Banten

KAI Ungkap Hasil 55 Hari Pakai B50, Emisi Kereta Api Turun hingga 9.000 Ton

Viona Sebastian Nolani | 8 September 2026, 14:36 WIB
KAI Ungkap Hasil 55 Hari Pakai B50, Emisi Kereta Api Turun hingga 9.000 Ton
Ilustrasi perjalanan kereta api. - dok PT KAI

AKURAT BANTEN - Minat masyarakat menggunakan kereta api sebagai moda transportasi terus menunjukkan peningkatan.

Sepanjang Januari hingga Agustus 2026, layanan KA Jarak Jauh dan KA Lokal KAI tercatat telah melayani lebih dari 40,3 juta pelanggan.

Tingginya mobilitas penumpang tersebut mendorong KAI untuk terus menghadirkan inovasi guna menciptakan operasional kereta api yang lebih efisien dan berkelanjutan.

Salah satu langkah yang dilakukan adalah menerapkan bahan bakar campuran biodiesel B50 pada sarana kereta api yang menggunakan mesin diesel.

Baca Juga: Gunung Anak Krakatau Keluarkan Abu Vulkanik, Ini Kondisi Terbaru Layanan DAMRI di Jabodetabek hingga Lampung

Penerapan B50 mulai dilakukan sejak 1 Juli 2026 untuk mendukung operasional KA Jarak Jauh dan KA Lokal yang dikelola KAI.

Kebijakan ini menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam mengoptimalkan penggunaan energi sekaligus berkontribusi pada upaya menekan emisi karbon di sektor transportasi.

Dalam periode Januari hingga Agustus 2026, KA Jarak Jauh dan KA Lokal KAI tercatat menggunakan sebanyak 172.228.585 liter bahan bakar.

Berdasarkan perhitungan, jumlah tersebut setara dengan sekitar 4,27 liter bahan bakar untuk setiap pelanggan yang dilayani, sehingga menunjukkan besarnya kebutuhan energi untuk menunjang mobilitas jutaan pelanggan KAI.

Baca Juga: Promo DAMRI 9.9 Diskon 20 Persen, Tiket ke 12 Kota Kini Lebih Murah

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menyampaikan bahwa efisiensi energi menjadi salah satu aspek penting dalam pengembangan operasional perusahaan.

Menurutnya, sebagai moda transportasi yang memiliki peran besar dalam mobilitas masyarakat, KAI terus menghadirkan inovasi agar layanan kereta api semakin efisien dan sesuai dengan kebutuhan transportasi masa depan, termasuk dengan memanfaatkan bahan bakar yang berkontribusi terhadap pengurangan emisi.

Komitmen KAI tersebut mulai memberikan hasil positif. Selama 55 hari pertama penerapan B50, yakni sejak 1 Juli hingga 24 Agustus 2026, penggunaan bahan bakar campuran biodiesel dalam operasional kereta api KAI diperkirakan berhasil menekan emisi sekitar 9.000 ton CO₂e.

Penerapan program B50 juga sejalan dengan strategi nasional untuk meningkatkan pemanfaatan energi yang berasal dari sumber daya dalam negeri sekaligus mengurangi emisi karbon. Mengacu pada data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, penerapan B50 secara nasional diproyeksikan dapat mengurangi emisi hingga sekitar 44,46 juta ton CO₂.

Langkah KAI dalam meningkatkan efisiensi energi tidak hanya dilakukan melalui penggunaan B50. Pada 2025, konsumsi energi KAI tercatat turun 15,39 persen, dari sebelumnya 11.945.467 GJ menjadi 10.107.302 GJ, sementara intensitas penggunaan energi per pelanggan pada periode yang sama juga mengalami penurunan hingga 22 persen.

Selain menghemat konsumsi energi, KAI terus meningkatkan penggunaan energi terbarukan dengan memasang 113 unit Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) yang tersebar di 92 lokasi. Total kapasitas PLTS tersebut mencapai 4.430,65 kWp dan turut memberikan kontribusi terhadap pengurangan emisi lebih dari 5.000 ton CO₂ setiap tahun.

Anne menambahkan bahwa transformasi energi merupakan bagian dari langkah KAI untuk membangun layanan transportasi berbasis rel yang semakin berkelanjutan. Melalui efisiensi energi, pemanfaatan sumber energi terbarukan, serta peningkatan kualitas operasional, KAI terus berupaya menghadirkan perjalanan yang mampu memenuhi kebutuhan mobilitas masyarakat sekaligus lebih siap menghadapi tantangan transportasi pada masa mendatang.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.