Banten

Abu Letusan Anak Krakatau Sampai ke Tangerang, Warga Diminta Pakai Masker, Ini Dampaknya

Abdurahman | 6 September 2026, 15:48 WIB
Abu Letusan Anak Krakatau Sampai ke Tangerang, Warga Diminta Pakai Masker, Ini Dampaknya
Sebuah tulisan tangan terlihat pada kaca belakang mobil “Awas Debu Krakatau, Pakai Masker” dibuat oleh debu vulkanik yang menempel akibat paparan erupsi Gunung Anak Krakatau. (Dok. Istimewa)

AKURAT BANTEN— Erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda terus menunjukkan dampak yang semakin luas. Abu vulkanik dari aktivitas erupsi bahkan telah mencapai wilayah Tangerang, Banten, membuat warga diminta meningkatkan kewaspadaan dan menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah.

Gunung Anak Krakatau diketahui kembali mengalami erupsi sejak Jumat (4/9/2026). Dalam perkembangannya, sebaran abu vulkanik terbawa angin dan mencapai sejumlah wilayah di Banten, termasuk Tangerang.

Kondisi tersebut membuat masyarakat diminta tidak menganggap remeh paparan abu vulkanik, terutama karena partikelnya dapat mengganggu saluran pernapasan, mata, dan kulit.

Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid membenarkan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau telah mencapai wilayah Kabupaten Tangerang.

Ia bahkan mengaku melihat sendiri adanya material seperti debu yang menempel di sejumlah bagian rumah dan kendaraan pada Minggu (6/9/2026).

Abu vulkanik Krakatau ini dengan erupsinya sampai ke Tangerang. Tadi pagi saya bangun, keluar, ternyata banyak debu di atas genteng, di atas kap mobil dan juga di beberapa tempat.

Pemerintah Kabupaten Tangerang kemudian mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati, terutama ketika melakukan aktivitas di luar ruangan. Penggunaan masker menjadi salah satu langkah perlindungan yang dianjurkan untuk mengurangi risiko menghirup partikel abu vulkanik.

Baca Juga: Bikin Kaget! Andi Widjajanto Sebut Gibran-Anies Berpotensi Bersatu di Pilpres 2029

Abu Vulkanik Meluas, Warga Diminta Kurangi Aktivitas di Luar

Sebaran abu Gunung Anak Krakatau tidak hanya menyasar wilayah pesisir Banten. Laporan pemantauan menunjukkan material vulkanik telah bergerak mengikuti arah angin dan mencapai kawasan yang lebih jauh.

Di Kota Tangerang, sebagian besar wilayah dilaporkan terdampak. Abu bahkan telah mencapai Kecamatan Karang Tengah yang berbatasan langsung dengan Jakarta.

Kondisi tersebut membuat warga di jalur sebaran abu diminta meningkatkan kewaspadaan.

BPBD Kota Tangerang juga berkoordinasi dengan sejumlah instansi, termasuk BMKG, untuk memantau perkembangan sebaran abu vulkanik dan melakukan langkah mitigasi.

BMKG mengimbau masyarakat yang berada di wilayah terdampak agar melindungi mata, menggunakan masker, serta mengurangi aktivitas di luar rumah.

Baca Juga: Gunung Semeru Erupsi Lagi! Kolom Letusan Tembus 1.000 Meter, Warga Diminta Waspada

Bukan Sekadar Debu, Abu Vulkanik Bisa Ganggu Pernapasan

Abu vulkanik yang terlihat seperti debu biasa sebenarnya dapat menimbulkan gangguan kesehatan apabila terhirup atau mengenai bagian tubuh tertentu.

Dinas Kesehatan Tangerang Selatan mengingatkan bahwa abu vulkanik dapat mengganggu kesehatan ketika masuk ke saluran pernapasan maupun mengenai mata dan kulit.

Untuk aktivitas di luar ruangan, masyarakat dianjurkan menggunakan masker. Masker N95 direkomendasikan untuk membantu menyaring partikel kecil, sementara masker medis dapat digunakan apabila N95 tidak tersedia.

Selain masker, warga juga dianjurkan menggunakan pelindung mata dan mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika sebaran abu semakin pekat.

