. Dalam periode 2009 hingga 2018, Manchester City memenangkan delapan trofi, termasuk tiga gelar Premier League. Namun, hingga saat ini belum ada keputusan resmi yang mencabut gelar-gelar tersebut.
Justru di titik inilah komentar Keane perlu ditempatkan secara tepat. Ucapan tentang membuang medali merupakan pendapat pribadi sang mantan pemain, bukan keputusan Premier League mengenai status trofi.
Sanksi untuk Manchester City juga belum ditentukan. Premier League menegaskan bahwa hukuman akan dibahas melalui proses terpisah.
Dalam aturan kompetisi, komisi memiliki berbagai pilihan sanksi, termasuk denda, pengurangan poin, dan sanksi olahraga lainnya. City sendiri masih memiliki hak untuk mengajukan banding atas putusan tersebut hingga 2 Oktober 2026.
Manchester City tetap membantah melakukan pelanggaran dan menyatakan akan menggunakan hak bandingnya.
Baca Juga: Lamine Yamal Mengamuk: 2 Gol, 1 Assist, dan Rekor 66 Tahun Spanyol Akhirnya Pecah!
Reuters melaporkan klub menilai putusan tersebut memiliki kekeliruan dalam aspek hukum maupun fakta. Dengan demikian, proses kasus ini masih jauh dari selesai.
Menariknya, Wayne Rooney mengambil sikap berbeda dari Keane. Mantan striker Manchester United itu mengatakan dirinya tidak ingin menerima gelar Premier League secara retrospektif jika gelar City nantinya dicabut.
Rooney merupakan bagian dari skuad MU yang finis sebagai runner-up di belakang City pada musim 2011/12.
Sementara itu, Keane memilih menyoroti sisi moral dari kontroversi tersebut. Bagi sang legenda MU, persoalannya bukan sekadar siapa yang mengangkat trofi di lapangan, tetapi bagaimana klub menjalankan aturan finansial di balik kesuksesan tersebut.
Kini, perhatian tertuju pada proses sanksi dan banding. Keputusan tersebut nantinya akan menentukan seberapa besar dampak kasus finansial ini terhadap Manchester City dan catatan sejarah mereka.
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Geger! Survei SMRC Ungkap Skor Kepemimpinan Tokoh Nasional, Mahfud MD di Puncak, Gibran Terbawah
- 2Mahfud MD Soroti OTT KPK di BNPB, Dana Bencana Diduga Bermasalah saat Warga Butuh Bantuan
- 3Tiga Hari Lagi! Wajib Halal Berlaku 18 Oktober 2026, Ini Daftar Produk yang Harus Punya Sertifikat
- 4Singgung Asap dan Oksigen, Syahganda Dikritik Pejabat Malaysia! Indonesia Didesak Minta Maaf
- 5Bikin Bangga! Persib Menang atas The Cong-Viettel, Liga Indonesia Kini Tembus 16 Besar Asia
- 6Lille Dihajar Arsenal 0-3, tapi Calvin Verdonk Ukir Rekor Bersejarah untuk Indonesia di Liga Champions!
- 7Tangsel Rapi, DPUPR Banten Mulai Bersihkan Kabel Internet Semrawut di Jalan Aria Putra
- 8Juventus Tak Terima Kalah dari Cristiano Ronaldo! Kasus Gaji Rp190 Miliar Kini Dibawa ke Pengadilan Tertinggi Italia
- 9Mbappe Ukir Sejarah saat Real Madrid Comeback 4-3! Rekor Messi Resmi Terlewati, Golnya Tambah Catatan Gila
- 10Real Madrid Menang Dramatis di Markas Roma, Mourinho Malah Tak Mau Selebrasi: Alasannya Bikin Haru!









