Banten

Konflik AS vs Iran Kian Membara, Prabowo Nyatakan Siap Terbang ke Teheran Jadi Mediator

Cristina Malonda | 28 Februari 2026, 20:04 WIB
Konflik AS vs Iran Kian Membara, Prabowo Nyatakan Siap Terbang ke Teheran Jadi Mediator
Prabowo Nyatakan Siap Terbang ke Teheran Jadi Mediator Konflik AS vs Iran (Setneg.go.id)

AKURAT BANTEN - Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali memanas setelah serangan militer gabungan yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel ke Iran.

Di tengah perseteruan tersebut, Presiden RI Prabowo Subianto menyatakan kesiapan Indonesia untuk berperan sebagai fasilitator dialog demi meredakan konflik dan mendorong stabilitas kawasan.

Disampaikan oleh Kementerian Luar Negeri, bahwa Presiden Prabowo bersedia menjadi mediator jika kedua pihak yang bertikai menyetujui langkah tersebut.

Baca Juga: Perang Memanas! Iran Balas Serangan AS dan Israel, Incar Pangkalan Militer di Arab Saudi, Qatar dan UEA

Bahkan, Kepala Negara disebut siap melakukan kunjungan langsung ke Teheran sebagai bagian dari upaya diplomasi aktif Indonesia.

"Pemerintah Indonesia, dalam hal ini Presiden Republik Indonesia, menyampaikan kesiapan untuk memfasilitasi dialog bagi terciptanya kembali kondisi keamanan yang kondusif dan apabila disetujui kedua belah pihak, Presiden Indonesia bersedia untuk bertolak ke Teheran untuk melakukan mediasi," tulis akun X @Kemlu_RI, pada Sabtu (28/2/2026).

Dalam pernyataan resminya, pemerintah menegaskan komitmen Indonesia untuk mendorong terciptanya kembali situasi keamanan yang kondusif di Timur Tengah melalui dialog dan jalur diplomatik.

Baca Juga: Status Darurat! Israel Lakukan Serangan Rudal ke Iran, Sirene Peringatan Dibunyikan

Langkah ini mencerminkan konsistensi politik luar negeri Indonesia yang bebas dan aktif, sekaligus mempertegas posisi Indonesia sebagai negara yang mendorong penyelesaian konflik secara damai.

Pemerintah Indonesia juga menyampaikan penyesalan atas gagalnya perundingan antara Amerika Serikat dan Iran.

"Indonesia sangat menyesalkan gagalnya perundingan antara AS dan Iran, yang telah berdampak pada eskalasi militer di kawasan Timur Tengah," tulis Kemlu RI.

Baca Juga: Geger di Markas Cenderawasih: Terbongkar Dugaan Perselingkuhan Masif Istri Anggota TNI dengan 13 Prajurit Sekaligus!

Menurut pernyataan resmi, kegagalan diplomasi tersebut telah memperburuk situasi keamanan regional dan berpotensi mengancam perdamaian global. Indonesia menilai, meningkatnya ketegangan dapat berdampak luas, tidak hanya bagi negara-negara di Timur Tengah, tetapi juga bagi stabilitas dunia secara keseluruhan.

Karena itu, Indonesia menyerukan semua pihak untuk menahan diri, menghindari tindakan provokatif, dan kembali ke meja perundingan.

Serangan Militer Picu Eskalasi di Timur Tengah

Seperti yang diketahui, situasi memanas setelah Israel dan Amerika Serikat melancarkan serangan ke sejumlah lokasi strategis di Iran. 

Serangan tersebut diklaim menargetkan fasilitas pemerintahan dan instalasi militer.

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan dukungan penuh terhadap operasi militer tersebut dan menegaskan komitmen untuk melumpuhkan kekuatan militer Iran, termasuk fasilitas angkatan laut dan sistem rudalnya.

Baca Juga: Bahaya Saweran Paus: Mengapa Live TikTok Menkeu Purbaya Berujung Peringatan Keras dari KPK?

Sementara itu, Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menyebut operasi tersebut sebagai langkah untuk menghilangkan apa yang ia sebut sebagai ancaman eksistensial terhadap negaranya.

Di pihak lain, Iran merespons dengan melancarkan serangan balasan. Pasukan Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) dilaporkan menargetkan beberapa pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Teluk sebagai bentuk pembalasan.

Indonesia kembali menegaskan pentingnya menghormati kedaulatan dan integritas wilayah setiap negara. Pemerintah menilai bahwa penyelesaian konflik harus ditempuh melalui cara-cara damai sesuai prinsip hukum internasional.

Baca Juga: Berencana Sejak November, Berikut Pengakuan Pelaku Pembacokan Mahasiswi UIN Suska Riau: Asah Sajam Sebelum ke Kampus

Sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia sekaligus anggota aktif berbagai forum internasional, Indonesia memiliki kepentingan strategis dalam menjaga stabilitas Timur Tengah.

Upaya mediasi yang ditawarkan Presiden Prabowo diharapkan dapat menjadi jembatan komunikasi di tengah memburuknya hubungan antara Washington dan Teheran.

Imbauan untuk WNI di Wilayah Terdampak

Pemerintah juga mengimbau warga negara Indonesia (WNI) yang berada di kawasan terdampak untuk tetap tenang dan meningkatkan kewaspadaan. 

"WNI di wilayah terdampak diimbau tetap tenang, waspada, mengikuti arahan otoritas setempat, dan menjaga komunikasi dengan Perwakilan RI terdekat," sambung Kemlu RI.

Langkah antisipatif ini dilakukan untuk memastikan keselamatan WNI di tengah situasi keamanan yang belum stabil.

Baca Juga: Polemik Larangan Keluarga Presiden di Pilpres, PSI Nilai Diskriminatif: Negara Harus Lindungi Semua Hak Warga

Kesiapan Presiden Prabowo Subianto untuk turun langsung melakukan mediasi menunjukkan posisi Indonesia sebagai negara yang konsisten mendorong perdamaian dunia. 

Di tengah konflik yang berpotensi meluas, diplomasi menjadi kunci utama untuk mencegah krisis kemanusiaan dan destabilitas global yang lebih besar. ***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.