Banten

512 Santri Diduga Keracunan Menu MBG, BGN Suspend SPPG Kalitengah 30 Hari

Viona Sebastian Nolani | 3 September 2026, 08:20 WIB
512 Santri Diduga Keracunan Menu MBG, BGN Suspend SPPG Kalitengah 30 Hari
BGN menjatuhkan sanksi kepada SPPG Kalitengah, Tanggulangin, Sidoarjo, Jawa Timur, menyusul kasus dugaan keracunan MBG di Ponpes Manba'ul Hikam. - (Threads/vivinsy24)

AKURAT BANTEN - Badan Gizi Nasional (BGN) menjatuhkan sanksi tegas kepada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalitengah, Tanggulangin, Sidoarjo, Jawa Timur, menyusul dugaan keracunan yang dialami 512 santri Pondok Pesantren (Ponpes) Manba’ul Hikam setelah menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG).

Sanksi yang diberikan berupa penghentian sementara operasional dapur SPPG selama 30 hari.

BGN juga mengusulkan pergantian kepala SPPG sebagai tindak lanjut atas insiden yang terjadi pada Senin, 1 September 2026, sore hingga malam hari tersebut.

Kasus dugaan keracunan itu sebelumnya menjadi perhatian publik setelah sejumlah video ambulans menjemput para santri beredar di media sosial.

Baca Juga: Karhutla Sumsel Belum Usai, 11 Titik Api Terdeteksi dan 67,06 Hektare Lahan Masih Dipantau

Deputi Pemantauan dan Pengawasan BGN Ketut Sumeda mengatakan pihaknya menjatuhkan suspend berat terhadap SPPG Kalitengah. Operasional dapur tersebut dihentikan sementara selama 30 hari.

“Kami juga melakukan suspend berat, dengan kategori berat, selama 30 hari terhadap SPPG Sidoarjo, Tanggulangin," ujar Deputi Pemantauan dan Pengawasan BGN Ketut Sumeda dalam keterangan pers pada Rabu, 2 September 2026.

Selain menghentikan operasional dapur, BGN juga mengusulkan agar kepala SPPG diganti.

“Kami juga mengusulkan kepala SPPG tersebut untuk dicopot dan digantikan. Kita akan fokus dengan penyelamatan kesehatan anak-anak kita ini di beberapa rumah sakit,” lanjutnya.

Baca Juga: Gunung Sinabung Erupsi, Status Naik Jadi Siaga: Warga Diminta Waspada

Ketut mengatakan Kepala BGN Sudaryono telah berkomunikasi dengan sejumlah pihak terkait, termasuk kepala daerah dan pimpinan Ponpes Manba’ul Hikam.

BGN juga melakukan penyelidikan internal untuk mengetahui penyebab dugaan keracunan yang dialami para santri setelah mengonsumsi menu MBG.

“Kemudian, kami juga melakukan tindakan-tindakan internal, pertama, investigasi dengan dinas kesehatan terkait dan hasilnya nanti akan kita umumkan apa yang menyebabkan keracunan,” terangnya.

Ketut mengungkapkan sebanyak 512 santri Ponpes Manba’ul Hikam menjadi korban dalam insiden dugaan keracunan tersebut.

Baca Juga: Sisa Kuota Internet Tak Boleh Hangus! Pemerintah Larang Operator Seluler Hapus Kuota Pelanggan

Sebagian korban masih menjalani perawatan di rumah sakit.

“Yang masih dilakukan perawatan sekitar 80 orang dan sudah keluar dari rumah sakit yang dicatatkan sembuh sebanyak 312 orang,” paparnya.

Sebelumnya, para santri mendapatkan penanganan medis di delapan rumah sakit di wilayah Sidoarjo.

Rumah sakit tersebut meliputi RSUD Notopuro Sidoarjo, RS Siti Hajar, RSU Aisyiyah Siti Fatimah, RS Delta Surya, RS Pusura, RS Pusdik Bhayangkara Porong, RS Arafah Anwar Medika, dan RS Anwar Medika.

Baca Juga: Baru Diresmikan, Jembatan Gantung Pongpet Pangandaran Ambruk, Puluhan Orang Terjatuh

Pihak Ponpes Manba’ul Hikam memastikan para santri telah mendapatkan penanganan medis dengan baik.

Sebagian besar santri yang kondisinya membaik juga telah diperbolehkan kembali ke pondok.

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.