Banten

Skenario Gila! Timnas Voli Putri Indonesia di AVC Nations Cup 2026: Tisya Cs Wajib Menang, tapi...

Abdurahman | 11 Juni 2026, 22:30 WIB
Skenario Gila! Timnas Voli Putri Indonesia di AVC Nations Cup 2026: Tisya Cs Wajib Menang, tapi...
Skenario Gila Timnas Voli Putri Indonesia di AVC Nations Cup 2026 (dok Ist)

AKURAT BANTEN– Langkah Timnas Voli Putri Indonesia di ajang AVC Nations Cup 2026 kini berada di ujung tanduk yang sangat dramatis.

Peluang lolos ke babak semifinal memang masih terbuka, namun skuad asuhan Marcos Sugiyama ini menghadapi situasi gila yang menuntut tidak hanya kerja keras, melainkan sebuah keajaiban di laga pamungkas.

Dipimpin oleh sang kapten Tisya Amallya Putri, Srikandi Indonesia saat ini tertahan di peringkat ketiga klasemen sementara Pool B dengan raihan 7 poin.

Di atas mereka, Kazakhstan kokoh memimpin dengan 9 poin, disusul ketat oleh sang rival abadi Asia Tenggara, Vietnam, yang mengantongi 8 poin.

Dengan menyisakan hanya satu laga tersisa di fase grup, mari bedah skenario "jalan terjal" yang harus dilalui Tisya cs untuk bisa menembus babak 4 besar.

Baca Juga: JAKARTA SIAGA BESOK! Ribuan Mahasiswa Se-Jabodetabek Kepung Bundaran HI, Bawa 5 Tuntutan 'Panas' untuk Prabowo

Skenario Pertama: Harga Mati Lawan Lebanon

Tidak ada ruang untuk kesalahan sedikit pun. Pada laga terakhir yang akan digelar di Candon City Arena, Filipina, Jumat (12/6/2026) pukul 17.00 WIB, Indonesia wajib menang telak atas Lebanon.

Indonesia harus mengamankan poin penuh (3 poin) dengan kemenangan skor murni 3-0 atau 3-1. Hasil ini akan mendongkrak poin akhir Indonesia menjadi 10 poin.

MENGAPA INI JADI SKENARIO GILA? > Jika Indonesia menang dengan skor tipis 3-2, mereka hanya akan mendapat tambahan 2 poin (total 9 poin). Secara matematis, raihan 9 poin hampir pasti menutup peluang Indonesia karena kalah saing secara agregat dari Vietnam dan Kazakhstan. Jadi, menang saja tidak cukup, Tisya cs harus menang mutlak tanpa ampun!

Baca Juga: Tersangka Baru Korupsi MBG Terungkap, Diduga Punya Akses Khusus ke Sistem Verifikasi

Skenario Kedua: Menggantungkan Nasib pada "Tangan Orang Lain"

Menang telak atas Lebanon barulah separuh dari syarat. Skenario gila sesungguhnya ada di sini: separuh nasib Indonesia lainnya berada di tangan pertandingan tim lain. Indonesia harus berharap salah satu dari dua drama berikut terjadi pada laga hidup-mati antara Kazakhstan vs Vietnam:

  1. Kazakhstan Menang Telak (3-0 atau 3-1): Jika ini terjadi, Kazakhstan melaju sebagai juara grup (12 poin), sementara Vietnam tertahan di 8 poin. Indonesia yang mengoleksi 10 poin otomatis menyalip Vietnam untuk merebut tiket runner-up.

  2. Vietnam Menang Telak (3-0 atau 3-1): Skenario ini membuat Vietnam menjadi juara grup (11 poin). Indonesia dan Kazakhstan akan sama-sama mengoleksi 10 poin. Di sinilah hitung-hitungan rasio set dan rasio poin yang sangat rumit akan menjadi penentu napas terakhir Indonesia.

Baca Juga: Ledakan Terdengar di Iran, AS Mulai Serangan Baru Usai Helikopter Apache Jatuh

Mentalitas Spartan: Kalah Terhormat, Bangkit Menggila

Perjalanan Timnas Putri di Pool B sejatinya penuh emosi. Setelah sempat diredam Kazakhstan 0-3, titik balik dramatis terjadi saat melawan Vietnam.

Tisya cs memaksa raksasa ASEAN itu bermain hingga full set sebelum akhirnya kalah tipis 2-3 (25-18, 22-25, 18-25, 25-19, 13-15).

Meski kalah, mentalitas spartan itu terbukti ampuh.

Terbukti pada laga terbaru, Hong Kong berhasil dilibas tanpa ampun dengan skor telak 3-0 (25-20, 27-25, 25-14).

Kini, fokus seluruh pencinta voli tanah air tertuju pada hari Jumat esok. Bisakah keajaiban dan skenario gila itu terwujud di Candon City Arena?

Ataukah langkah mulia Srikandi Nusantara harus terhenti di fase grup? Kita dukung dan saksikan perjuangan habis-habisan Timnas Voli Putri Indonesia! (**)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Abdurahman
Reporter
Abdurahman
Abdurahman