Banten

Antrean BBM Makassar Mengular, Pertamina Minta Maaf! Ini Langkah Darurat yang Dilakukan

Aullia Rachma Puteri | 15 September 2026, 09:37 WIB
Antrean BBM Makassar Mengular, Pertamina Minta Maaf! Ini Langkah Darurat yang Dilakukan
antre bbm di Makassar, Pertamina minta maaf

AKURAT BANTEN – Pemandangan antrean kendaraan yang mengular di sejumlah SPBU di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, menjadi perhatian publik.

Kondisi tersebut membuat Pertamina Patra Niaga turun tangan dan menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat yang terdampak.

Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Deny Sukendar, menyampaikan bahwa perusahaan memahami ketidaknyamanan yang dirasakan warga akibat antrean panjang.

Pertamina memastikan penanganan terus dilakukan agar layanan pengisian bahan bakar dapat kembali berjalan dengan lebih lancar.

Baca Juga: Antrean BBM di Sumut Dipicu Pemberhentian Massal Sopir Truk Tangki, TNI Bantu Distribusi

Untuk mempercepat pemulihan, Pertamina melakukan sejumlah penyesuaian operasional di lapangan.

Salah satunya dengan memperpanjang jam pelayanan di SPBU tertentu yang mengalami peningkatan antrean.

Perusahaan juga memperkuat pasokan bahan bakar minyak (BBM) ke sejumlah titik.

Penambahan nozzle dan personel pelayanan turut dilakukan agar proses pengisian dapat berlangsung lebih cepat dan kepadatan kendaraan bisa dikurangi.

Baca Juga: BPK Bongkar Struk BBM Dinkes Kota Tangerang Bermasalah Senilai Puluhan Juta Tak Tercatat di SPBU

Langkah lainnya adalah menambah Outlet Satgas Pelayanan BBM.

Keberadaan titik pelayanan tambahan tersebut diharapkan dapat menyebarkan beban permintaan sehingga tidak seluruh kendaraan terkonsentrasi di SPBU tertentu.

Pertamina tidak bekerja sendiri dalam menangani kondisi tersebut. Koordinasi dilakukan bersama pemerintah daerah dan aparat keamanan melalui Satgas Gabungan.

Petugas di lapangan ikut membantu mengatur arus kendaraan dan memastikan proses penyaluran BBM tetap berlangsung secara tertib.

Baca Juga: Pemotor Tabrak Etalase BBM Eceran, Kebakaran Hanguskan Kabel Listrik di Hasyim Ashari Tangerang

Antrean panjang yang terjadi di Makassar bahkan mulai berdampak pada kegiatan masyarakat.

Pemerintah Kota Makassar mengambil sejumlah langkah untuk mengurangi mobilitas warga pada 14 dan 15 September 2026.

Kebijakan tersebut mencakup pelaksanaan pembelajaran secara daring bagi peserta didik PAUD hingga SMP.

Aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkot Makassar juga diminta bekerja dari rumah selama periode tersebut.

Baca Juga: Tak Lolos Uji BPK, Bukti Struk BBM Perjalanan Dinas Disdukcapil Kota Tangerang Tak Tercatat di SPBU

Persoalan antrean BBM juga dikaitkan dengan perubahan pola konsumsi masyarakat.

Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman menyebut perpindahan sebagian pengguna BBM nonsubsidi ke produk subsidi menjadi salah satu faktor yang ikut meningkatkan permintaan.

Perbedaan harga antara BBM nonsubsidi dan subsidi dinilai dapat mendorong sebagian konsumen melakukan perubahan pilihan bahan bakar.

Akibatnya, kebutuhan terhadap BBM subsidi di sejumlah wilayah mengalami peningkatan.

Baca Juga: Harga BBM Pertamina Naik Hari Ini, Pertamax Tembus Rp16.250 per Liter

Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan kemudian meminta adanya perhatian terhadap kecukupan kuota BBM.

Penambahan pasokan atau penyesuaian kuota menjadi salah satu opsi yang diharapkan dapat membantu mengatasi persoalan di lapangan.

Di tengah kondisi tersebut, Pertamina menyebut pelayanan di sejumlah SPBU mulai mengalami perbaikan.

Antrean yang sebelumnya panjang dilaporkan berangsur menurun seiring dengan berbagai langkah penanganan yang dilakukan.

Baca Juga: Harga BBM Pertamina per 1 Juni 2026 Resmi Berubah, Pertamax Turbo Naik hingga Dexlite Turun Rp3.000

Pertamina juga mengimbau masyarakat mengikuti informasi resmi mengenai kondisi SPBU dan ketersediaan BBM.

Pembaruan dilakukan melalui kanal komunikasi perusahaan agar masyarakat dapat memperoleh informasi sebelum menentukan lokasi pengisian.

Perusahaan memastikan evaluasi terus berjalan untuk mencari solusi terhadap persoalan distribusi dan pelayanan.

Pertamina berharap situasi dapat segera kembali normal sehingga aktivitas warga Makassar tidak kembali terganggu akibat antrean panjang di SPBU.

Baca Juga: Pemerintah Lanjutkan WFH 1 Hari per Pekan, Konsumsi BBM Diklaim Turun

Kondisi ini sekaligus menjadi pengingat pentingnya menjaga keseimbangan antara ketersediaan pasokan dan kebutuhan masyarakat.

Koordinasi antara Pertamina, pemerintah daerah, serta aparat diharapkan dapat mencegah terulangnya kepadatan serupa.

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.