Banten

Kemlu RI Bongkar Isi Surat Prabowo ke Presiden Iran Usai Wafatnya Ayatollah Khamenei

Cristina Malonda | 7 Maret 2026, 09:36 WIB
Kemlu RI Bongkar Isi Surat Prabowo ke Presiden Iran Usai Wafatnya Ayatollah Khamenei
Kemlu RI Bongkar Isi Surat Prabowo ke Presiden Iran (Istimewa)

AKURAT BANTEN - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyampaikan belasungkawa mendalam atas wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.

Ucapan duka tersebut disampaikan melalui surat resmi yang ditujukan kepada Presiden Iran Masoud Pezeshkian.

Surat tersebut diserahkan oleh Menteri Luar Negeri Indonesia Sugiono kepada Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, dalam pertemuan diplomatik yang berlangsung pada Rabu (4/3/2026).

Baca Juga: Presiden Prabowo Ungkap Indonesia Bakal Keluar dari Board of Peace Jika Tak Bantu Palestina

Juru Bicara I Kementerian Luar Negeri RI, Yvonne Mewengkang, menjelaskan bahwa isi surat Presiden Prabowo menegaskan rasa belasungkawa sekaligus solidaritas Indonesia kepada pemerintah dan rakyat Iran.

Menurut Yvonne, pesan pertama dalam surat tersebut berisi ungkapan duka cita mendalam atas meninggalnya Ayatollah Ali Khamenei.

“Paragraf pertama berisi condolences atau belasungkawa, serta solidaritas kepada rakyat dan pemerintah Iran,” ujarnya saat ditemui di kantor Kementerian Luar Negeri RI pada Jumat (6/3/2026).

Baca Juga: Dunia Geger! Akun X Ali Khamenei 'Bangkit' Kirim Pesan Mengerikan Usai Kabar Kematiannya: 'Zionis Buat Kesalahan Besar!'

Selain itu, pemerintah Indonesia juga menyampaikan keprihatinan terhadap situasi yang terjadi di Iran setelah serangan yang menewaskan pemimpin tertinggi negara tersebut.

Indonesia Siap Dorong Dialog Diplomatik

Tak hanya menyampaikan duka, Presiden Prabowo juga menyatakan kesiapan Indonesia untuk membantu memfasilitasi dialog diplomatik, termasuk dengan Amerika Serikat, guna meredakan ketegangan yang terjadi.

Langkah ini menunjukkan komitmen Indonesia untuk mendukung stabilitas kawasan serta mendorong penyelesaian konflik melalui jalur diplomasi.

Yvonne menjelaskan bahwa penyampaian surat antar kepala negara merupakan salah satu bentuk komunikasi diplomatik yang sangat personal dan memiliki makna mendalam.

Baca Juga: Mengejutkan Campak Ternyata Jauh Lebih Menular dari COVID-19, Kasusnya Kembali Meningkat di Indonesia

“Surat dalam komunikasi diplomatik adalah salah satu bentuk komunikasi paling personal dan intens antar kepala negara,” jelasnya.

Diserahkan Langsung kepada Dubes Iran

Sementara itu, Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah menerima surat resmi dari Presiden Prabowo yang ditujukan kepada Presiden Iran.

Surat tersebut disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Sugiono setelah terjadinya serangan oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari 2026 yang menewaskan Ayatollah Ali Khamenei.

Momen penyerahan surat itu juga dibagikan oleh Sugiono melalui akun X miliknya.

Baca Juga: Kecelakaan Beruntun di Tol Cipularang KM 93 Libatkan 10 Kendaraan, Tiga Orang Meninggal Dunia

“Saya juga menyampaikan surat dari Presiden @prabowo kepada Presiden Masoud Pezeshkian yang menyampaikan belasungkawa terdalam atas wafatnya Yang Mulia Ayatollah Ali Khamenei,” tulis Sugiono.

Diplomasi Indonesia di Tengah Ketegangan Global

Pengiriman surat belasungkawa ini menegaskan peran Indonesia dalam menjaga hubungan diplomatik dengan berbagai negara, termasuk Iran.

Selain itu, langkah tersebut juga mencerminkan posisi Indonesia yang mendukung penyelesaian konflik internasional melalui dialog dan diplomasi.

Dengan pendekatan tersebut, Indonesia berharap dapat berkontribusi dalam menciptakan stabilitas serta mendorong komunikasi yang konstruktif di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik global. ***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.