Banten

Bikin Merinding! Jejak Terakhir 5 Jurnalis Sebelum Hilang Kontak di Anak Krakatau Mulai Terungkap

Abdurahman | 13 September 2026, 15:11 WIB
Bikin Merinding! Jejak Terakhir 5 Jurnalis Sebelum Hilang Kontak di Anak Krakatau Mulai Terungkap
Tim SAR gabungan melakukan operasi hari kelima pencarian lima jurnalis dan tiga awak kapal hilang kontak saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau, Sabtu,12/9/2026(Sumber: KompasTV/Yudha)

AKURAT BANTEN — Niat menjalankan tugas jurnalistik untuk meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau berubah menjadi operasi pencarian besar-besaran.

Lima jurnalis bersama tiga awak kapal hingga kini masih dicari setelah hilang kontak di perairan Selat Sunda, Banten.

Mereka berangkat menggunakan speedboat Arupadhatu 1 dari Dermaga Pagedongan, Carita, Pandeglang, pada Senin, 7 September 2026.

Di tengah pencarian yang terus dilakukan, sejumlah jejak komunikasi terakhir mulai menjadi perhatian.

Ada titik lokasi yang sempat dibagikan. Ada komunikasi yang tiba-tiba terputus. Dan beberapa jam kemudian, sebuah foto Gunung Anak Krakatau sempat dikirim dari rombongan.

Potongan-potongan informasi inilah yang kini menjadi bagian penting untuk membantu tim SAR mengungkap keberadaan mereka.

Baca Juga: Mengejutkan! Home Industry Sinte Senilai Rp1 Miliar Terbongkar di Tangsel, 4 Tersangka Ditangkap

Lima Jurnalis Berangkat untuk Meliput Anak Krakatau

Kelima jurnalis tersebut yakni M. Bagus Khoirunnas dari ANTARA, Ari Basuki dari Merdeka.com, Yudistiro Pranoto dari iNews, Firman Daus dari Anadolu Agency, serta Donal, jurnalis lepas.

Mereka berada dalam satu rombongan bersama tiga awak, yakni Warta sebagai kapten kapal, Surakman sebagai ABK, dan Heriyanto sebagai pemandu.

Rombongan berangkat sekitar pukul 14.00 WIB dari Dermaga Pagedongan, Carita, dengan tujuan kawasan Gunung Anak Krakatau untuk melakukan peliputan aktivitas gunung api tersebut.

Awalnya tidak ada tanda bahwa perjalanan tersebut akan berakhir menjadi operasi SAR.

Namun, sekitar 42 menit setelah keberangkatan, komunikasi dengan rombongan mulai menjadi persoalan.

Baca Juga: Gila! Marc Márquez Taklukkan Bezzecchi di Misano, Persaingan Juara MotoGP Makin Panas

Pukul 14.42 WIB, Titik Lokasi Sempat Dibagikan

Salah satu jejak penting terjadi sekitar pukul 14.42 WIB.

Saat itu, Bagus sempat berkomunikasi dengan rekannya, Abay, seorang jurnalis di Lampung. Dalam komunikasi tersebut, lokasi rombongan sempat dibagikan.

Data yang dihimpun dari kronologi pencarian menunjukkan posisi terakhir berada di kawasan perairan Selat Sunda, sebelum komunikasi kemudian terputus.

Sekitar pukul 15.04 WIB, komunikasi dengan rombongan tidak lagi dapat dilakukan.

Pesan maupun panggilan berikutnya tidak mendapatkan respons seperti sebelumnya.

Sejak saat itu, keberadaan kapal dan delapan orang di dalamnya menjadi tanda tanya.

Satu titik lokasi, satu komunikasi terakhir, dan satu foto dari sekitar Anak Krakatau kini menjadi kepingan penting dalam misteri hilangnya lima jurnalis bersama tiga awak kapal.

Baca Juga: Bikin Tegang! Tim SAR Temukan 2 Life Jacket dan Helm Proyek, Jejak 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda Mulai Terkuak?

Jejak Berikutnya Muncul dari Foto Anak Krakatau

Meski komunikasi dengan rombongan sebelumnya telah terputus, pada sekitar pukul 18.13 WIB, masih muncul jejak komunikasi dari Heriyanto, pemandu yang berada di kapal.

Ia sempat mengirimkan foto yang memperlihatkan kawasan Gunung Anak Krakatau.

Foto tersebut menjadi salah satu petunjuk yang mendapat perhatian karena menunjukkan bahwa rombongan setidaknya sempat mencapai kawasan sekitar gunung api tersebut setelah meninggalkan Carita.

