Pesawat CN235 TNI AL Temukan Life Craft Korban KM Virgo Transport 8

AKURAT BANTEN - TNI Angkatan Laut mengerahkan pesawat CN235-220 Maritime Patrol Aircraft (MPA) dengan nomor lambung P-8301 untuk mendukung operasi pencarian dan pertolongan korban MV Virgo Transport 8 yang tenggelam di perairan Laut Jawa.
Pesawat tersebut berasal dari Skuadron 800 Wing Udara 2 Puspenerbal dan melaksanakan misi pemantauan udara dalam operasi SAR.
Penerbangan SAR tersebut dipimpin langsung oleh Komandan Skuadron Udara 800 Wing Udara 2 Puspenerbal Letkol Laut (P) Candra Wira.
Pelaksanaan misi tersebut juga dihadiri oleh Komandan Wing Udara 2 Puspenerbal Kolonel Laut (P) Oscar Johanes Novie.
Baca Juga: TNI AL Evakuasi 114 Korban KM Virgo Transport 8, 129 Masih Dicari
Saat menjalankan pemantauan dari udara, pesawat P-8301 berhasil mendeteksi MV Virgo Transport 8 dalam keadaan tenggelam dan terbalik.
Tim udara juga menemukan beberapa life craft atau sekoci keselamatan milik Kapal Virgo Transport 8 yang mengapung di sekitar lokasi kejadian.
Sekoci-sekoci tersebut diketahui berisi sejumlah penumpang yang berhasil bertahan hidup.
Dua life craft terpantau berada berdekatan dan terdapat beberapa orang di dalamnya yang terlihat memberikan tanda meminta pertolongan.
Baca Juga: TNI AL Amankan 23,68 Juta Batang Rokok dalam Penindakan di Pontianak
Selain itu, tim udara menemukan satu life craft lain yang terpisah dalam kondisi kosong.
Satu life craft lainnya juga terlihat dalam keadaan terbalik.
Informasi mengenai posisi life craft yang membawa para survivor tersebut kemudian segera diteruskan untuk mempercepat proses pertolongan.
Evakuasi selanjutnya akan dilakukan oleh unsur helikopter maupun kapal perang yang berada di sekitar lokasi.
Komandan Wing Udara 2 Puspenerbal Kolonel Laut (P) Oscar Johanes Novie menyampaikan bahwa pengerahan unsur udara Puspenerbal menjadi langkah cepat dan responsif untuk memastikan koordinasi operasi pertolongan berlangsung optimal.
Misi tersebut sekaligus menunjukkan kesiapan Puspenerbal dalam melakukan deteksi dan pemantauan kondisi darurat secara real-time.
Data yang diperoleh dari udara menjadi informasi penting bagi unsur SAR di lapangan, termasuk untuk mendukung proses evakuasi menggunakan helikopter.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari kesiapsiagaan Puspenerbal dalam mendukung operasi kemanusiaan melalui kemampuan patroli maritim udara.
Kemampuan tersebut mencakup deteksi, pemantauan, serta penyampaian informasi situasi secara cepat di wilayah perairan Indonesia sesuai arahan Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali dalam Apel Siaga TNI AL 2026.
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Geger! Survei SMRC Ungkap Skor Kepemimpinan Tokoh Nasional, Mahfud MD di Puncak, Gibran Terbawah
- 2Mahfud MD Soroti OTT KPK di BNPB, Dana Bencana Diduga Bermasalah saat Warga Butuh Bantuan
- 3Tiga Hari Lagi! Wajib Halal Berlaku 18 Oktober 2026, Ini Daftar Produk yang Harus Punya Sertifikat
- 4Singgung Asap dan Oksigen, Syahganda Dikritik Pejabat Malaysia! Indonesia Didesak Minta Maaf
- 5Bikin Bangga! Persib Menang atas The Cong-Viettel, Liga Indonesia Kini Tembus 16 Besar Asia
- 6Lille Dihajar Arsenal 0-3, tapi Calvin Verdonk Ukir Rekor Bersejarah untuk Indonesia di Liga Champions!
- 7Tangsel Rapi, DPUPR Banten Mulai Bersihkan Kabel Internet Semrawut di Jalan Aria Putra
- 8Juventus Tak Terima Kalah dari Cristiano Ronaldo! Kasus Gaji Rp190 Miliar Kini Dibawa ke Pengadilan Tertinggi Italia
- 9Mbappe Ukir Sejarah saat Real Madrid Comeback 4-3! Rekor Messi Resmi Terlewati, Golnya Tambah Catatan Gila
- 10Real Madrid Menang Dramatis di Markas Roma, Mourinho Malah Tak Mau Selebrasi: Alasannya Bikin Haru!








