Banten

Liverpool Jangan Salah Langkah! Bradley Barcola Rp2,8 Triliun Bisa Jadi Mesin Gol jika Diberi Kebebasan

Aullia Rachma Puteri | 29 Agustus 2026, 23:28 WIB
Liverpool Jangan Salah Langkah! Bradley Barcola Rp2,8 Triliun Bisa Jadi Mesin Gol jika Diberi Kebebasan
Bradley Barcola pemain PSG yang diincar Liverpool pada bursa transfer musim panas 2026. - AFP/FRANCK FIFE

AKURAT BANTEN - Liverpool semakin dekat mengamankan Bradley Barcola dari Paris Saint-Germain. Winger Timnas Prancis tersebut diproyeksikan menjadi salah satu wajah baru lini serang The Reds setelah klub mencapai kesepakatan transfer dengan PSG yang nilainya bisa mencapai 120 juta poundsterling atau sekitar Rp2,8 triliun.

Perkembangan terbaru bahkan menunjukkan Liverpool telah menyelesaikan kesepakatan senilai hingga 123 juta poundsterling.

Paket tersebut terdiri dari 106 juta poundsterling sebagai biaya awal dan 17 juta poundsterling dalam bentuk bonus. Barcola dijadwalkan menjalani tes medis sebelum transfernya resmi tuntas.

Angka tersebut membuat Barcola menjadi salah satu pembelian termahal dalam sejarah Liverpool. Karena itu, muncul satu pekerjaan penting bagi pelatih baru Andoni Iraola, yaitu memastikan pemain berusia 23 tahun itu ditempatkan di posisi yang mampu mengeluarkan seluruh potensinya.

Baca Juga: MU Tebus Carlos Baleba Rp1,1 Triliun, Carrick Langsung Ungkap Kualitas yang Bikin The Red Devils Berbunga-Bunga

Dan ada satu hal yang sebaiknya tidak dilakukan Liverpool: memaksa Barcola bermain sebagai winger kanan.

Barcola Paling Berbahaya dari Kiri

Barcola memang bukan pemain yang sepenuhnya asing dengan posisi kanan. Ia pernah bermain sebanyak 22 kali di sisi tersebut bersama PSG dan menghasilkan empat gol serta delapan assist.

Namun, posisi terbaiknya tetap berada di sektor kiri. Dari sana, Barcola dapat menggunakan kaki kanannya untuk menusuk ke dalam, mencari ruang tembak, atau berhadapan langsung dengan bek lawan.

Karakter tersebut membuatnya sangat cocok dengan kebutuhan Liverpool setelah kepergian Mohamed Salah dan Luis Diaz. Kecepatan, kemampuan menggiring bola, serta keberaniannya melakukan penetrasi dari sisi kiri merupakan senjata yang selama ini kurang dimiliki The Reds.

Baca Juga: Hull City Ramaikan Perburuan Toby Collyer, Manchester United Siap Melepas Permanen

Barcola juga bukan sekadar pemain yang mengandalkan kecepatan. Pada musim lalu, ia mencatat 21 kontribusi gol di seluruh kompetisi bersama PSG. Di Ligue 1, ia berada di posisi ketiga dalam kombinasi expected goals dan expected assists per 90 menit.

Liverpool Jangan Mengulang Kesalahan PSG

Situasi Barcola di PSG sebenarnya menjadi salah satu alasan mengapa transfer ini terjadi. Kedatangan sejumlah pemain ofensif baru membuat persaingan di lini depan PSG semakin ketat.

Barcola bahkan sempat kehilangan tempat dalam skuad Luis Enrique pada awal musim ini. Padahal, selama tiga musim di Paris, ia telah mencatat 152 penampilan, 39 gol, dan 37 assist serta membantu PSG memenangkan dua gelar Liga Champions.

Liverpool tentu tidak ingin investasi besar tersebut berakhir dengan persoalan yang sama.

Baca Juga: Bruno Fernandes Bongkar Rahasia Pergantian Kapten MU: Sikap Harry Maguire Bikin Semuanya Berubah

The Reds mendatangkan Barcola bukan untuk sekadar menambah jumlah pemain di lini depan. Ia diharapkan menjadi salah satu pusat serangan baru setelah era Salah berakhir.

Karena itu, Iraola harus menciptakan sistem yang memberi Barcola ruang untuk melakukan hal yang paling dikuasainya, yaitu menerima bola di kiri, menghadapi bek secara langsung, kemudian memotong ke dalam atau menyerang ruang di belakang pertahanan.

Persaingan dengan Gakpo dan Ngumoha

Kedatangan Barcola otomatis memengaruhi pemain Liverpool lainnya. Cody Gakpo, Rio Ngumoha, dan Victor Munoz merupakan beberapa pemain yang juga dapat beroperasi di sisi kiri.

Gakpo bahkan sebelumnya dikaitkan dengan kemungkinan meninggalkan Liverpool. Manchester City dan Tottenham Hotspur disebut memantau situasinya, meski belum ada kepastian bahwa pemain asal Belanda itu akan dijual.

Baca Juga: Bukan Lewis Hall, MU Bidik Bek Timnas Belanda! Ian Maatsen Jadi Solusi Baru di Old Trafford

Barcola sendiri kemungkinan menjadi pilihan utama di kiri jika mampu beradaptasi dengan cepat. Iraola tinggal menentukan bagaimana pemain lain disusun agar tidak mengorbankan keseimbangan tim.

Masalah lain adalah sisi kanan Liverpool. The Reds masih membutuhkan winger kanan alami setelah kepergian Salah. Kondisi tersebut bisa menggoda Iraola untuk memindahkan Barcola ke kanan. Namun, keputusan itu harus dipertimbangkan matang-matang.

Memainkan Barcola di kanan mungkin memberikan solusi sementara, tetapi berpotensi mengurangi kekuatan terbaiknya.

Liverpool telah mengeluarkan lebih dari 100 juta poundsterling untuk mendapatkan sang pemain. Tidak masuk akal jika mereka kemudian memaksanya bermain di posisi yang membuat kemampuan terbaiknya justru berkurang.

Baca Juga: Drama Enzo Fernandez Makin Panas! Dicoret Chelsea, Manchester City Siapkan Langkah Terakhir

Beban Harga Rp2,8 Triliun

Transfer sebesar ini tentu membawa tekanan. Barcola akan datang sebagai salah satu pemain termahal dalam sejarah Liverpool dan otomatis mendapat sorotan besar sejak hari pertama.

Namun, harga tersebut juga mencerminkan kualitas yang diharapkan Liverpool. Barcola masih berusia 23 tahun dan telah mengoleksi pengalaman besar bersama PSG serta Timnas Prancis.

Tugas Iraola sekarang bukan membuat Barcola menjadi pemain lain. Justru sebaliknya, sang pelatih harus membangun sistem yang memungkinkan Barcola menjadi versi terbaik dirinya sendiri.

Liverpool sudah mengeluarkan uang dalam jumlah fantastis. Jangan sampai kesalahan penempatan posisi membuat investasi Rp2,8 triliun itu kehilangan taringnya.

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.