Banten

Jokowi Disebut Tak Suka Pernyataan Budi Arie soal Prabowo, Pesan Ini Bikin Geger

Aullia Rachma Puteri | 30 Agustus 2026, 07:51 WIB
Jokowi Disebut Tak Suka Pernyataan Budi Arie soal Prabowo, Pesan Ini Bikin Geger
JOKOWI SOAL PELENGSERAN PRABOWO

AKURAT BANTEN – Pernyataan Ketua Umum Projo Budi Arie Setiadi mengenai kemungkinan perubahan politik sebelum 2029 kembali menjadi perbincangan.

Ucapan tersebut memicu spekulasi mengenai hubungan Presiden Prabowo Subianto dengan mantan Presiden Joko Widodo.

Di tengah polemik itu, Ketua Jokowi Mania (Joman) Andi Azwan memberikan penjelasan mengenai sikap Jokowi ketika pernyataan tersebut disampaikan.

Ia menyebut Jokowi tidak menunjukkan tanda-tanda menyetujui pernyataan Budi Arie.

Baca Juga: Jokowi Disebut Tak Sabar Hadiri Sidang dr Tifa, Ijazah Asli Siap Ditunjukkan?

Andi mengaku hadir dalam acara silaturahmi kebangsaan relawan di Jakarta pada 24 Agustus 2026.

Pertemuan tersebut diikuti sekitar 40 pimpinan organisasi relawan dan turut dihadiri Jokowi serta Budi Arie.

Menurut Andi, Jokowi yang berada di lokasi justru terlihat diam dan menundukkan kepala ketika Budi Arie menyampaikan pernyataannya.

Bagi Andi, gestur tersebut tidak dapat dianggap sebagai bentuk dukungan terhadap pandangan yang sedang disampaikan.

Baca Juga: Usai Dapat Amnesti, Gus Nur Balik Gugat Jokowi soal Kasus Ijazah: Tuntut Ganti Rugi hingga Triliunan?

Ia bahkan menyebut Jokowi tidak senang dengan pernyataan tersebut. Setelah sesi itu berlangsung, Jokowi disebut memberikan arahan kepada para relawan yang hadir.

Pesan yang disampaikan Jokowi, menurut Andi, justru berlawanan dengan spekulasi mengenai berakhirnya pemerintahan Prabowo sebelum waktunya.

Jokowi disebut meminta para relawan mendukung pemerintahan Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka hingga masa jabatan mereka selesai.

Keterangan tersebut kemudian digunakan Andi untuk membantah anggapan bahwa telah terjadi keretakan hubungan antara Jokowi dan Prabowo.

Baca Juga: Ancang-ancang Jokowi Menuju 2029, Mengapa Mantan Presiden Ini Kembali Jadi Sorotan?

Ia meminta masyarakat tidak membangun kesimpulan mengenai adanya perpecahan hanya berdasarkan pernyataan Budi Arie.

Polemik bermula dari pernyataan Budi Arie yang menyinggung kemungkinan terjadinya perubahan politik sebelum Pemilu 2029.

Ucapan tersebut langsung menjadi sorotan karena disampaikan di hadapan Jokowi.

Budi Arie kemudian menyatakan bahwa pandangan tersebut merupakan analisis pribadinya.

Baca Juga: Budi Arie Bikin Geger, PSI Tuding Ada Upaya Adu Domba Prabowo-Jokowi: 'Jangan Jebak Pak Jokowi!'

Ia juga telah menyampaikan permintaan maaf setelah pernyataannya memunculkan polemik.

Meski demikian, pernyataan tersebut telanjur memunculkan berbagai tafsir.

Salah satunya adalah dugaan bahwa ada dinamika politik di antara kelompok pendukung Jokowi dan pemerintahan Prabowo.

Pengamat komunikasi politik M. Jamiluddin Ritonga sebelumnya menilai ucapan Budi Arie memiliki muatan politik yang cukup kuat.

Baca Juga: Ijazah Jokowi Dipersoalkan Lagi, Pengacaranya Tantang Roy Suryo Buka Bukti di Pengadilan

Ia menyoroti kemungkinan munculnya spekulasi apabila masa jabatan Prabowo tidak berlangsung hingga 2029.

Menurut analisis tersebut, posisi Gibran sebagai wakil presiden juga menjadi salah satu faktor yang membuat pernyataan mengenai kemungkinan berakhirnya pemerintahan Prabowo lebih awal mendapat perhatian.

Jika terjadi perubahan konstitusional terhadap posisi presiden, wakil presiden memiliki peran penting sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Namun, pandangan pengamat tersebut tetap merupakan analisis politik dan tidak dapat dijadikan bukti bahwa pemerintahan Prabowo benar-benar akan berakhir sebelum 2029.

Baca Juga: Ijazah Jokowi Belum Dibuka ke Publik, UGM Ungkap Fakta Mengejutkan soal Dua Tahap Kelulusannya

Di sisi lain, Forum Komunikasi Tokoh Politik turut mengecam pernyataan Budi Arie.

Mereka menilai ucapan mengenai kemungkinan percepatan pemilu berpotensi memicu konflik politik dan membuat situasi nasional menjadi tidak kondusif.

Forum tersebut juga menyatakan dukungan terhadap pemerintahan Prabowo hingga masa baktinya berakhir pada 2029.

Situasi ini menunjukkan bahwa pernyataan elite politik dapat dengan cepat memengaruhi persepsi publik.

Baca Juga: Bola Panas Kasus Suap Menhut Raja Juli: Menguji Nyali KPK di Antara Bayang-Bayang Prabowo-Jokowi

Apalagi, ucapan tersebut disampaikan dalam forum yang juga dihadiri mantan presiden dan sejumlah tokoh relawan.

Karena itu, klarifikasi Andi Azwan menjadi penting untuk membedakan antara pandangan pribadi Budi Arie dan sikap Jokowi.

Berdasarkan keterangan Joman, Jokowi justru tetap menginginkan pemerintahan Prabowo-Gibran berjalan hingga menyelesaikan masa tugasnya.

Polemik ini juga memperlihatkan bahwa hubungan politik Jokowi dan Prabowo masih menjadi perhatian masyarakat.

Baca Juga: Ijazah Jokowi Disebut Cuma 'Selembar Kertas', Sikap UGM Ini Bikin Polemik Makin Panas

Setiap pernyataan dari tokoh yang berada di sekitar kedua figur tersebut berpotensi menimbulkan spekulasi baru.

Untuk saat ini, belum ada dasar yang cukup untuk menyimpulkan bahwa pemerintahan Prabowo akan berakhir sebelum 2029.

Pernyataan Budi Arie telah diklarifikasi sebagai pandangan pribadi, sementara Joman menyebut Jokowi tetap mendukung Prabowo-Gibran sampai akhir masa jabatan.

Publik pun masih akan mencermati perkembangan komunikasi politik antara para tokoh tersebut.

Baca Juga: Ijazah Jokowi Disebut Cuma 'Selembar Kertas', Sikap UGM Ini Bikin Polemik Makin Panas

Yang jelas, isu mengenai masa depan pemerintahan Prabowo kembali menjadi perbincangan setelah pernyataan Budi Arie memicu berbagai tafsir di tengah masyarakat.

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.