Banten

BRIN Ungkap Teknologi Sayap Pesawat Masa Depan, Ada Winglet hingga Morphing Wing

Viona Sebastian Nolani | 6 September 2026, 13:23 WIB
BRIN Ungkap Teknologi Sayap Pesawat Masa Depan, Ada Winglet hingga Morphing Wing
Peneliti BRIN: Teknologi Sayap dan Ekor Pesawat Terus Berevolusi - brin.go.id

AKURAT BANTEN - Riset teknologi sayap pesawat terus berkembang dengan fokus utama meningkatkan efisiensi aerodinamika.

Salah satu inovasi yang dikembangkan adalah desain winglet, yaitu bagian ujung sayap yang dibuat melengkung ke atas untuk mengurangi hambatan udara sekaligus membantu menghemat konsumsi bahan bakar.

Pengembangan teknologi sayap menjadi bagian dari proses penyempurnaan desain dan komponen pesawat sejalan dengan kemajuan industri penerbangan.

Tidak hanya bagian sayap, teknologi pada ekor pesawat juga terus ditingkatkan karena kedua komponen tersebut memiliki peran penting terhadap efisiensi, stabilitas, dan keselamatan penerbangan.

Baca Juga: BRIN Ungkap Cara Satelit Deteksi Karhutla di Indonesia Hanya dalam 30 Menit, Begini Sistemnya

Hal itu disampaikan Peneliti Ahli Muda Pusat Riset Teknologi Penerbangan (PRTP) BRIN, Danartomo Kusumoaji, saat memberikan pemaparan kepada siswa MTs Raudhatussa’adah di Kawasan Sains dan Teknologi (KST) Jacob Salatun, Rumpin, Bogor, Rabu (2/9).

Menurutnya, pengembangan material komposit berbobot ringan seperti serat karbon juga terus dilakukan untuk menekan berat pesawat tanpa mengurangi kekuatan struktur.

Para peneliti turut mengembangkan konsep sayap adaptif atau morphing wing yang memungkinkan bentuk sayap berubah sesuai dengan tahapan penerbangan, mulai dari lepas landas, terbang jelajah, hingga mendarat.

“Dengan teknologi adaptif, bentuk sayap dapat disesuaikan dengan kondisi penerbangan sehingga kinerja pesawat dapat lebih optimal. Pengembangan teknologi juga dilakukan pada bagian ekor pesawat untuk meningkatkan stabilitas dan kendali. Ekor pesawat umumnya terdiri atas sirip tegak atau ekor vertikal yang berfungsi menjaga arah pesawat serta stabilizer atau ekor horizontal yang membantu mengatur gerak naik dan turun,” ujar Danartomo.

Baca Juga: Dinkes Kota Tangerang Siagakan Fasyankes Pasca Erupsi Gunung Anak Krakatau Meluas

Ia menjelaskan, sayap dan ekor menjadi dua komponen utama yang mendukung aspek keselamatan dalam penerbangan. Sayap bertugas menghasilkan gaya angkat berdasarkan prinsip aerodinamika, sementara bagian ekor membantu mempertahankan arah serta kestabilan pesawat selama mengudara.

Peningkatan desain sayap dan ekor kini juga didukung oleh teknologi digital melalui simulasi komputer serta pengujian menggunakan terowongan angin. Dengan metode tersebut, peneliti dapat menguji, mengevaluasi, dan menyempurnakan rancangan sebelum memasuki tahap produksi sehingga penelitian dapat dilakukan lebih efektif sekaligus mengurangi potensi kegagalan.

Ke depan, Danartomo berharap inovasi teknologi pada sayap dan ekor pesawat mampu memberikan peningkatan pada efisiensi sekaligus keselamatan penerbangan. Pengembangan tersebut juga diharapkan ikut mendorong lahirnya teknologi penerbangan yang lebih ramah terhadap lingkungan.

“Penggunaan material ringan, desain aerodinamis, serta teknologi adaptif menjadi kunci untuk menekan konsumsi bahan bakar dan emisi. Pengembangan tersebut sejalan dengan tuntutan industri dirgantara global yang semakin mengarah pada penerbangan berkelanjutan,” ujarnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.