Namun, foto itu belum menjawab pertanyaan terbesar:

Di mana posisi kapal setelah itu?

Dan yang tak kalah penting, apa yang terjadi setelah foto tersebut dikirim?

Dua pertanyaan itu masih menjadi bagian dari pencarian tim SAR.

Baca Juga: Identitas Terungkap! Mayat Pria yang Mengambang di Muara Kali Terate Ternyata Eman, Polisi Masih Selidiki Penyebab Kematian

Keluarga Menunggu Kabar di Tengah Ketidakpastian

Bagi keluarga, setiap pesan dan informasi mengenai perjalanan tersebut memiliki arti yang jauh lebih besar.

Keluarga para jurnalis terus menunggu kabar mengenai kondisi orang-orang yang mereka cintai.

Informasi mengenai komunikasi terakhir kini menjadi salah satu bagian yang terus diperhatikan karena dapat membantu menggambarkan pergerakan rombongan sebelum benar-benar kehilangan kontak.

Sementara itu, tim SAR tidak hanya menyisir satu titik.

Pencarian terus diperluas berdasarkan evaluasi lapangan, kondisi perairan, serta kemungkinan perubahan posisi kapal akibat arus.

Baca Juga: Persija vs Persib Memanas! Gol Dramatis Ivan Mamut Bawa Macan Kemayoran Menang 2-1

Titik Pencarian Terus Berubah

Dalam perkembangan terbaru, lokasi terakhir lima jurnalis dan tiga kru kapal menjadi perhatian tim pencarian.

Salah satu informasi menyebut keberadaan rombongan sempat terdeteksi di sekitar Pulau Sebesi. Di sisi lain, operasi SAR juga terus menyisir kawasan sekitar Gunung Anak Krakatau dan perairan Selat Sunda.

Pada hari keenam pencarian, fokus operasi diarahkan ke perairan sebelah selatan Gunung Anak Krakatau. Tim SAR mengerahkan sejumlah kapal untuk melakukan penyisiran di sektor yang telah ditentukan berdasarkan evaluasi operasi sebelumnya.

Pencarian juga diperluas ke wilayah perairan Jawa Barat sebagai langkah antisipasi apabila korban atau kapal terbawa arus.

Polda Jawa Barat bahkan meminta masyarakat nelayan dan jajaran terkait untuk ikut memantau kemungkinan adanya korban yang terbawa arus hingga memasuki perairan Jawa Barat.

Baca Juga: Heboh di KRL Manggarai-Bogor! Wanita Bawa Kamper, Marah-marah dan Bikin Satu Gerbong Geger

Temuan Benda Belum Menjawab Misteri

Dalam operasi pencarian, tim SAR sempat menemukan sejumlah benda di laut, termasuk pelampung dan helm.

Namun, temuan tersebut belum memberikan kepastian mengenai keberadaan lima jurnalis dan tiga awak kapal.

Dengan demikian, benda-benda yang ditemukan belum dapat dijadikan bukti bahwa rombongan berada di lokasi tersebut. Pencarian masih terus dilakukan.

Kondisi ini membuat setiap informasi mengenai jejak terakhir menjadi sangat penting.

Mulai dari titik lokasi yang sempat dibagikan, komunikasi yang terputus pada sore hari, hingga foto Gunung Anak Krakatau yang dikirim beberapa jam kemudian.

Semuanya kini menjadi bagian dari rangkaian informasi yang sedang ditelusuri.

Baca Juga: Bikin Deg-Degan! 3 Senjata Persija Siap Hancurkan Persib, Nadeo dan Jeremejeff Jadi Ancaman Serius

Harapan Keluarga Belum Padam

Hilangnya lima jurnalis dan tiga awak kapal bukan sekadar persoalan angka dalam sebuah operasi SAR.

Di baliknya ada keluarga yang menunggu, rekan kerja yang berharap, dan dunia jurnalistik yang menantikan kabar mengenai keselamatan para pewarta tersebut.

Sementara tim SAR terus bergerak di tengah luasnya perairan Selat Sunda, keluarga hanya bisa berharap pencarian segera menemukan titik terang.

Jejak terakhir memang mulai terungkap. Namun, keberadaan lima jurnalis dan tiga awak kapal masih menjadi misteri.

Operasi pencarian pun terus berlanjut dengan harapan terbesar: mereka dapat segera ditemukan dan seluruh keluarga mendapatkan kabar yang selama ini dinantikan.(**)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Abdurahman
Reporter
Abdurahman
Abdurahman