Banten

Sudah 24 Jam Lebih! Kebakaran Sampah di Pisangan Tangsel Tak Kunjung Padam, Bara Tersembunyi di Kedalaman 3 Meter

Abdurahman | 4 September 2026, 14:58 WIB
Sudah 24 Jam Lebih! Kebakaran Sampah di Pisangan Tangsel Tak Kunjung Padam, Bara Tersembunyi di Kedalaman 3 Meter
Kebakaran Sampah di Pisangan Tangsel Tak Kunjung Padam ditempat Pembuangan Sampah (dok Ist)

AKURAT BANTEN– Kebakaran tumpukan sampah di kawasan Pisangan, Ciputat Timur, Tangerang Selatan (Tangsel), belum juga benar-benar padam setelah berlangsung lebih dari 24 jam.

Api yang sempat berhasil dijinakkan justru kembali muncul pada Jumat (4/9/2026) pagi. Kepulan asap tebal pun masih terlihat di sekitar lokasi, bahkan menyebar hingga ke jalan dan permukiman warga.

Kondisi tersebut membuat petugas pemadam kebakaran harus kembali berjibaku melakukan pendinginan dan pemadaman di lokasi.

Sebanyak delapan unit mobil pemadam kebakaran dengan sekitar 36 personel dikerahkan. Enam unit berasal dari Pemkot Tangerang Selatan, sementara dua unit lainnya merupakan bantuan dari Sudin Gulkarmat Jakarta Selatan.

Lebih dari sekadar api di permukaan, persoalan utama justru berada di balik tumpukan sampah. Bara masih hidup di bagian dalam sehingga api dapat kembali muncul meski permukaan terlihat sudah padam.

Baca Juga: Heboh! Video 11 Detik Kades Lambangsari Beredar, Suami Singgung Politik Jelang Pilkades

Sempat Padam, Api Kembali Berkobar

Kebakaran diketahui mulai terjadi pada Kamis (3/9/2026) sekitar pukul 10.00 WIB.

Petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi sekitar pukul 10.40 WIB dan langsung melakukan penanganan. Api kemudian sempat berhasil dipadamkan pada malam hari.

Namun, kondisi tersebut ternyata belum benar-benar aman.

Pada Jumat pagi, api kembali muncul di sejumlah titik. Petugas pun kembali dikerahkan untuk mengantisipasi kobaran api meluas.

Kapolsek Ciputat Timur Kompol Bambang Askar Sodiq mengatakan api sebelumnya sempat padam sekitar pukul 04.00 WIB, tetapi kemudian kembali menyala.

Kekhawatiran terbesar bukan hanya kobaran api, melainkan asap tebal yang berpotensi mengganggu warga, mengingat lokasi kebakaran berada di dekat kawasan permukiman yang cukup padat.

Baca Juga: Adopsi Teknologi One-Step Fresh Process, Industri Susu Formula Mulai Buka Akses Audit Digital bagi Orang Tua

Api Ternyata Menyala di Kedalaman 3 Meter

Ada alasan mengapa kebakaran tersebut begitu sulit ditaklukkan.

Kabid Operasional Damkar Tangsel Omay Komarudin mengungkapkan tumpukan sampah yang terbakar memiliki karakter seperti lahan gambut. Api tidak hanya berada di permukaan, tetapi juga menyala di bagian bawah timbunan.

Bahkan, titik api ditemukan berada hingga sekitar 3 meter di bawah permukaan.

Kondisi ini membuat penyemprotan air dari atas belum cukup untuk memastikan seluruh bara mati.

Ketika permukaan terlihat padam, bara yang berada jauh di dalam tumpukan masih dapat bertahan dan kemudian memicu munculnya api kembali.

Karena itu, petugas meminta bantuan alat berat dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi (DSDA) untuk mengurai tumpukan sampah.

Langkah tersebut diperlukan agar material yang terbakar dapat dibongkar dan titik api yang tersembunyi bisa dijangkau petugas.

Baca Juga: Bukan Kaleng-Kaleng! 4 Pemain Timnas Indonesia Ramaikan Bundesliga, Serie A, Ligue 1 dan LaLiga

Ada Kayu, Sampah Kering hingga Spring Bed

Material yang terbakar di lokasi bukan hanya sampah biasa.

Di dalam timbunan terdapat berbagai material mudah terbakar, termasuk kayu, sampah kering hingga benda seperti spring bed.

Tumpukan material tersebut kemudian berada di bawah lapisan tanah yang digunakan untuk menguruk lahan kosong.

Kondisi ini membuat proses pemadaman semakin sulit karena air yang disemprotkan dari permukaan tidak otomatis mencapai bara di bagian terdalam.

Ketika api bersembunyi di bawah timbunan, memadamkannya bukan sekadar menyemprotkan air. Tumpukan harus dibongkar agar bara yang tersembunyi benar-benar bisa dijangkau.

Baca Juga: Chelsea Bikin Sejarah! Jual Pemain Rp7 Triliun Lebih, Rekor Transfer Dunia Pecah

Polisi Selidiki Penyebab Kebakaran

Sementara itu, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan polisi.

Damkar Tangsel sebelumnya menduga kebakaran bisa saja dipicu aktivitas pembakaran sampah secara sengaja maupun puntung rokok yang dibuang sembarangan.

Namun, dugaan tersebut belum dapat dipastikan.

Kapolsek Ciputat Timur Kompol Bambang Askar Sodiq menegaskan pihaknya masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui sumber api yang sebenarnya.

Petugas tidak ingin berspekulasi sebelum hasil penyelidikan memberikan kepastian.

Baca Juga: ChatGPT Meledak di Indonesia! Masuk 10 Besar Dunia, OpenAI Ungkap Potensi Besar yang Belum Digali

Asap Tebal Ganggu Warga

Dampak kebakaran juga mulai dirasakan masyarakat sekitar.

Pada Jumat (4/9/2026), asap tampak mengepul tebal di sekitar lokasi kebakaran di Jalan Tarumanegara, depan Kantor Kelurahan Pisangan.

Asap bahkan terlihat menyebar hingga ke jalan. Bau hangus juga tercium di sekitar lokasi dan sejumlah warga terlihat mengenakan masker.

Kondisi tersebut menjadi perhatian karena lokasi kebakaran berada tidak jauh dari permukiman warga.

Polisi sebelumnya menyampaikan kekhawatiran bahwa asap dapat mengganggu masyarakat apabila kebakaran kembali membesar.

Baca Juga: Geger! Pengasuh Ponpes Al-Husna Jepara Sebut Terima MBG Hukumnya Haram, Ini Alasannya

Petugas Berpacu dengan Bara yang Belum Mati

Kebakaran sampah di Pisangan kini bukan sekadar persoalan memadamkan api yang terlihat.

Petugas harus menghadapi bara yang masih bertahan di bawah tumpukan material mudah terbakar.

Dengan pengerahan delapan unit damkar, puluhan personel, serta bantuan alat berat, proses pemadaman terus dilakukan untuk memastikan api tidak kembali muncul.

Hingga Jumat (4/9/2026), polisi masih menyelidiki penyebab kebakaran, sementara petugas pemadam terus berupaya menuntaskan titik-titik api yang tersisa.

Api mungkin terlihat kecil dari permukaan, tetapi bara di bawah tumpukan sampah menjadi tantangan terbesar dalam proses pemadaman.(**)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Abdurahman
Reporter
Abdurahman
Abdurahman