Banten

Demo Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, BEM UI Bawa 5 Tuntutan Keras untuk Pemerintah

Viona Sebastian Nolani | 12 Juni 2026, 11:35 WIB
Demo Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, BEM UI Bawa 5 Tuntutan Keras untuk Pemerintah
Mahasiswa UI menggelar aksi demonstrasi menyuarakan lima tuntutan. (ANTARA/Asprilla Dwi)

AKURAT BANTEN - Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Indonesia (UI) dijadwalkan menggelar demonstrasi di Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, pada Jumat (12/6/2026).

Aksi unjuk rasa tersebut direncanakan dimulai pukul 10.00 WIB dan diperkirakan diikuti sekitar 1.500 peserta dari berbagai fakultas di lingkungan Universitas Indonesia.

Dalam aksi tersebut, BEM UI bersama BEM dari sejumlah perguruan tinggi akan menyuarakan lima tuntutan yang merupakan hasil konsolidasi internal mahasiswa.

Tuntutan itu meliputi penghentian pemborosan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), penurunan harga kebutuhan pokok dan bahan bakar minyak (BBM), penghentian program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan pembangunan Koperasi Desa Merah Putih, penghentian militerisme di ranah sipil, serta mendesak Presiden Prabowo untuk berhenti mengelak dan mengakui kesalahannya.

Baca Juga: Prabowo Bantah Usir Investor Asing, Klaim Banyak Investor Global Ingin Masuk ke Indonesia

Menjelang pelaksanaan aksi, aparat keamanan mulai bersiaga di kawasan Bundaran HI.

Berdasarkan laman Bisnis, di lokasi pada pukul 09.47 WIB, sejumlah personel dari Brimob, Sabhara, TNI, hingga Polantas telah ditempatkan di beberapa titik strategis.

Selain itu, kendaraan water cannon, kendaraan lapis baja, dan ambulans juga telah disiagakan di sekitar Pos Polisi Bundaran HI.

Personel Sabhara tampak tersebar di sejumlah titik guna mengantisipasi jalannya aksi.

Baca Juga: Heboh di Bali! Buronan Australia Berusaha Kabur, Tertangkap Saat Bersembunyi di Toilet Pesawat

Meski demikian, kondisi lalu lintas di kawasan Bundaran HI dari berbagai arah masih terpantau ramai lancar dan belum dilakukan rekayasa lalu lintas maupun penutupan jalan.

Untuk mengamankan jalannya demonstrasi, Polda Metro Jaya menyiapkan 4.151 personel gabungan yang terdiri dari unsur Polri dan TNI.

“Sebanyak 4.151 personel gabungan disiapkan dalam pengamanan aksi tersebut. Rinciannya, 3.651 personel Polri serta 500 personel TNI,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto dalam keterangan tertulis, Jumat (12/6/2026).

Budi menjelaskan bahwa rekayasa lalu lintas akan diterapkan secara situasional sesuai perkembangan kondisi di lapangan.

Baca Juga: Kenaikan Pertamax Picu Kekhawatiran Baru, Ekonom Sebut APBN Tertekan

“Pengaturan lalu lintas kami siapkan secara situasional. Apabila terjadi kepadatan atau ada kebutuhan pengalihan arus di sekitar lokasi aksi, petugas akan melakukan rekayasa lalu lintas dengan tetap memprioritaskan keselamatan peserta aksi dan masyarakat pengguna jalan,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Hukum Universitas Indonesia (UI) Anandaku Dimas Rumi Chattaristo menilai kondisi bangsa saat ini tengah memprihatinkan.

Menurutnya, pelemahan nilai tukar rupiah serta kenaikan harga kebutuhan pokok dan BBM semakin membebani kehidupan masyarakat.

"Memang rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat menguat, tetapi tidak sebanding dengan kenaikan harga bensin yang sangat tinggi," ujarnya mengutip Kompas, Jumat (12/6/2026).

Baca Juga: Lonjakan Harga Pertamax Bikin Resah, Ancaman Baru bagi Ekonomi Rumah Tangga

Saat ini nilai tukar rupiah berada di kisaran Rp17.984 per dolar AS.

Di sisi lain, harga BBM nonsubsidi jenis Pertamax tercatat naik dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter atau meningkat Rp3.950 per liter sejak Rabu, 10 Mei 2026.

Kondisi tersebut menjadi salah satu latar belakang yang mendorong mahasiswa turun ke jalan untuk menyampaikan aspirasi dan tuntutan mereka kepada pemerintah melalui aksi demonstrasi di Bundaran HI.

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.