Banten

Dadan Hindayana Jadi Tersangka, Tiyo Ardianto: Dari Awal Saya Bilang MBG Itu 'Maling Berkedok Gizi'

Viona Sebastian Nolani | 6 Juni 2026, 19:21 WIB
Dadan Hindayana Jadi Tersangka, Tiyo Ardianto: Dari Awal Saya Bilang MBG Itu 'Maling Berkedok Gizi'
Tiyo Ardianto menanggapi penetapan Dadan Hindayana sebagai tersangka korupsi BGN dan kembali menyoroti kritiknya terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG). (Tangkapan Layar TikTok)

AKURAT BANTEN - Penetapan mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, sebagai tersangka oleh Kejaksaan Agung (Kejagung) mendapat respons dari mantan Ketua BEM Universitas Gadjah Mada (UGM), Tiyo Ardianto.

Aktivis yang selama ini vokal mengkritik Program Makan Bergizi Gratis (MBG) itu mengaku bersyukur atas perkembangan kasus yang menjerat sejumlah eks petinggi BGN.

Pernyataan tersebut disampaikan Tiyo saat menghadiri sebuah forum bersama tokoh agama Yai Ubaidillah Shodaqoh.

Dalam kesempatan itu, ia menilai berbagai kritik yang disuarakannya sejak beberapa bulan terakhir kini menemukan relevansinya setelah dugaan korupsi di tubuh BGN terungkap.

Baca Juga: PLN Buka Suara soal Tagihan Listrik Naik, ESDM Tegaskan Tarif Tak Berubah Sejak 2017

Menurut Tiyo, kasus yang menyeret mantan pejabat BGN menjadi bukti bahwa kekhawatiran yang selama ini ia sampaikan bukan tanpa alasan.

Ia bahkan mengungkapkan bahwa dirinya sempat mendapat julukan khusus karena konsisten menyoroti program MBG.

“Saya baru-baru ini diberi nama oleh om penyair saya, sampai diberi nama Tiyo MBG Ardianto. Karena memang beberapa bulan terakhir kami agak kencang menyuarakan MBG ini,” ujar Tiyo Ardianto dalam sambutannya yang beredar luas di media sosial Instagram, Kamis, 4 Juni 2026.

Dalam kesempatan yang sama, Tiyo kembali melontarkan kritik tajam terhadap program unggulan pemerintah tersebut.

Baca Juga: Kasus Pesta Babi Memanas, Yasinta Moiwend Mengaku Diteror dan Ajukan Perlindungan ke LPSK

Ia menyebut MBG dengan akronim yang bernada sindiran.

“Bicara soal MBG ini, saya sejak bulan Februari mengatakan MBG ini Maling Berkedok Gizi,” seloroh Tiyo disambut riuh.

Tak hanya itu, ia juga mengajak para peserta forum memberikan apresiasi kepada Kejaksaan Agung atas langkah penegakan hukum yang dilakukan dalam kasus tersebut.

“Alhamdulillah Kepala BGN Qadarullah ditangkap oleh Kejagung. Itu tidak hanya membuktikan bahwa, saya yakin kita semua senang, jadi ayo tepuk tangan bareng-bareng,” lanjut Tiyo sembari tersenyum.

Baca Juga: Prabowo Dikritik Terlalu Sering ke Luar Negeri, Istana Bongkar Fakta Biaya dan Jumlah Rombongan

Sementara itu, Kejagung melalui Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) resmi menetapkan tiga mantan petinggi BGN sebagai tersangka pada Rabu malam, 3 Juni 2026.

Ketiganya langsung menjalani penahanan setelah serangkaian pemeriksaan dan penyidikan intensif.

Mereka adalah mantan Kepala BGN Dadan Hindayana, mantan Wakil Kepala BGN Lodewyk Pusung, serta mantan Wakil Kepala BGN Sonny Sanjaya.

Usai menjalani pemeriksaan, Dadan tampak keluar dari Gedung Kejaksaan Agung dengan pengawalan ketat.

Baca Juga: Akses Internet Sangihe dan Sitaro Dijaga Ketat, Kemkomdigi Kerahkan Satelit Satria

Ia mengenakan rompi tahanan tindak pidana korupsi berwarna merah muda dan tangan terborgol saat menuju kendaraan tahanan.

Selama ini, Tiyo dikenal sebagai salah satu aktivis mahasiswa yang paling vokal mengkritik kebijakan anggaran pemerintahan baru.

Ia secara konsisten mempertanyakan penggunaan dana negara bernilai triliunan rupiah untuk membiayai Program Makan Bergizi Gratis yang digagas Presiden Prabowo Subianto.

Sikap kritis tersebut juga beberapa kali memicu polemik di media sosial.

Baca Juga: BRIN Peringatkan Ancaman Kedaulatan Data, Ketergantungan Satelit Asing Dinilai Berbahaya

Dalam salah satu unggahannya yang sempat menjadi perbincangan luas, Tiyo melontarkan kritik keras terhadap Presiden Prabowo terkait kepemimpinan nasional.

“PRESIDEN BODOH. Kita sedang dipimpin oleh orang bodoh yang tidak sadar bahwa dirinya bodoh dan karenanya tak pernah mau belajar, tapi justru memilih menularkan kebodohannya kepada yang lain. Ajaibnya orang pintar di sekelilingnya rela-rela saja dibuat bodoh dan dengan bangga menjunjung kebodohan pimpinannya,” tulis Tiyo tajam dalam unggahan digitalnya.

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.