Didatangkan Sebagai Pewaris Tahta Bernabeu, Mengapa Mbappe Justru Mulai Kehilangan Dukungan Fans Madrid?

AKURAT BANTEN - Ketika Kylian Mbappe akhirnya resmi mengenakan seragam putih kebanggaan Real Madrid CF, banyak orang percaya bahwa sepak bola Eropa baru saja menyaksikan lahirnya era baru di Santiago Bernabeu.
Kehadiran Mbappe sebenarnya sudah bertahun-tahun menjadi harapan Florentino Perez dan terus dikaitkan dengan Madrid dalam hampir setiap bursa transfer.
Mbappe akhirnya datang dengan status sebagai salah satu pemain terbaik dunia, pemain yang diharapkan mampu menjadi wajah baru Los Blancos sekaligus penerus generasi galactico berikutnya.
Namun sepak bola tidak pernah sesederhana ekspektasi yang dibangun media dan para pendukung, sebab hanya dalam waktu singkat situasi Mbappe di Madrid mulai berubah menjadi topik panas.
Baca Juga: Real Madrid Mulai Bergerak! Florentino Perez Siap Bajak Haaland dari Manchester City
Muncul banyak kritik, tekanan, dan spekulasi yang terus berkembang liar di media Spanyol, terutama setelah beberapa laga kandang memperlihatkan adanya siulan serta boo dari sebagian fans Bernabéu kepada sang striker Prancis.
Itu jadi sebuah pemandangan yang terasa sangat kontras jika dibandingkan dengan sambutan luar biasa yang ia terima ketika pertama kali diperkenalkan di stadion megah tersebut beberapa bulan lalu.
Kondisi ini kemudian memunculkan pertanyaan besar yang mulai ramai dibahas oleh para pengamat sepak bola Eropa.
Banyak yang memperdebatkan apakah Mbappe benar-benar cocok dengan sistem dan atmosfer Real Madrid, atau justru kedatangannya membuat keseimbangan yang sebelumnya sudah terbentuk di dalam skuad sedikit terganggu.
Baca Juga: Mohamed Salah Kembali! Liverpool Dapat Senjata Terakhir untuk Selamatkan Musim
Bila diingat sebelum Mbappe datang Madrid sebenarnya sudah memiliki fondasi tim yang sangat kuat dengan pemain-pemain muda yang berkembang luar biasa seperti Vinícius Júnior, Rodrygo, hingga Jude Bellingham yang musim ini tampil sangat dominan dan menjadi pusat permainan tim.
Masalah terbesar Mbappe tampaknya bukan karena kualitasnya menurun secara drastis, karena secara individu ia tetap mampu menunjukkan momen-momen berbahaya dengan kecepatan, dribel, dan kemampuan mencetak gol.
Berbagai kemampuan yang membuatnya dikenal sebagai salah satu penyerang paling mematikan di dunia tidaklah hilang.
Namun tekanan besar muncul karena ekspektasi terhadap dirinya di Madrid berada pada level yang nyaris tidak manusiawi, sebab fans tidak hanya ingin melihat Mbappe bermain bagus, melainkan menginginkan dirinya langsung menjadi sosok yang membawa Madrid kembali mendominasi Eropa dan memenangkan Liga Champions tanpa kompromi.
Baca Juga: Dulu Belajar dari Pep, Kini Arteta Jadi Ancaman Terbesar Manchester City
Situasi menjadi semakin rumit ketika muncul rumor yang menyebut bahwa Álvaro Arbeloa secara internal menganggap Mbappe bukan prioritas utama di lini depan Madrid.
Bahkan Mbappe berada di belakang Vinicius, Rodrygo, dan Bellingham dalam hierarki permainan menyerang tim.
Walau ini hanya rmor yang belum pernah dikonfirmasi secara resmi tetap berhasil menciptakan gelombang diskusi besar di media Spanyol karena narasi tersebut seolah menggambarkan bahwa Mbappe belum benar-benar menjadi pusat proyek Madrid seperti yang selama ini dibayangkan publik.
Di sisi lain, tekanan dari Bernabéu memang terkenal sangat kejam terhadap pemain mana pun yang dianggap tampil di bawah standar.
Baca Juga: Arsenal Mulai Gemetar? Trauma Gagal Juara Kembali Menghantui The Gunners
Dalam beberapa peristiwa sebelumnya telah berkali-kali menunjukkan bahwa bahkan legenda besar Madrid pun pernah menerima siulan dari suporternya sendiri ketika performa tim memburuk.
Sehingga apa yang dialami Mbappe sebenarnya bukan sesuatu yang benar-benar baru di klub sebesar Real Madrid, hanya saja statusnya sebagai superstar global membuat setiap gestur, ekspresi, hingga rumor kecil di ruang ganti langsung berubah menjadi berita besar yang menyebar ke seluruh dunia.
Meski begitu, masih terlalu dini untuk menyebut perjalanan Mbappe di Madrid sebagai kegagalan, sebab banyak pemain besar membutuhkan waktu untuk benar-benar menyatu dengan tekanan, kultur, dan tuntutan luar biasa di Bernabéu.
Jika ada satu hal yang membuat Mbappe tetap berbahaya, itu adalah mentalitas serta kualitasnya yang mampu mengubah arah cerita hanya dalam beberapa pertandingan besar.
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Dadan Hindayana Jadi Tersangka, Tiyo Ardianto: Dari Awal Saya Bilang MBG Itu 'Maling Berkedok Gizi'
- 2GEMPAR! Mantan Ketua BEM UGM Bongkar Rahasia 'Lembaga Berbintang' yang Coba Menyuapnya
- 3Sempat Dibela Dadan Hindayana, 41 Dapur MBG Anak Pejabat DPRD Sulsel Tuai Sorotan, Aktivis Desak Audit Menyeluruh
- 4Demo Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, BEM UI Bawa 5 Tuntutan Keras untuk Pemerintah
- 5Mahfud MD Heran Nanik S Deyang Tak Tersentuh Pemeriksaan Kasus MBG, Desak Kejagung Buka Alasannya
- 6Iran Protes Keras ke FIFA Jelang Piala Dunia 2026, Hanya Boleh Masuk Amerika Serikat Saat Hari Pertandingan
- 7Prediksi Portugal vs Chile: Ronaldo dan Generasi Emas Portugal Siap Kirim Peringatan ke Rival Piala Dunia
- 8Cedera Hancurkan Mimpi Wesley di Piala Dunia 2026, Ederson Resmi Dipanggil Brasil
- 9Tiga Kartu Merah dan Dua Gol, Meksiko Buka Piala Dunia 2026 dengan Kemenangan Meyakinkan
- 10Prediksi Australia vs Turki: Adu Generasi Baru di Laga Pembuka Grup D








