Banten

Mourinho Kembali, Real Madrid Langsung Berubah! Rahasia 2 Bulan Sang Pelatih Menaklukkan Ruang Ganti El Real

Aullia Rachma Puteri | 31 Agustus 2026, 02:54 WIB
Mourinho Kembali, Real Madrid Langsung Berubah! Rahasia 2 Bulan Sang Pelatih Menaklukkan Ruang Ganti El Real
Pelatih Real Madrid, Jose Mourinho, saat memberikan instruksi kepada pemainnya dalam laga persahabatan menghadapi Schalke 04 di Stadion Veltins Arena, Gelsenkirchen, Jerman, Minggu (16/8/2026). REAL MADRID.

AKURAT BANTEN - Jose Mourinho tampaknya tidak membutuhkan waktu lama untuk kembali menanamkan pengaruhnya di Real Madrid. Baru sekitar dua bulan sejak ditunjuk sebagai pelatih Los Blancos, pria asal Portugal tersebut dilaporkan telah membawa perubahan signifikan terhadap suasana ruang ganti.

Mourinho disebut sudah berhasil membangun kembali atmosfer kompetitif di dalam skuad asuhannya.

Bahkan, muncul ungkapan di lingkungan internal klub bahwa "rekrutan terbaik ada di bangku cadangan", sebuah kalimat yang merujuk kepada Mourinho dan pengaruhnya sejak kembali ke Santiago Bernabeu.

Kembalinya Mourinho memang sempat menimbulkan tanda tanya. Ia memasuki periode keduanya di Madrid setelah meninggalkan klub pada 2013.

Baca Juga: Mbappe Belum Bawa Real Madrid Juara, tapi Mourinho Tetap Yakin Ballon d'Or Harus Jadi Miliknya

Namun, awal musim 2026/2027 memberikan sinyal bahwa Mourinho masih memiliki kemampuan untuk mengendalikan ruang ganti bertabur bintang.

Mengubah Standar di Ruang Ganti

Salah satu fokus Mourinho sejak kembali ke Madrid adalah mengubah kebiasaan serta standar internal tim.

Menurut laporan tersebut, Mourinho tidak hanya mengandalkan otoritas sebagai pelatih. Ia memilih berkomunikasi langsung dengan pemain untuk menjelaskan ekspektasi dan standar yang ingin diterapkan.

Pendekatan ini penting di Real Madrid karena Mourinho berhadapan dengan skuad yang dihuni sejumlah nama besar seperti Kylian Mbappe, Vinicius Junior, Jude Bellingham, Federico Valverde hingga pemain baru seperti Trent Alexander-Arnold.

Baca Juga: Real Madrid Menggila, Malaga Dibantai 4-0: Bellingham dan Mbappe Kembali Bikin Geger!

Alih-alih membuat hierarki berdasarkan reputasi atau harga transfer, Mourinho disebut menekankan performa dan komitmen dalam latihan.

Hal itu terlihat dari keputusannya terhadap beberapa pemain. Yan Diomande, misalnya, belum langsung mendapatkan tempat utama meskipun baru didatangkan Real Madrid. Mourinho lebih memilih pemain berdasarkan kebutuhan pertandingan dan kesiapan taktis.

Mentalitas Kompetitif Mulai Terlihat

Dampak Mourinho juga diklaim terlihat dari karakter Real Madrid dalam dua pertandingan pertama La Liga.

Los Blancos mengawali musim dengan kemenangan dramatis 2-1 atas Espanyol. Setelah sempat kehilangan keunggulan, Madrid mampu mencetak gol kemenangan pada fase akhir pertandingan.

Baca Juga: Gabriel Martinelli Pergi, Arsenal Langsung Bidik Marcus Rashford: MU Bisa Kehilangan Bintangnya?

Mereka kemudian tampil lebih meyakinkan ketika menghancurkan Real Sociedad 4-1 di Santiago Bernabeu. Mbappe mencetak hat-trick, sedangkan Bellingham juga menunjukkan peran penting dalam permainan Madrid.

Mourinho sendiri menyoroti ketenangan dan respons tim ketika menghadapi kesulitan. Setelah kemenangan atas Real Sociedad, ia mengatakan menyukai bagaimana timnya tetap tenang ketika pertandingan tidak berjalan mudah.

