CNG 3 Kg Segera Diuji Coba, Warga Tak Perlu Keluar Uang untuk Beli Tabung, Ini Skemanya

AKURAT BANTEN – Pemerintah tengah menyiapkan langkah baru dalam penyediaan energi rumah tangga melalui program uji coba Compressed Natural Gas (CNG) ukuran 3 kilogram.
Program ini dirancang sebagai alternatif penggunaan LPG 3 kg sekaligus menjadi upaya mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor gas elpiji.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, mengungkapkan bahwa uji coba akan segera dilaksanakan setelah seluruh persiapan teknis selesai.
Salah satu konsep utama yang disiapkan adalah sistem distribusi tabung yang berbeda dengan skema pembelian tabung LPG saat ini.
Baca Juga: PLN Buka Suara soal Tagihan Listrik Naik, ESDM Tegaskan Tarif Tak Berubah Sejak 2017
Dalam mekanisme tersebut, tabung CNG akan menjadi aset milik badan usaha atau penyedia gas.
Dengan demikian, masyarakat tidak dibebani biaya untuk membeli tabung ketika mulai menggunakan CNG.
Pengguna nantinya hanya perlu menukarkan tabung kosong dengan tabung yang telah terisi, seperti pola penukaran yang sudah dikenal pada distribusi LPG.
Skema ini diharapkan mempermudah proses transisi sekaligus mengurangi biaya awal bagi masyarakat.
Selain itu, pemerintah juga tengah menyusun aturan mengenai jumlah tabung yang dapat digunakan setiap rumah tangga.
Regulasi tersebut bertujuan menjaga distribusi tetap merata dan memastikan penyaluran energi berlangsung tepat sasaran.
Sebelum diterapkan secara luas, aspek keamanan menjadi fokus utama pemerintah.
Seluruh komponen, mulai dari kekuatan tabung, katup pengaman hingga sistem distribusi, akan melewati serangkaian pengujian agar memenuhi standar keselamatan penggunaan di lingkungan rumah tangga.
Program CNG 3 kg merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk meningkatkan pemanfaatan gas bumi domestik.
Selama ini sebagian besar kebutuhan LPG nasional masih dipenuhi melalui impor sehingga berdampak pada tingginya beban subsidi dan pengeluaran devisa negara.
Melalui pemanfaatan cadangan gas dalam negeri, pemerintah berharap pasokan energi rumah tangga menjadi lebih berkelanjutan sekaligus mampu menekan ketergantungan terhadap produk impor.
Namun demikian, implementasi program akan dilakukan secara bertahap setelah hasil uji coba menunjukkan tingkat keamanan dan keandalan yang sesuai standar.
Baca Juga: Raja Ampat Terancam Rusak Karena Tambang Nikel, Begini Respon Menteri ESDM Bahlil Lahadalia
Apabila seluruh tahapan berjalan lancar, CNG 3 kg berpotensi menjadi pilihan baru bagi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan energi rumah tangga tanpa harus mengeluarkan biaya tambahan untuk memiliki tabung sendiri.
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Geger! Survei SMRC Ungkap Skor Kepemimpinan Tokoh Nasional, Mahfud MD di Puncak, Gibran Terbawah
- 2Mahfud MD Soroti OTT KPK di BNPB, Dana Bencana Diduga Bermasalah saat Warga Butuh Bantuan
- 3Tiga Hari Lagi! Wajib Halal Berlaku 18 Oktober 2026, Ini Daftar Produk yang Harus Punya Sertifikat
- 4Bikin Bangga! Persib Menang atas The Cong-Viettel, Liga Indonesia Kini Tembus 16 Besar Asia
- 5Singgung Asap dan Oksigen, Syahganda Dikritik Pejabat Malaysia! Indonesia Didesak Minta Maaf
- 6Juventus Tak Terima Kalah dari Cristiano Ronaldo! Kasus Gaji Rp190 Miliar Kini Dibawa ke Pengadilan Tertinggi Italia
- 7Lille Dihajar Arsenal 0-3, tapi Calvin Verdonk Ukir Rekor Bersejarah untuk Indonesia di Liga Champions!
- 8Tangsel Rapi, DPUPR Banten Mulai Bersihkan Kabel Internet Semrawut di Jalan Aria Putra
- 9Mbappe Ukir Sejarah saat Real Madrid Comeback 4-3! Rekor Messi Resmi Terlewati, Golnya Tambah Catatan Gila
- 10Real Madrid Menang Dramatis di Markas Roma, Mourinho Malah Tak Mau Selebrasi: Alasannya Bikin Haru!








