Kontras Sikap MUI: Tolak Atlet Senam Israel, Tapi Lantunkan Doa Lolos Piala Dunia untuk Timnas di Tanah Arab

AKURAT BANTEN–Majelis Ulama Indonesia (MUI) kembali menjadi sorotan publik dengan dua sikap kontrasnya di kancah olahraga internasional.
Di satu sisi, pimpinan MUI melantunkan doa tulus untuk kemenangan Timnas Indonesia di babak krusial Kualifikasi Piala Dunia 2026 di Arab Saudi.
Di sisi lain, MUI mengeluarkan pernyataan keras menolak kehadiran atlet senam Israel di Jakarta, yang kembali memicu polemik diplomasi olahraga.
Baca Juga: 84 Hari Lagi 2026, Ini Cara Ambil Cuti Panjang Tanpa Harus Ambil Jatah Cuti dari Kantor
Dukungan Penuh Sang Ulama untuk Garuda Menuju Piala Dunia 2026
Suasana tegang menyelimuti perjuangan Timnas Indonesia di Ronde 4 Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia.
Tergabung di Grup B bersama tim kuat Arab Saudi dan Irak, Skuad Garuda akan melakoni dua laga tandang penentu di King Abdullah Sports City, Jeddah.
Menjelang laga perdana melawan Arab Saudi pada Kamis (9/10/2025) dini hari WIB, dan laga kedua melawan Irak pada Minggu (12/10/2025), dukungan spiritual datang dari Ketua MUI Bidang Fatwa, Prof. KH. Asrorun Ni'am Sholeh.
Ulama yang akrab disapa Kiai Ni'am ini, yang juga menjabat Staf Ahli Bidang Inovasi Kepemudaan dan Keolahragaan Kemenpora RI, menyampaikan doa dan harapan optimis.
Baca Juga: Bencana Maut Ponpes Sidoarjo: 67 Korban Jiwa dan Kontroversi 'Takdir' vs. Tanggung Jawab Hukum
"Semoga diberikan kelancaran dalam pertandingan antara Timnas Indonesia menghadapi Arab Saudi dan Irak, serta memperoleh hasil optimal," ujar Kiai Ni'am.
Ia menegaskan, hasil optimal yang dimaksud adalah lolosnya Timnas Indonesia ke Piala Dunia 2026.
Lebih dari sekadar hasil, Kiai Ni'am menekankan agar Timnas mampu menyuguhkan: "tontonan yang indah, menghibur, dan mewariskan semangat sportivitas dan kebersamaan serta keuletan."
Pernyataan ini menunjukkan bahwa MUI secara institusi memberikan restu dan dukungan moral penuh bagi perjuangan Timnas, menjadikannya bukan sekadar ajang olahraga, tetapi juga tontonan sekaligus tuntunan bagi bangsa.
Baca Juga: KENAPA OBAT PAHIT SEKALI? Ternyata, Ini Taktik Bertahan Hidup Sejak Jutaan Tahun!
Tolak Tegas! MUI 'Haramkan' Atlet Israel di Kejuaraan Dunia Senam Jakarta 2025
Namun, suasana dukungan berubah 180 derajat ketika menyentuh isu keikutsertaan atlet Israel.
Majelis Ulama Indonesia (MUI) menolak keras rencana partisipasi atlet senam Israel dalam ajang 53rd Artistic Gymnastics World Championships Jakarta 2025 yang dijadwalkan berlangsung pada 19-25 Oktober 2025.
Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerjasama Internasional (HLNKI), Prof. Sudarnoto Abdul Hakim, meminta pemerintah bersikap tegas dan tidak mengizinkan atlet dari negara tersebut berlaga di Jakarta.
Baca Juga: Kemenag Tangerang Akan Audit Seluruh Bangunan Pesantren Pasca Ambruknya Musholla Al Khoziny
"Saya sangat gigih untuk mencegah supaya tidak ada tim olahraga, termasuk sepakbola U-20 ataupun senam artistik, yang diikuti oleh Israel," tegas Sudarnoto.
Penolakan ini didasarkan pada komitmen konstitusional Indonesia terhadap kemerdekaan Palestina dan sikap tidak adanya hubungan diplomatik dengan Israel.
Sudarnoto mengingatkan agar pengalaman pahit pembatalan Piala Dunia U-20 tidak terulang, dan pemihakan Indonesia kepada Palestina adalah amanat konstitusi yang tidak boleh diganggu.
"Pemerintah Indonesia harus fokus dan hati-hati. Jangan sampai energi kita habis untuk urusan seperti ini yang justru bisa menimbulkan kontroversi dan kemarahan publik," desaknya, sembari meminta kementerian terkait dan pihak penyelenggara, Persatuan Senam Indonesia (Persani), mengambil langkah antisipatif untuk mencegah kedatangan atlet Israel.
Baca Juga: Pesan Tegas Menteri Keuangan: Ketua LPS Baru Diminta Jadi Motor Inovasi dan Ketangkasan Finansial
Respons Pemerintah: Menlu Buka Suara
Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono mengakui telah memonitor polemik ini. Namun, ia menyerahkan sepenuhnya kepada penyelenggara dan pihak imigrasi.
"Saya monitor tapi ini yang menyelenggarakan kan Persani (Persatuan Senam Indonesia) ya. Kita lihat perkembangannya seperti apa," kata Menlu Sugiono.
Di sisi lain, Federasi Senam Israel mengklaim telah mendaftar untuk berpartisipasi dan 'yakin bahwa pertimbangan eksternal tidak akan memengaruhi olahraga ini'.
Hal ini kian menegaskan adanya dilema besar yang harus dihadapi Indonesia sebagai tuan rumah.
Dilema Indonesia: Antara Keadilan Universal dan Sportivitas Internasional
Dua isu ini menempatkan Indonesia dalam posisi sulit:
Dukungan Penuh untuk Timnas, sejalan dengan semangat kebangsaan dan hasrat meraih prestasi tertinggi di kancah sepak bola dunia.
Penolakan Keras terhadap Israel, sejalan dengan amanat konstitusi dan solidaritas kemanusiaan terhadap Palestina, namun berisiko melanggar prinsip Olympic Charter yang menentang diskriminasi politik dalam olahraga.
Sikap MUI ini secara jelas memisahkan mana yang dianggap sebagai kepentingan nasional yang harus didukung (Timnas Indonesia) dan mana yang dianggap bertentangan dengan prinsip dasar bangsa yang wajib ditolak (kehadiran delegasi Israel).
Keputusan akhir ada di tangan Pemerintah. Mampukah Indonesia menemukan solusi yang dapat menjaga marwah konstitusi sekaligus menjamin kelangsungan acara olahraga internasional di Tanah Air (**)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










