Banten

Gunung Anak Krakatau Erupsi, Pelanggan KAI Tak Perlu Cemas? Begini Kondisi Perjalanan Kereta Api

Viona Sebastian Nolani | 8 September 2026, 14:39 WIB
Gunung Anak Krakatau Erupsi, Pelanggan KAI Tak Perlu Cemas? Begini Kondisi Perjalanan Kereta Api
Ilustrasi perjalanan kereta api. - Publikasi KAI

AKURAT BANTEN - Aktivitas Gunung Anak Krakatau saat ini menjadi perhatian publik.

Meski demikian, pelanggan KAI tidak perlu cemas karena operasional perjalanan kereta api hingga kini masih berlangsung aman dan terkendali.

KAI terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan situasi serta berkoordinasi dengan sejumlah instansi terkait, seperti Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta Badan Geologi Kementerian ESDM melalui Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).

Mengacu pada laporan BMKG, erupsi Gunung Anak Krakatau pada 4 September 2026 pukul 22.03 WIB terdeteksi oleh stasiun seismograf dengan amplitudo maksimum mencapai 19 mm dan berlangsung selama sekitar 29 detik.

Baca Juga: KAI Ungkap Hasil 55 Hari Pakai B50, Emisi Kereta Api Turun hingga 9.000 Ton

Sampai 5 September 2026 pukul 10.30 WIB, BMKG menyatakan belum ada peningkatan muka air laut yang signifikan sebagai dampak dari aktivitas Gunung Anak Krakatau tersebut.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan bahwa aspek keselamatan menjadi prioritas utama dalam setiap perjalanan kereta api.

Karena itu, KAI secara berkelanjutan memantau berbagai kondisi yang berpotensi berdampak terhadap operasional sekaligus memperkuat koordinasi dengan pihak berwenang.

Berbagai aspek keselamatan terus diperiksa, mulai dari kesiapan sarana dan prasarana, kondisi jalur kereta api, hingga koordinasi petugas di lapangan.

Baca Juga: Gunung Anak Krakatau Keluarkan Abu Vulkanik, Ini Kondisi Terbaru Layanan DAMRI di Jabodetabek hingga Lampung

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan pelanggan tetap dapat bepergian dengan aman dan nyaman, sementara seluruh perjalanan kereta api hingga saat ini masih berjalan sesuai jadwal.

Layanan KA Bandara juga tetap beroperasi dengan menyesuaikan kondisi terbaru di lapangan. KAI terus menjalin komunikasi dengan pihak terkait agar layanan transportasi menuju bandara tetap mendukung mobilitas masyarakat, termasuk apabila terjadi perubahan pada operasional penerbangan.

Anne menambahkan, kesiapan KAI dalam menghadapi potensi gangguan didukung oleh sejumlah prosedur keselamatan. Prosedur tersebut mencakup pemantauan operasional, mitigasi risiko, koordinasi antarunit kerja, serta kesiapan petugas dalam menghadapi berbagai kemungkinan situasi.

Melalui langkah antisipasi tersebut, KAI berkomitmen menjaga perjalanan kereta api tetap berjalan lancar sekaligus memberikan rasa aman kepada pelanggan. Masyarakat juga diminta tetap tenang dan mengikuti informasi terbaru melalui kanal resmi KAI, BMKG, maupun PVMBG.

Dengan demikian, pelanggan yang sudah memiliki rencana bepergian menggunakan kereta api tetap dapat melakukan perjalanan dengan aman. KAI akan terus memantau perkembangan kondisi Gunung Anak Krakatau dan mengutamakan keselamatan agar perjalanan pelanggan tetap nyaman hingga tiba di tujuan.

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.