Langkah sederhana ini penting dilakukan, terutama bagi anak-anak, lansia, serta masyarakat yang memiliki aktivitas tinggi di luar rumah.

Baca Juga: BGN Bertindak! SPPG Talangangin Sidoarjo Kena Suspend 30 Hari, Kepala SPPG Diusulkan Dicopot

Dampak Erupsi Anak Krakatau Menjalar ke Penerbangan

Dampak erupsi Anak Krakatau juga terasa sangat kuat di sektor penerbangan.

Sebaran abu vulkanik di udara menyebabkan sejumlah bandara harus menghentikan sementara operasional penerbangan demi keselamatan. Bandara Internasional Soekarno-Hatta di Tangerang termasuk salah satu yang terdampak.

Laporan terbaru menyebut gangguan akibat abu vulkanik telah berdampak pada ratusan penerbangan dan puluhan ribu penumpang. Abu vulkanik dapat menjadi ancaman serius bagi pesawat karena partikel tersebut dapat mengganggu mesin dan sistem penerbangan.

Dengan kondisi tersebut, masyarakat yang hendak bepergian melalui jalur udara diminta memantau informasi terbaru dari maskapai dan pengelola bandara sebelum berangkat.

Baca Juga: Anggaran Dipangkas Rp 30 Triliun, BGN Tetap Targetkan 72,4 Juta Penerima MBG pada 2027

Seberapa Luas Sebaran Abu Anak Krakatau?

Berdasarkan pemantauan PVMBG, VAAC Darwin, serta analisis citra satelit Himawari-9, terdapat dua klaster sebaran abu vulkanik pada pengamatan 5 September 2026 malam.

Klaster pertama berada dari permukaan hingga sekitar 20.000 kaki dan bergerak ke arah tenggara hingga selatan, mencakup sebagian Banten dan Jawa Barat.

Sementara klaster kedua terpantau hingga ketinggian sekitar 50.000 kaki. Sebarannya bergerak ke arah barat daya hingga barat laut dan mencakup sebagian wilayah Banten, Lampung, Bengkulu, hingga perairan di sekitar wilayah tersebut.

Besarnya sebaran inilah yang membuat dampak erupsi Anak Krakatau tidak lagi hanya menjadi persoalan masyarakat di sekitar Selat Sunda.

Baca Juga: BRIN dan BULOG Gunakan Teknologi Nuklir untuk Perpanjang Umur Simpan Beras, Apa Keuntungannya?

Anak Krakatau Masih Berstatus Siaga

Gunung Anak Krakatau saat ini masih berada pada Level III atau Siaga.

Masyarakat maupun wisatawan juga dilarang mendekati kawasan kawah dalam radius tiga kilometer karena masih terdapat potensi bahaya dari aktivitas vulkanik.

Meski demikian, masyarakat diminta tetap tenang dan tidak mudah terpancing informasi yang belum terverifikasi.

Yang paling penting saat ini adalah mengikuti informasi resmi dari PVMBG, BMKG, BNPB, BPBD, serta pemerintah daerah masing-masing.

Baca Juga: BRIN Ungkap Teknologi Sayap Pesawat Masa Depan, Ada Winglet hingga Morphing Wing

Warga Tangerang Diminta Jangan Abaikan Abu Vulkanik

Sampainya abu vulkanik Anak Krakatau ke Tangerang menjadi peringatan bahwa dampak erupsi dapat bergerak jauh mengikuti kondisi atmosfer dan arah angin.

Karena itu, warga yang melihat adanya abu vulkanik di lingkungan sekitar sebaiknya segera mengambil langkah perlindungan.

Gunakan masker saat keluar rumah, lindungi mata, kurangi aktivitas di luar ruangan, dan jangan mengabaikan kondisi udara di sekitar.

Erupsi Gunung Anak Krakatau masih berlangsung sehingga perkembangan sebaran abu dapat berubah sewaktu-waktu. Masyarakat di wilayah terdampak perlu terus memantau informasi resmi dan mengutamakan keselamatan.(**)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Abdurahman
Reporter
Abdurahman
Abdurahman