Antrean BBM Makassar Bikin Geger, Bahlil Ungkap Ada Tangki Mobil Bisa Tampung 1 Ton!

AKURAT BANTEN – Antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU di Makassar, Sulawesi Selatan, menjadi perhatian pemerintah.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkap kondisi tersebut dipengaruhi oleh meningkatnya penggunaan BBM subsidi serta dugaan penimbunan yang dilakukan dengan kendaraan yang telah dimodifikasi.
Bahlil menjelaskan, terjadi perubahan perilaku konsumen dalam beberapa waktu terakhir.
Sebagian pengguna yang sebelumnya membeli BBM nonsubsidi disebut mulai beralih menggunakan produk bersubsidi.
Baca Juga: Reshuffle Prabowo Bikin Geger! Bukan Cuma Menkeu, Pengamat Soroti Bahlil dan Zulhas
Perubahan tersebut membuat tekanan terhadap ketersediaan BBM subsidi meningkat karena jumlah konsumen yang mengakses produk tersebut bertambah.
Selain peralihan konsumsi, pemerintah juga menemukan indikasi penyalahgunaan BBM subsidi.
Bahlil menyebut aparat kepolisian menemukan kendaraan yang memiliki tangki dengan ukuran tidak wajar.
Modifikasi tersebut diduga dilakukan agar kendaraan dapat mengisi BBM dalam jumlah jauh lebih besar dibandingkan kapasitas standar.
Baca Juga: Bahlil Pastikan B50 Meluncur Juli 2026, Indonesia Siap Kurangi Ketergantungan Impor Diesel
Menurut Bahlil, terdapat mobil hingga truk yang tangkinya telah diperbesar dan mampu menampung ratusan liter BBM.
Bahkan, kapasitas tangki hasil modifikasi tersebut disebut dapat mencapai sekitar 700 liter hingga satu ton.
Kondisi ini menjadi perhatian karena berpotensi mengurangi akses masyarakat terhadap BBM yang memang diperuntukkan bagi kelompok penerima subsidi.
Pemerintah kemudian melakukan koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dan kepolisian untuk mengatasi persoalan tersebut.
Baca Juga: Bahlil Pastikan Tak Ada Pemadaman Listrik, Meski Pasokan Batu Bara PLN Masih Bermasalah
Pengawasan distribusi juga diperkuat agar BBM bersubsidi tidak dimanfaatkan secara berlebihan oleh pihak yang tidak berhak.
Bahlil menyampaikan bahwa kondisi antrean di Makassar mulai menunjukkan perkembangan positif.
Setelah sempat terjadi lonjakan kendaraan dalam beberapa hari, situasi di sejumlah SPBU perlahan kembali terkendali.
Dalam tiga hari sebelum kondisi membaik, antrean kendaraan dilaporkan meningkat hingga lebih dari 50 persen dibandingkan kondisi normal.
Baca Juga: Bahlil Pastikan Harga Pertalite dan LPG 3 Kg Tak Naik, Ini Perintah Langsung Prabowo
Kepadatan tersebut tidak hanya menyulitkan warga yang hendak membeli BBM, tetapi juga berdampak terhadap kelancaran lalu lintas di sekitar SPBU.
Salah satu lokasi yang sebelumnya mengalami kepadatan adalah SPBU di Jalan AP Pettarani, Makassar.
Berdasarkan pemantauan pada Senin pagi, antrean di lokasi tersebut telah jauh berkurang dan hanya menyisakan belasan kendaraan.
Pelayanan kepada konsumen pun dapat berjalan lebih lancar.
Baca Juga: Bahlil Pastikan Harga Pertalite dan LPG 3 Kg Tak Naik, Ini Perintah Langsung Prabowo
Untuk mengendalikan pembelian, pemerintah daerah juga menerapkan sejumlah pengaturan.
Salah satunya adalah mekanisme pembelian berdasarkan nomor polisi kendaraan dengan sistem ganjil-genap.
Sementara itu, kendaraan berukuran besar seperti truk dan bus diarahkan melakukan pengisian BBM pada malam hari.
Kebijakan tersebut diharapkan dapat mengurangi penumpukan kendaraan pada jam-jam sibuk sekaligus menjaga kelancaran arus lalu lintas di sekitar SPBU.
Baca Juga: Indonesia Usul Jadi Pusat Cadangan Minyak ASEAN, Bahlil: Ini Soal Bertahan Hidup
Di sisi lain, Pertamina ikut mengambil langkah untuk mempercepat normalisasi pelayanan.
Penambahan pasokan BBM serta perpanjangan waktu operasional SPBU dilakukan agar kebutuhan masyarakat dapat dilayani dengan lebih baik.
Persoalan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa ketersediaan BBM subsidi tidak hanya bergantung pada jumlah pasokan.
Pemerintah juga perlu memastikan distribusinya tepat sasaran, sementara pengawasan terhadap potensi penimbunan dan perubahan pola konsumsi harus terus diperkuat agar antrean serupa tidak kembali terjadi.
Baca Juga: Indonesia Usul Jadi Pusat Cadangan Minyak ASEAN, Bahlil: Ini Soal Bertahan Hidup
Lembaga riset Institute for Essential Services Reform (IESR) sebelumnya juga menilai penguatan pasokan dan respons cepat diperlukan untuk mengatasi antrean BBM di sejumlah wilayah.
Menurut IESR, langkah darurat perlu dibarengi pembenahan sistem distribusi dan tata kelola subsidi secara lebih menyeluruh.
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Geger! Survei SMRC Ungkap Skor Kepemimpinan Tokoh Nasional, Mahfud MD di Puncak, Gibran Terbawah
- 2Mahfud MD Soroti OTT KPK di BNPB, Dana Bencana Diduga Bermasalah saat Warga Butuh Bantuan
- 3Tiga Hari Lagi! Wajib Halal Berlaku 18 Oktober 2026, Ini Daftar Produk yang Harus Punya Sertifikat
- 4Singgung Asap dan Oksigen, Syahganda Dikritik Pejabat Malaysia! Indonesia Didesak Minta Maaf
- 5Bikin Bangga! Persib Menang atas The Cong-Viettel, Liga Indonesia Kini Tembus 16 Besar Asia
- 6Lille Dihajar Arsenal 0-3, tapi Calvin Verdonk Ukir Rekor Bersejarah untuk Indonesia di Liga Champions!
- 7Tangsel Rapi, DPUPR Banten Mulai Bersihkan Kabel Internet Semrawut di Jalan Aria Putra
- 8Juventus Tak Terima Kalah dari Cristiano Ronaldo! Kasus Gaji Rp190 Miliar Kini Dibawa ke Pengadilan Tertinggi Italia
- 9Mbappe Ukir Sejarah saat Real Madrid Comeback 4-3! Rekor Messi Resmi Terlewati, Golnya Tambah Catatan Gila
- 10Real Madrid Menang Dramatis di Markas Roma, Mourinho Malah Tak Mau Selebrasi: Alasannya Bikin Haru!









