Banten

HIMNI Periode 2026-2031 Resmi Dilantik, Djarot Sulistio Wisnubroto Pimpin Perluasan Pemanfaatan Nuklir

David Amanda | 15 Agustus 2026, 20:43 WIB
HIMNI Periode 2026-2031 Resmi Dilantik, Djarot Sulistio Wisnubroto Pimpin Perluasan Pemanfaatan Nuklir
HIMNI Periode 2026-2031 Resmi Dilantik, Djarot Sulistio Wisnubroto Pimpin Perluasan Pemanfaatan Nuklir - Istimewa

AKURAT BANTEN - Himpunan Masyarakat Nuklir Indonesia (HIMNI) resmi mengukuhkan kepengurusan baru periode 2026-2031. Di bawah kepemimpinan Ketua Umum Djarot Sulistio Wisnubroto, organisasi ini membawa misi memperluas pemanfaatan teknologi nuklir ke berbagai sektor di Indonesia.

Pengukuhan sekaligus penyampaian program kerja berlangsung di Aula PT Intergy, TBIC-BRIN. Djarot menekankan bahwa teknologi nuklir harus dikenal tidak hanya di kalangan ilmuwan, tetapi juga dipahami secara luas oleh masyarakat.

Menurutnya, tujuan utama HIMNI adalah mendorong pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi nuklir agar semakin merata di tanah air.

Baca Juga: Jangan Keliru! Ini Perbedaan Mendasar Santet, Tenung, dan Pelet yang Jarang Diketahui

"Tujuan utama itu bagaimana pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi nuklir makin luas di Indonesia. Kedua, kita juga membantu banyak pihak mengenal apa itu nuklir," ujar Djarot pada Sabtu, 13 Agustus 2026.

Ia menambahkan, HIMNI siap membantu pemerintah dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai teknologi nuklir, khususnya saat muncul kebijakan terkait pemanfaatannya.

Untuk mewujudkan target tersebut, HIMNI akan memperkuat kelembagaan dengan meningkatkan jumlah anggota dan memperluas cabang di berbagai daerah.

Baca Juga: Efek Domino Piala Dunia 2026: Julian Alvarez Jadi Rebutan Klub Elit Eropa

"Kita ingin menambah jumlah anggota, menambah jumlah cabang di daerah, dan membuat cabang organisasi anak muda di daerah," katanya.

Saat ini HIMNI sudah memiliki cabang di Banten, Jawa Barat, Jakarta, Kalimantan Barat, dan Yogyakarta. Organisasi ini berencana memperluas jaringan ke wilayah lain, termasuk Bangka.

Djarot menegaskan bahwa keanggotaan HIMNI bersifat terbuka. Siapa saja yang tertarik pada teknologi nuklir dapat bergabung, tanpa harus memiliki latar belakang ilmiah atau pendidikan khusus di bidang nuklir.

Baca Juga: Prediksinya 100 Persen Akurat! Sosok di Balik Strategi Hukum Jokowi Hadapi Tudingan Ijazah Palsu

"Pokoknya suka dengan nuklir bisa jadi anggota. Tidak harus seorang profesor atau dokter nuklir," tegasnya.

Ia berharap semakin banyak masyarakat, khususnya generasi muda, memahami teknologi nuklir sehingga citranya tidak semata-mata dikaitkan dengan senjata.

HIMNI justru mendorong pemanfaatan nuklir untuk tujuan damai di bidang kesehatan, pertanian, pangan, lingkungan, industri, dan energi.

"Goal-nya tidak hanya PLTN. Bagaimana pemanfaatan teknologi nuklir itu bisa lebih luas," tuturnya.

Baca Juga: Gila-gilaan! Bruno Fernandes Diguyur Mega Transfer Arab Dan Eropa, Manchester United Langsung Kunci Jawaban!

Teknologi ini juga dapat digunakan untuk mengukur tingkat polusi serta mendeteksi kerusakan pada benda atau struktur melalui metode uji tak merusak.

Menurut Djarot, Indonesia sebenarnya sudah memiliki banyak sumber daya manusia yang sehari-hari memanfaatkan teknologi nuklir. Namun, sebagian dari mereka belum teridentifikasi sebagai bagian dari komunitas nuklir.

Oleh karena itu, HIMNI periode 2026-2031 akan fokus membangun basis keanggotaan yang lebih solid sekaligus mengajak berbagai pemangku kepentingan untuk terlibat, baik sebagai anggota maupun pengurus.

"Kita ingin menyusun keanggotaan yang kuat, termasuk mengajak banyak pemangku kepentingan yang berpengaruh untuk terlibat atau bisa jadi pengurus atau anggota HIMNI," pungkasnya. ***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.