Chelsea Ingin Xabi Alonso, Tapi Risiko Besarnya Mulai Dibicarakan

AKURAT BANTEN - Keinginan Chelsea F.C. untuk membangun ulang proyek mereka musim depan tampaknya mulai mengarah kepada satu nama besar yang sedang naik daun di dunia kepelatihan Eropa, yakni Xabi Alonso.
Mantan gelandang elegan milik Liverpool F.C. dan Real Madrid tersebut kini masuk dalam daftar teratas calon pelatih baru Chelsea setelah klub asal London itu kembali mengalami pergantian pelatih dalam waktu singkat.
Situasi di Stamford Bridge memang kembali menjadi sorotan setelah Chelsea memutus kerja sama dengan Liam Rosenior hanya beberapa bulan setelah penunjukannya.
Sebelumnya, Enzo Maresca juga gagal bertahan lama setelah meninggalkan kursi pelatih pada Januari lalu. Pergantian pelatih yang terlalu sering membuat Chelsea kembali terlihat seperti klub yang masih mencari arah di tengah proyek besar yang mereka bangun bersama pemilik baru.
Baca Juga: Xabi Alonso Bisa Tolak Chelsea Jika Tak Diberi Kendali Penuh di Stamford Bridge
Dalam kondisi seperti itu, nama Xabi Alonso dianggap sangat menarik karena ia dinilai memiliki kemampuan membangun identitas permainan yang kuat sekaligus cocok dengan filosofi sepak bola modern yang diinginkan Chelsea.
Keberhasilannya bersama Bayer 04 Leverkusen membuat reputasinya meningkat drastis dalam beberapa tahun terakhir, bahkan banyak pihak mulai menyebutnya sebagai salah satu pelatih muda terbaik di Eropa saat ini.
Namun di balik antusiasme tersebut, mulai muncul pula kekhawatiran mengenai potensi masalah yang bisa terjadi jika Chelsea tidak benar-benar siap memberikan dukungan penuh kepada Alonso.
Mantan striker Chelsea, Jimmy Floyd Hasselbaink, menjadi salah satu sosok yang paling keras mengingatkan risiko tersebut.
Baca Juga: Dari Wonderkid Jadi Bintang Utama, Lamine Yamal Kini Wajah Baru Barcelona
Dalam wawancaranya bersama Sky Sports News, Hasselbaink menegaskan bahwa Alonso adalah pelatih dengan karakter dan prinsip kuat yang ingin mengatur tim sesuai visinya sendiri.
“Masalahnya, dia ingin melatih dengan caranya sendiri dan merasa para pemain harus mengikuti dirinya,” ujar Hasselbaink.
Pernyataan itu langsung memunculkan pembahasan menarik mengenai apakah Chelsea benar-benar siap menyerahkan kendali penuh kepada seorang pelatih.
Selama beberapa musim terakhir, Chelsea memang dikenal memiliki struktur olahraga yang cukup rumit sejak era BlueCo dimulai.
Baca Juga: Manchester City Belum Menyerah, Perebutan Gelar Premier League Kini Makin Gila
Perekrutan pemain yang sangat aktif sering kali terlihat lebih dikendalikan manajemen dibanding kebutuhan pelatih di lapangan.
Situasi itu membuat beberapa proyek kepelatihan sebelumnya sulit berkembang secara maksimal karena tidak adanya kesinambungan antara visi pelatih dan arah klub.
Padahal karakter Alonso justru dikenal sangat detail dalam membangun tim. Ia bukan tipe pelatih yang sekadar menerima skuad yang sudah tersedia, melainkan ingin terlibat langsung dalam pengembangan taktik, perekrutan pemain, hingga pembangunan mental tim.
Karena itulah, banyak pengamat menilai keberhasilan Alonso di Chelsea nantinya akan sangat bergantung pada seberapa besar dukungan yang diberikan manajemen klub.
Baca Juga: Final FA Cup Jadi Penentuan! Chelsea Punya Kesempatan Ubah Musim yang Nyaris Gagal
Selain itu, tantangan lain yang menunggu Alonso adalah kondisi skuad Chelsea yang masih dipenuhi pemain muda dengan pengalaman terbatas.
Meski memiliki banyak talenta berbakat seperti Cole Palmer dan Levi Colwill, Chelsea beberapa kali terlihat kehilangan kontrol ketika menghadapi pertandingan besar maupun tekanan tinggi di akhir musim.
Situasi tersebut membuat Alonso diperkirakan membutuhkan waktu dan dukungan besar untuk benar-benar membentuk Chelsea sesuai gaya permainannya.
Terlebih lagi, tekanan di Premier League selalu jauh lebih besar dibanding liga lain karena ekspektasi publik Inggris terhadap klub besar seperti Chelsea hampir tidak pernah memberi ruang kesabaran yang panjang.
Baca Juga: Musim Paling Gila Arsenal! Rekor Berjatuhan, Final Liga Champions di Depan Mata
Kini Chelsea memang terlihat sangat tertarik kepada Xabi Alonso, tetapi pertanyaan besarnya adalah apakah klub benar-benar siap berubah demi sang pelatih.
Sebab jika Chelsea kembali setengah hati dalam mendukung proyek baru mereka, risiko kegagalan bukan hanya akan merusak masa depan Alonso di Stamford Bridge, tetapi juga membuat The Blues kembali terjebak dalam siklus pergantian pelatih yang selama ini justru menjadi masalah terbesar mereka sendiri.
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Kortastipidkor Bareskrim Polri Selidiki Tiga Modus Rekayasa Pasokan Energi PLTU yang Merugikan Negara Triliunan Rupiah
- 2Gaji PNS 2027 Tak Disinggung Prabowo, PNS Diduga Kembali Gigit Jari Tidak Dapat Kenaikan Gaji, Sama Seperti Pensiunan
- 3HIMNI Periode 2026-2031 Resmi Dilantik, Djarot Sulistio Wisnubroto Pimpin Perluasan Pemanfaatan Nuklir
- 4Fakta di Balik 'Gaji Rp700 Ribu per Kilo': Siapa Sebenarnya Ibu Susana yang Disebut Presiden Prabowo?
- 5Upah Pengupas Bawang Disebut Rp700 Ribu, Fakta di Lapangan Bikin Publik Terkejut, Mau Ikutan Kupas Bawang?
- 6Kopi Nalar Dorong Dialog Terbuka di Tengah Penolakan Warga atas Rencana PLTS 311 Hektare
- 7Gaji Pembawa Baki Bendera Celine Olivia Beda? Segini Honor Paskibraka 2026, Istilahnya Bukan Gajian
- 8MU Tumbang 2-4 dari AC Milan, Michael Carrick Tetap Tenang Jelang Hadapi Hull City
- 9Ijazah SMA Gibran Kembali Dipertanyakan, Pernyataan Loyalis Jokowi Bikin Polemik Makin Panas
- 10Bikin Guru Terharu, Celine dari Pontianak Dipercaya Bawa Baki Merah Putih di Istana







