Bukan Sekadar Dicopot! Sudaryono Ancam Pecat Tak Hormat Kepala SPPG yang Lalai

AKURAT BANTEN - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono, menegaskan bakal memberikan sanksi tegas kepada pihak yang terbukti lalai dalam menjalankan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Pernyataan tersebut disampaikan menyusul insiden keamanan pangan yang terjadi di Kabupaten Karo, Sumatera Utara (Sumut).
Sudaryono menyampaikan hal itu ketika mengunjungi salah satu siswa yang menjadi korban insiden keamanan pangan MBG dan tengah menjalani perawatan di Rumah Sakit Haji Medan, Minggu (16/8).
Menurutnya, pihak yang terbukti melakukan kelalaian akan mendapatkan sanksi berat dan tidak sebatas pencopotan dari jabatan.
Bagi Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang berstatus sebagai aparatur sipil negara (ASN), Sudaryono memastikan sanksi dapat berupa pemecatan tidak dengan hormat melalui Badan Kepegawaian Negara (BKN).
"Sanksinya yang pertama, dapurnya disuspend berat. Kemudian Kepala SPPG-nya, sanksi yang bisa saya berikan bukan hanya dicopot, tapi saya ajukan pemecatan dengan tidak hormat melalui Badan Kepegawaian Negara, status ASN-nya. Karena ini sudah menyangkut (nyawa)," tegas Mas Dar.
Selain pemberian sanksi administratif, Sudaryono juga tidak menutup kemungkinan agar proses investigasi diserahkan kepada aparat penegak hukum.
Langkah tersebut dapat dilakukan untuk mengusut lebih lanjut dugaan kelalaian yang terjadi dalam insiden keamanan pangan MBG.
Baca Juga: BPBD Kota Tangerang Pantau Sungai Cisadane yang Berubah Warna dan Berbau
Ia menekankan bahwa keamanan pangan dalam Program Makan Bergizi Gratis tidak hanya berkaitan dengan persoalan operasional dapur.
Menurutnya, aspek tersebut menyangkut keselamatan penerima manfaat sehingga seluruh kepala dapur, petugas, dan pihak yang bertanggung jawab wajib memastikan setiap prosedur operasional standar (SOP) dilaksanakan dengan benar.
Mas Dar turut mengingatkan petugas yang merasa tidak sanggup menjalankan tanggung jawabnya agar memilih mengundurkan diri.
Menurutnya, langkah tersebut lebih baik dilakukan daripada kelalaian yang terjadi justru membahayakan keselamatan penerima manfaat MBG.
"Ini juga peringatan bagi yang lain, harus ekstra hati-hati dan kerja dengan sebaik-baiknya. Kalau enggak bisa, kau mundur. Ya. Kalau merasa enggak mampu, mundur. Jangan nyawa orang jadi permainan. Kalau enggak mampu jadi kepala dapur, kalau enggak mampu jadi chef, kalau enggak mampu jadi jadi petugas di situ, kau mundur aja. Karena nyawa seseorang enggak bisa dipertaruhkan," tegasnya lagi.
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Geger! Survei SMRC Ungkap Skor Kepemimpinan Tokoh Nasional, Mahfud MD di Puncak, Gibran Terbawah
- 2Mahfud MD Soroti OTT KPK di BNPB, Dana Bencana Diduga Bermasalah saat Warga Butuh Bantuan
- 3Tiga Hari Lagi! Wajib Halal Berlaku 18 Oktober 2026, Ini Daftar Produk yang Harus Punya Sertifikat
- 4Bikin Bangga! Persib Menang atas The Cong-Viettel, Liga Indonesia Kini Tembus 16 Besar Asia
- 5Singgung Asap dan Oksigen, Syahganda Dikritik Pejabat Malaysia! Indonesia Didesak Minta Maaf
- 6Juventus Tak Terima Kalah dari Cristiano Ronaldo! Kasus Gaji Rp190 Miliar Kini Dibawa ke Pengadilan Tertinggi Italia
- 7Lille Dihajar Arsenal 0-3, tapi Calvin Verdonk Ukir Rekor Bersejarah untuk Indonesia di Liga Champions!
- 8Tangsel Rapi, DPUPR Banten Mulai Bersihkan Kabel Internet Semrawut di Jalan Aria Putra
- 9Mbappe Ukir Sejarah saat Real Madrid Comeback 4-3! Rekor Messi Resmi Terlewati, Golnya Tambah Catatan Gila
- 10Real Madrid Menang Dramatis di Markas Roma, Mourinho Malah Tak Mau Selebrasi: Alasannya Bikin Haru!








