Banten

BGN Gandeng Kemkomdigi Perkuat Benteng, Informasi Lawan Hoaks Program MBG

Riski Endah Setyawati | 28 Februari 2026, 21:37 WIB
BGN Gandeng Kemkomdigi Perkuat Benteng, Informasi Lawan Hoaks Program MBG
BGN (Istimewa)

Akurat Banten - Badan Gizi Nasional (BGN) mengambil langkah tegas dengan memperkuat kolaborasi bersama Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) demi menghadapi maraknya hoaks yang berkaitan dengan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Upaya ini dilakukan sebagai respons atas derasnya arus informasi digital yang kerap memunculkan kabar tidak akurat di tengah masyarakat.

Kepala Biro Hukum dan Humas BGN, Khairul Hidayati, menegaskan bahwa penyampaian informasi berbasis data dan fakta kini menjadi fokus utama lembaganya.

Ia menyampaikan bahwa program sebesar MBG membutuhkan pengawalan komunikasi yang terbuka sekaligus cepat dalam merespons isu yang berkembang.

Baca Juga: Aksi Coret Jilbab Polwan Saat Demo di Mabes Polri Tuai Sorotan Polda Metro Jaya

"Program MBG menyangkut kepentingan masyarakat luas, sehingga informasi yang beredar harus akurat dan dapat dipertanggungjawabkan," ujarnya.

Menurutnya, sinergi dengan Kemkomdigi menjadi langkah penting untuk memastikan ruang digital tetap bersih dari informasi menyesatkan.

Tidak hanya sebatas klarifikasi, kerja sama ini juga mencakup pembangunan sistem deteksi dini guna mengantisipasi penyebaran informasi keliru di berbagai platform digital.

Langkah tersebut diwujudkan melalui peningkatan koordinasi antar lembaga, pemantauan media secara aktif, serta penguatan literasi digital di kalangan masyarakat.

Dengan pendekatan ini, pemerintah berharap dapat meminimalkan dampak negatif dari disinformasi yang berpotensi merusak kepercayaan publik.

Baca Juga: Acosta Tampil Menggila di Thailand Kalahkan Marquez dalam Duel Dramatis Sprint MotoGP

BGN juga menaruh perhatian besar pada aspek transparansi sebagai bagian dari strategi komunikasi yang lebih luas.

Masyarakat diberikan akses terhadap kanal pengaduan resmi agar dapat memperoleh informasi valid sekaligus melaporkan dugaan penyimpangan yang ditemukan di lapangan.

Khairul menekankan bahwa kehadiran negara tidak hanya sebatas menjalankan program, tetapi juga memastikan informasi yang beredar tetap kredibel.

"Negara harus hadir tidak hanya dalam pelaksanaan program, tetapi juga dalam menjaga kredibilitas informasi," katanya.

Ia menambahkan bahwa kolaborasi ini menjadi langkah konkret agar masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh narasi yang menyesatkan.

Baca Juga: AS Minta Warganya Tinggalkan Iran, Rubio Tegaskan Ancaman Pembatasan Perjalanan

Sementara itu, Staf Ahli Menteri Komunikasi dan Digital Bidang Komunikasi dan Media Massa, Molly Prabawaty, menilai kerja sama lintas lembaga ini sebagai strategi penting dalam melawan hoaks.

Menurut Molly, pendekatan berbasis data menjadi kunci dalam membangun pengawasan publik yang efektif.

Ia menyebut bahwa kolaborasi antara BGN dan Kemkomdigi dapat menjadi contoh nyata dalam upaya menekan penyebaran informasi palsu di ruang digital.

"Kolaborasi BGN dengan Kemkomdigi menjadi contoh nyata bagaimana pendekatan berbasis data dapat mencegah penyebaran hoaks sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap program nasional seperti MBG," ujarnya.

Baca Juga: Bahaya Saweran Paus: Mengapa Live TikTok Menkeu Purbaya Berujung Peringatan Keras dari KPK?

Dengan sinergi ini, diharapkan masyarakat semakin terlindungi dari informasi yang tidak benar sekaligus lebih percaya terhadap program pemerintah yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.