Banten

Yarmolyuk Menanduk Jacquet di Kotak Penalti, Kok Liverpool Malah Tak Dapat Penalti? Ini Aturannya!

Aullia Rachma Puteri | 18 Oktober 2026, 00:23 WIB
Yarmolyuk Menanduk Jacquet di Kotak Penalti, Kok Liverpool Malah Tak Dapat Penalti? Ini Aturannya!
Jeremy Jacquet terkapar usai ditanduk oleh Yehor Yarmoliuk pada laga Liga Inggris di Gtech Community Stadium, Sabtu (17/10/2026) malam WIB. - Action Images via Reuters/Peter Cziborra

AKURAT BANTEN - Liverpool meraih kemenangan dramatis 2-1 atas Brentford pada pekan Premier League 2026/2027. Namun, bukan hanya comeback The Reds yang menjadi sorotan.

Sebuah insiden menjelang akhir babak pertama membuat banyak penonton bertanya-tanya, mengapa Yehor Yarmolyuk mendapat kartu merah setelah melakukan aksi menanduk Jeremy Jacquet di dalam kotak penalti, tetapi Liverpool tidak memperoleh hadiah penalti?

Insiden tersebut terjadi pada masa injury time babak pertama di Gtech Community Stadium, Sabtu (17/10/2026). Saat Liverpool bersiap mengambil sepak pojok, Yarmolyuk terlibat duel fisik dengan Jacquet.

Gelandang Brentford itu kemudian terlihat mengarahkan kepalanya ke arah bek Liverpool hingga Jacquet terjatuh sambil memegangi wajahnya.

Baca Juga: Chelsea Ketar-ketir Tanpa Reece James, 3 Gelandang Ini Masuk Radar Xabi Alonso untuk Januari 2027

Wasit John Brooks awalnya tidak langsung mengeluarkan kartu merah. Namun, setelah mendapat rekomendasi dari Video Assistant Referee (VAR), Brooks pergi ke monitor di pinggir lapangan untuk meninjau ulang kejadian tersebut.

Setelah melihat tayangan ulang, ia menilai Yarmolyuk melakukan tindakan kekerasan dan memberikan kartu merah langsung. Premier League kemudian menjelaskan keputusan tersebut sebagai headbutting action atau tindakan menanduk.

Di sinilah kebingungan muncul. Pelanggaran terjadi di dalam kotak penalti Brentford. Secara sekilas, situasi tersebut tampak seperti pelanggaran yang seharusnya menghasilkan penalti.

Namun, ada satu detail penting yang membuat hukumnya berbeda, yaitu bola belum berada dalam permainan ketika Yarmolyuk melakukan tindakan tersebut.

Baca Juga: Mourinho Blak-blakan soal Vinicius: “Kalau Saya Jadi Dia, Saya Sudah Pergi dari Real Madrid!”

Liverpool ketika itu baru akan mengambil sepak pojok. Artinya, bola masih dalam keadaan mati. Berdasarkan Laws of the Game, tendangan penalti hanya dapat diberikan untuk pelanggaran yang dilakukan ketika bola sedang dalam permainan.

Karena insiden Yarmolyuk dan Jacquet terjadi sebelum bola ditendang dan kembali dimainkan, wasit tidak memiliki dasar untuk memberikan penalti kepada Liverpool.

Meski demikian, status bola yang belum dimainkan bukan berarti pemain bebas melakukan pelanggaran.

Tindakan kekerasan tetap dapat dihukum secara disipliner. Itulah sebabnya Yarmolyuk tetap menerima kartu merah, sementara Liverpool hanya mendapatkan sepak pojok sebagai restart permainan.

Baca Juga: Bruno Fernandes Jadi Beban MU? Legenda Setan Merah Minta Carrick Berani Cadangkan Sang Kapten

Keputusan tersebut semakin menarik karena beberapa menit sebelumnya Liverpool juga sempat mendapatkan penalti yang kemudian dibatalkan setelah VAR melakukan pemeriksaan.

Brooks awalnya menunjuk titik putih setelah Alexis Mac Allister terjatuh dalam duel dengan Dango Ouattara. Namun, tayangan ulang menunjukkan Ouattara lebih dahulu memainkan bola sehingga keputusan penalti dibatalkan.

Brentford kemudian memimpin lebih dahulu melalui sundulan Keane Lewis-Potter. Namun, kartu merah Yarmolyuk mengubah jalannya pertandingan. Bermain dengan 10 orang sejak akhir babak pertama, Brentford kesulitan mempertahankan keunggulan.

Liverpool akhirnya membalikkan keadaan melalui Victor Muñoz pada menit ke-62. Delapan menit kemudian, Alexander Isak mencetak gol kemenangan setelah memanfaatkan situasi serangan yang dibangun Florian Wirtz dan Bradley Barcola.

Baca Juga: Kalah dari IShowSpeed, Eberechi Eze Dihukum Tiru Selebrasi Cristiano Ronaldo! Siap Pamer “Siuuu” di Emirates?

Drama belum berhenti. Brentford kembali kehilangan pemain ketika Vitaly Janelt menerima kartu kuning kedua pada masa injury time. The Bees akhirnya menyelesaikan pertandingan dengan sembilan pemain.

Dengan demikian, kontroversi Yarmolyuk bukanlah soal VAR “lupa” memberikan penalti kepada Liverpool. Kartu merah dan penalti merupakan dua keputusan yang dapat berdiri sendiri karena kondisi hukumnya berbeda.

Yarmolyuk dihukum karena tindakan kekerasan, tetapi karena bola masih mati saat pelanggaran terjadi, Liverpool tidak berhak mendapatkan tendangan penalti.

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.