Kemenangan tersebut menjadi salah satu bukti awal bahwa Madrid mulai memiliki karakter yang diinginkan Mourinho.

Mourinho Datang dengan Versi Berbeda

Menariknya, Mourinho yang sekarang tampaknya tidak sepenuhnya sama dengan sosok yang menangani Real Madrid pada periode 2010-2013.

Baca Juga: Sudah Ditawari Fenerbahce, Marcus Rashford Bilang Tidak! Ada Sinyal Kuat Kembali Jadi Andalan MU

Pelatih berusia 63 tahun tersebut sebelumnya mengakui dirinya telah berubah dan menjadi lebih matang. Ia tetap dikenal dengan tuntutan tinggi terhadap pemain, tetapi pendekatannya kini disebut lebih tenang dalam menghadapi berbagai situasi.

Perubahan itu bisa menjadi faktor penting dalam hubungannya dengan ruang ganti.

Pada periode pertamanya, Mourinho sempat terlibat dalam sejumlah konflik internal dan perselisihan terbuka. Kini, ia terlihat lebih berhati-hati dalam komunikasi publik sambil tetap mempertahankan standar tinggi di tempat latihan.

Dengan kata lain, Mourinho mencoba mengambil bagian terbaik dari dirinya di masa lalu tanpa mengulangi seluruh persoalan yang pernah muncul.

Baca Juga: Bukan Sekadar Nomor 26, Emiliano Martinez Bawa Warisan John Terry ke Chelsea

Florentino Perez Beri Kepercayaan Penuh

Kembalinya Mourinho juga merupakan keputusan besar Presiden Real Madrid, Florentino Perez.

Mourinho meninggalkan Madrid pada 2013, tetapi hubungan keduanya tetap terjaga selama bertahun-tahun. Setelah Los Blancos melewati periode yang mengecewakan, Perez akhirnya kembali memberikan kepercayaan kepada pelatih Portugal tersebut untuk membangun proyek baru.

Mourinho pun mendapatkan dukungan di bursa transfer. Real Madrid mendatangkan sejumlah pemain untuk memperkuat skuad, termasuk Marc Cucurella yang menandatangani kontrak hingga 2032.

Namun, Mourinho tampaknya tidak ingin proyek tersebut hanya bergantung pada nama besar pemain.

Baca Juga: Liverpool Tertahan Lagi, 3 Masalah Ini Bikin Andoni Iraola Punya PR Besar di Anfield

Ia justru berusaha menciptakan suasana bahwa setiap pemain harus terus membuktikan dirinya.

Start Sempurna Mulai Menguatkan Mourinho

Setelah dua kemenangan pertama, Real Madrid melanjutkan performa impresif dengan mengalahkan Malaga 4-0 di Santiago Bernabeu.

Bellingham mencetak gol pembuka, Mbappe ikut mencatatkan nama di papan skor, sementara Arda Guler melengkapi pesta Madrid.

Hasil tersebut membuat Los Blancos mengoleksi sembilan poin dari tiga pertandingan dan memimpin klasemen sementara La Liga.

Tentu, tiga pertandingan belum cukup untuk menyimpulkan bahwa Mourinho telah sepenuhnya mengembalikan kejayaan Real Madrid.

Baca Juga: Elliot Anderson Menggila, Man City Bisa Tersenyum: Rp1,9 Triliun Mulai Terbayar!

Namun, tanda-tandanya mulai terlihat. Madrid bukan hanya menang, tetapi juga menunjukkan karakter untuk bangkit, menjaga intensitas, dan tetap agresif ketika memiliki peluang.

Jika laporan mengenai perubahan ruang ganti tersebut benar-benar mencerminkan kondisi internal tim, Mourinho telah melakukan pekerjaan penting bahkan sebelum musim berjalan jauh.

Dalam waktu sekitar dua bulan, Mourinho bukan sekadar kembali menjadi pelatih Real Madrid. Ia perlahan kembali menjadi sosok yang mengatur standar di ruang ganti. Dan sejauh ini, hasil di lapangan ikut berbicara.

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.