Pidato PBB Prabowo Dipuja-puja, Pakar Sebut Nilai Pancasila Dijunjung Tinggi Sang Presiden

AKURAT BANTEN - Pidato Presiden Prabowo Subianto dalam forum Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mendapat sorotan dari Dewan Pakar BPIP.
Menurut Darmansjah Djumala, anggota Dewan Pakar BPIP bidang Strategi Hubungan Luar Negeri, pidato itu mencerminkan nilai-nilai Pancasila yang melekat dalam diplomasi Indonesia.
Pernyataan tegas terhadap pengakuan Israel “Indonesia akan mengakui Israel, jika Israel mengakui kemerdekaan Palestina” dan komitmen dalam misi perdamaian di Gaza menjadi titik penting yang dianggap sebagai simbol diplomasi kemanusiaan.
Dumansjah Djumala, yang pernah menjabat Duta Besar RI untuk Austria dan wakil di PBB Wina, menyebut bahwa terdapat elemen baru dan substansial dalam pidato Prabowo yang belum pernah secara terbuka disampaikan sebelumnya di forum dunia.
Baca Juga: Bukan Kaleng-kaleng! Prabowo Gandeng Mahfud MD, DPR Dukung Penuh Masuk Komite Reformasi Polri
Ia menyoroti bahwa sikap “gamblang” Indonesia dalam pernyataan pengakuan Israel-Palestina menunjukkan keberanian diplomatik yang berangkat dari dasar moral dan konsistensi nilai.
Djumala menyebut bahwa dukungan Indonesia terhadap solusi dua negara (two-state solution) serta kesiapan untuk mengerahkan personel perdamaian sebanyak 20.000 orang di Gaza mencerminkan tindakan nyata, bukan sekadar retorika diplomatik.
Kombinasi antara komitmen politik dan aksi perdamaian ini dianggap sebagai ekspresi nilai kemanusiaan salah satu sila Pancasila yang paling fundamental dalam arena global.
Dumansjah Djumala menekankan bahwa inti dari pidato tersebut bukan hanya pesan politik, melainkan visi diplomasi berbasis nilai.
Dalam dunia yang tengah diliputi kecenderungan unilateralisme, sikap Indonesia yang menekankan multilateralitas dianggap sebagai manifestasi Pancasila dalam skala internasional.
Menurut Djumala, multilateralisme keputusan yang dibuat bersama antarnegara melalui dialog, negosiasi, dan konsensus sejalan dengan prinsip musyawarah mufakat yang menjadi akar tata nilai Indonesia.
Dengan demikian, diplomasi Indonesia tak hanya berbicara tentang kepentingan nasional, melainkan juga cita keadilan global dan tanggung jawab moral.
Pidato Prabowo di PBB, menurut Dewan Pakar BPIP, lebih dari sekadar pidato negara ia menjadi sinergi nilai dan tindakan, di mana nilai-nilai Pancasila menjadi landasan diplomasi Indonesia.
Baca Juga: Insiden Mikrofon Mati Pidato Prabowo di PBB, Presiden Turki Menyusul, Kok Bisa?
Di tengah era global yang penuh tantangan, Indonesia mencoba berbicara dengan suara moral, dan melakukan diplomasi kemanusiaan.
Banten dan seluruh Indonesia berharap bahwa jejak diplomasi ini benar-benar mentransformasi kedudukan bangsa bukan hanya di mata dunia, tetapi juga di hati rakyat sendiri.
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Geger! Survei SMRC Ungkap Skor Kepemimpinan Tokoh Nasional, Mahfud MD di Puncak, Gibran Terbawah
- 2Mahfud MD Soroti OTT KPK di BNPB, Dana Bencana Diduga Bermasalah saat Warga Butuh Bantuan
- 3Tiga Hari Lagi! Wajib Halal Berlaku 18 Oktober 2026, Ini Daftar Produk yang Harus Punya Sertifikat
- 4Bikin Bangga! Persib Menang atas The Cong-Viettel, Liga Indonesia Kini Tembus 16 Besar Asia
- 5Singgung Asap dan Oksigen, Syahganda Dikritik Pejabat Malaysia! Indonesia Didesak Minta Maaf
- 6Juventus Tak Terima Kalah dari Cristiano Ronaldo! Kasus Gaji Rp190 Miliar Kini Dibawa ke Pengadilan Tertinggi Italia
- 7Lille Dihajar Arsenal 0-3, tapi Calvin Verdonk Ukir Rekor Bersejarah untuk Indonesia di Liga Champions!
- 8Tangsel Rapi, DPUPR Banten Mulai Bersihkan Kabel Internet Semrawut di Jalan Aria Putra
- 9Mbappe Ukir Sejarah saat Real Madrid Comeback 4-3! Rekor Messi Resmi Terlewati, Golnya Tambah Catatan Gila
- 10Real Madrid Menang Dramatis di Markas Roma, Mourinho Malah Tak Mau Selebrasi: Alasannya Bikin Haru!









