Banten

Diresmikan Presiden Prabowo, Benarkah Pembangunan Museum Marsinah Pakai Dana APBN? Bos Buruh Buka Suara

Abdurahman | 16 Mei 2026, 22:03 WIB
Diresmikan Presiden Prabowo, Benarkah Pembangunan Museum Marsinah Pakai Dana APBN? Bos Buruh Buka Suara
Presiden Prabowo Resmikan Museum Ibu Marsinah di Nganjuk, Simbol Penghormatan bagi Perjuangan Buruh (Foto: Setneg)

AKURAT BANTEN— Anggapan bahwa gerakan buruh selalu diidentikkan dengan aksi turun ke jalan dan kondisi finansial yang serba terbatas, seketika runtuh.

Berdiri megah di atas lahan seluas 938,6 meter persegi di Desa Nglundo, Sukomoro, Kabupaten Nganjuk, Museum Ibu Marsinah dan Rumah Singgah kini resmi berdiri kokoh menjadi simbol baru kemandirian kaum pekerja Indonesia.

Tak main-main, peresmian museum yang mencatat sejarah kelam sekaligus perjuangan heroik pahlawan buruh nasional ini dihadiri dan diresmikan langsung oleh Presiden RI Prabowo Subianto pada Sabtu (16/5/2026).

Kehadiran orang nomor satu di Indonesia tersebut menjadi bukti nyata penghormatan tertinggi negara terhadap dedikasi almarhumah Marsinah.

Namun, di balik kemegahan arsitektur bangunan yang menelan biaya fantastis hingga Rp3,8 miliar tersebut, sebuah isu hangat berembus di tengah masyarakat.

Muncul pertanyaan besar yang memicu perdebatan: Benarkah proyek mercusuar ini didanai oleh uang rakyat melalui APBN atau APBD?

Baca Juga: MERINDING! Ketegangan Memuncak, Arab Saudi Mengamuk Usai Menteri Israel Nekat Kibarkan Bendera di Masjid Al-Aqsa: 'Provokasi Keji!:

Satu Rupiah Pun Tak Menyentuh Uang Negara!

Mendengar kasak-kusuk dan spekulasi yang mulai liar di media sosial, Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Andi Gani Nena Wea, langsung pasang badan.

Dengan gaya bicaranya yang lugas namun tetap tenang, bos buruh tersebut meluruskan informasi demi menjaga akurasi publik.

Andi Gani menegaskan bahwa proyek yang berhasil dirampungkan dalam waktu kilat—yakni 4,5 bulan saja—ini murni lahir dari kantong mereka sendiri.

Langkah mandiri ini, lanjut Andi Gani, sengaja diambil bukan tanpa alasan.

KSPSI ingin memberikan tamparan keras bagi stigma negatif yang selama ini melekat pada komunitas buruh.

Jangan melihat buruh itu selalu susah, buruh itu selalu sulit. Buruh punya kemampuan yang sangat mandiri. Kita buktikan hari ini Presiden datang, kita mampu membangun museum yang cukup sangat megah, tambahnya dengan nada penuh kebanggaan usai mendampingi Presiden Prabowo meninjau museum.

Baca Juga: Status Tersangka Memanas, Roy Suryo Bongkar Strategi Gugat Ijazah Jokowi Lewat KIP: 'Bukan Bikinan Pasar Pramuka!'

Membongkar Gurita Bisnis Koperasi Buruh Beraset Triliunan

Bagi masyarakat awam, mengumpulkan uang tunai sebesar Rp3,8 miliar dalam hitungan bulan tentu terdengar mustahil jika hanya mengandalkan iuran sukarela.

Namun, di sinilah letak kejutan besarnya. Kekuatan finansial di balik museum ini ternyata bersumber dari raksasa ekonomi tersembunyi: Koperasi Buruh.

Andi Gani secara blak-blakan membongkar dapur finansial organisasi yang dipimpinnya.

Siapa sangka, jaringan koperasi yang dikelola oleh para buruh di bawah naungan KSPSI AGN telah menggurita dan memiliki nilai aset yang bikin geleng-geleng kepala.

Melalui ekosistem ekonomi mandiri yang sehat inilah, para buruh berhasil menyisihkan sebagian keuntungan usaha mereka untuk membangun "monumen hidup" bagi sang mentor perjuangan, Marsinah.

Baca Juga: Prabowo Resmikan Museum Marsinah di Nganjuk, Simbol Penghormatan bagi Pejuang Buruh Indonesia

Fasilitas Mewah dan Rumah Singgah Gratis untuk Para Peziarah

Pilihan lokasi pembangunan museum ini juga menyimpan cerita emosional yang mendalam.

Bangunan didirikan tepat di sebelah timur rumah masa kecil Marsinah.

Menurut sang kakak kandung, Marsini, tanah tersebut adalah tempat sakral di mana ari-ari Marsinah ditanam saat lahir ke dunia.

Selain berfungsi sebagai ruang pameran yang menyimpan barang-barang ikonik peninggalan almarhumah—seperti sepeda ontel tua yang menemaninya bekerja—kompleks ini juga dilengkapi fasilitas Rumah Singgah.

Baca Juga: Resmikan Museum Marsinah, Prabowo Tegaskan Pentingnya Keadilan Kaum Buruh

Menariknya, fasilitas penginapan sementara ini dibangun murni karena rasa empati yang besar terhadap nasib sesama buruh.

Kini, Museum Ibu Marsinah telah dibuka untuk masyarakat umum setiap hari mulai pukul 10.00 hingga 17.00 WIB secara cuma-cuma.

Pemerintah Kabupaten Nganjuk berharap, kehadiran museum megah beraset mandiri ini tidak hanya menjadi tempat bernostalgia dengan masa lalu, tetapi juga bertransformasi menjadi destinasi wisata edukasi (outdoor learning) bagi generasi muda untuk mempelajari arti penting dari sebuah perjuangan hak asasi manusia.(**)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Abdurahman
Reporter
Abdurahman
Abdurahman