Banten

Anak Krakatau Kembali Bergejolak, 3 Gunung Api Lain di Indonesia Juga Meletus

Viona Sebastian Nolani | 9 September 2026, 15:02 WIB
Anak Krakatau Kembali Bergejolak, 3 Gunung Api Lain di Indonesia Juga Meletus
Ilustrasi Gunung Anak Krakatau. - Dok. Situs Magma Kementerian ESDM

AKURAT BANTEN - Gunung Anak Krakatau kembali mengalami erupsi pada Rabu pagi, 9 September, di tengah aktivitas vulkanik yang masih berlangsung di kawasan Selat Sunda, Indonesia.

Erupsi terbaru ini terjadi setelah sejumlah letusan sebelumnya sempat berdampak pada aktivitas penerbangan di beberapa wilayah Indonesia bagian barat.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Indonesia (PVMBG) mencatat erupsi Gunung Anak Krakatau berlangsung pada pukul 00.47 waktu setempat selama 28 detik.

Erupsi tersebut tercatat memiliki amplitudo seismik maksimum mencapai 51 milimeter, sementara tinggi kolom letusan tidak dapat teramati.

Baca Juga: Gunung Anak Krakatau Erupsi dan Terdengar Dentuman, BRIN Ungkap Fakta soal Potensi Tsunami

Di sisi lain, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melaporkan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau terdeteksi melalui analisis citra satelit Himawari-9 pada pukul 07.00 WIB.

Berdasarkan hasil pemantauan tersebut, abu vulkanik diperkirakan mencapai ketinggian hingga 7.000 kaki atau sekitar 2.134 meter.

Arah pergerakan abu vulkanik menuju barat laut dan mencakup sebagian wilayah Teluk Lampung.

"Masyarakat, khususnya yang berada di sekitar Lampung Selatan, diimbau untuk tetap waspada, tidak panik, dan mengikuti informasi resmi dari BMKG, PVMBG, Badan Geologi, dan pemerintah daerah," demikian bunyi unggahan terbaru mereka di media sosial.

Baca Juga: Bandara Soetta Ditutup, 7 Mahasiswi Malah Kena Tipu Rp5,8 Juta, Polisi Turun Tangan

Erupsi pada Rabu tersebut terjadi setelah Gunung Anak Krakatau tercatat mengalami tiga kali letusan pada Selasa.

Sebelumnya, gunung api yang berada di Selat Sunda itu juga mengalami fase erupsi berkelanjutan selama sekitar 25 jam.

Aktivitas tersebut dimulai pada Jumat pukul 23.07 waktu setempat dan kemudian mereda tidak lama setelah tengah malam pada Minggu.

Gunung Anak Krakatau berada di Selat Sunda, tepatnya di antara Pulau Jawa dan Pulau Sumatra.

Saat ini, status Gunung Anak Krakatau masih berada pada Level III atau Siaga, yang merupakan level tertinggi kedua dalam sistem peringatan gunung api empat tingkat di Indonesia.

Pihak berwenang juga mengingatkan masyarakat bahwa kemungkinan terjadinya erupsi lanjutan masih cukup tinggi.

Selain Anak Krakatau, PVMBG turut melaporkan aktivitas erupsi dari tiga gunung api lain di Indonesia pada Rabu.

Gunung Semeru di Jawa Timur tercatat mengalami erupsi pada pukul 00.15 dan kembali meletus pada pukul 05.11.

Dalam dua kejadian tersebut, ketinggian kolom letusan Gunung Semeru tidak dapat diamati.

Sementara itu, Gunung Ili Lewotolok di Nusa Tenggara Timur mengalami tiga kali erupsi pada pukul 05.03, 05.56, dan 09.51.

Erupsi Gunung Ili Lewotolok menghasilkan kolom abu dengan ketinggian sekitar 400 hingga 600 meter di atas puncak.

Material abu vulkanik tersebut kemudian bergerak mengikuti arah angin menuju barat laut dan barat.

Gunung Ibu di Maluku Utara juga tercatat mengalami dua kali erupsi pada Rabu, masing-masing pada pukul 05.27 dan 09.19.

Kolom abu dari erupsi Gunung Ibu mencapai ketinggian sekitar 400 meter dan 600 meter di atas puncak.

Abu vulkanik Gunung Ibu kemudian bergerak ke arah timur laut dan timur.

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.