Banten

Reshuffle Prabowo Bikin Geger! Bukan Cuma Menkeu, Pengamat Soroti Bahlil dan Zulhas

Aullia Rachma Puteri | 15 September 2026, 06:50 WIB
Reshuffle Prabowo Bikin Geger! Bukan Cuma Menkeu, Pengamat Soroti Bahlil dan Zulhas
prabowo dikritik tidak ganti Bahlil dan Zulhas

AKURAT BANTEN – Pergantian Menteri Keuangan dari Purbaya Yudhi Sadewa kepada Suahasil Nazara masih menjadi perbincangan.

Reshuffle yang dilakukan Presiden Prabowo Subianto itu dinilai belum sepenuhnya menjawab kebutuhan evaluasi terhadap jajaran Kabinet Merah Putih.

Suahasil resmi dilantik sebagai Menteri Keuangan di Istana Negara, Jakarta, pada Senin, 14 September 2026.

Sebelumnya, ia menduduki posisi Wakil Menteri Keuangan dan memiliki pengalaman panjang dalam bidang kebijakan fiskal.

Baca Juga: Geruduk Kementerian ATR/BPN, Massa AKAMSI Tuntut Transparansi HGB Sanur

Keputusan tersebut sekaligus mengakhiri masa Purbaya sebagai orang nomor satu di Kementerian Keuangan.

Purbaya sebelumnya dipercaya memimpin kementerian tersebut sejak September 2025.

Langkah Presiden Prabowo mengganti Purbaya kemudian mendapat sorotan dari pengamat komunikasi politik Universitas Esa Unggul, M. Jamiluddin Ritonga.

Ia menilai perubahan yang dilakukan pemerintah masih terbatas karena hanya menyentuh satu posisi strategis.

Baca Juga: Prabowo Terima Wakil Menteri Perang AS di Istana, Ini yang Dibahas soal Indonesia-Amerika

Menurut Jamiluddin, publik sebelumnya berharap reshuffle dapat menjadi momentum untuk melakukan penilaian yang lebih menyeluruh terhadap kinerja para pembantu Presiden.

Karena itu, penggantian Menteri Keuangan saja dianggap belum cukup untuk disebut sebagai evaluasi kabinet secara komprehensif.

Ia bahkan menilai ada sejumlah menteri lain yang semestinya ikut menjadi bahan pertimbangan.

Dua nama yang disorot adalah Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia serta Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan.

Baca Juga: Mengejutkan, Kabinet Bayangan Resmi Diluncurkan Ini Daftar 15 Tokoh yang Jadi Menteri

Pandangan tersebut merupakan penilaian pribadi pengamat dan tidak berarti pemerintah telah menetapkan kedua pejabat tersebut memiliki persoalan kinerja.

Hingga kini, tidak ada pengumuman resmi dari Presiden Prabowo mengenai rencana mengganti Bahlil ataupun Zulkifli Hasan.

Jamiluddin juga menilai reshuffle seharusnya tidak hanya berfokus pada sektor ekonomi.

Menurutnya, evaluasi dapat diperluas ke bidang politik dan penegakan hukum apabila pemerintah memang ingin melakukan pembenahan kabinet secara menyeluruh.

Baca Juga: Mengejutkan, Kabinet Bayangan Resmi Diluncurkan Ini Daftar 15 Tokoh yang Jadi Menteri

Istilah “tambal sulam” pun digunakan untuk menggambarkan reshuffle tersebut.

Kritik itu muncul karena perubahan hanya dilakukan pada posisi tertentu, sementara sejumlah nama lain yang menurut pengamat juga layak dievaluasi masih tetap berada dalam pemerintahan.

Di tengah polemik tersebut, Suahasil kini menghadapi pekerjaan berat sebagai Menteri Keuangan.

Ia harus menjaga stabilitas pengelolaan APBN sekaligus memastikan kebijakan fiskal dapat menopang agenda pemerintahan Prabowo.

Baca Juga: Bakal Dicopot Prabowo Agustus Ini? Menteri Dody: 'Ampun Bos!'

Pengalaman Suahasil di Kementerian Keuangan menjadi salah satu alasan dirinya dipercaya mengisi posisi tersebut.

Sebelum menjadi Menkeu, ia pernah menjabat sebagai Kepala Badan Kebijakan Fiskal dan Wakil Menteri Keuangan.

Pergantian ini juga berlangsung ketika pemerintah menghadapi tantangan ekonomi, mulai dari menjaga kepercayaan pasar hingga memastikan kondisi fiskal tetap terkendali.

Karena itu, kinerja Suahasil dalam beberapa waktu ke depan akan menjadi perhatian.

Baca Juga: Aisyah Zakiyyah Disorot usai Diangkat Jadi Komisaris PT PP, Dikaitkan dengan Menteri PU Dody Hanggodo

Di sisi politik, kritik mengenai luasnya reshuffle menunjukkan bahwa pergantian Menteri Keuangan belum mengakhiri perdebatan mengenai komposisi Kabinet Merah Putih.

Apakah Prabowo akan melakukan perubahan lanjutan atau mempertahankan susunan yang ada masih menjadi kewenangan penuh Presiden.

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.