Banten

Iran Protes Keras ke FIFA Jelang Piala Dunia 2026, Hanya Boleh Masuk Amerika Serikat Saat Hari Pertandingan

Aullia Rachma Puteri | 8 Juni 2026, 15:47 WIB
Iran Protes Keras ke FIFA Jelang Piala Dunia 2026, Hanya Boleh Masuk Amerika Serikat Saat Hari Pertandingan
Timnas Iran dalam Piala Dunia 2026.

AKURAT BANTEN - Piala Dunia 2026 belum dimulai, tetapi kontroversi sudah muncul dari Grup G. Timnas Iran melayangkan kritik keras kepada FIFA setelah mengetahui pembatasan perjalanan yang membuat mereka tidak bisa bebas berada di wilayah Amerika Serikat selama turnamen berlangsung.

Situasi ini membuat Iran menjadi salah satu peserta dengan persiapan paling unik menjelang Piala Dunia. Alih-alih bermarkas di Amerika Serikat seperti banyak negara lain, Team Melli memilih menjadikan Tijuana, Meksiko, sebagai pusat latihan dan markas utama selama kompetisi berlangsung.

Keputusan tersebut bukan semata-mata pilihan teknis. Kebijakan imigrasi yang berlaku membuat skuad Iran hanya diizinkan memasuki wilayah Amerika Serikat pada hari pertandingan dan harus kembali meninggalkan negara tersebut setelah laga selesai.

Kondisi itu memicu reaksi keras dari pihak Iran yang menilai situasi tersebut tidak memberikan perlakuan yang setara kepada seluruh peserta Piala Dunia.

Baca Juga: Cedera Hancurkan Mimpi Wesley di Piala Dunia 2026, Ederson Resmi Dipanggil Brasil

"Kami menghormati aturan negara tuan rumah, tetapi kami berharap semua tim diperlakukan dengan prinsip yang sama dalam kompetisi sebesar Piala Dunia," demikian salah satu pernyataan yang disampaikan delegasi Iran menjelang keberangkatan mereka ke Meksiko.

Bagi Iran, masalah ini bukan sekadar persoalan logistik. Perjalanan lintas perbatasan yang harus dilakukan berulang kali berpotensi memengaruhi kondisi fisik pemain, waktu pemulihan, hingga fokus tim selama turnamen berlangsung.

Bermarkas di Meksiko Demi Kelancaran Persiapan

Sebagai solusi, Iran memilih Tijuana sebagai markas utama mereka selama fase grup. Kota yang berada di perbatasan Meksiko-Amerika Serikat itu dinilai menjadi lokasi paling realistis untuk mengurangi beban perjalanan.

Dari Tijuana, skuad Iran dapat melakukan perjalanan singkat menuju kota-kota pertandingan di Amerika Serikat saat dibutuhkan.

Baca Juga: Mengapa Shin Tae-yong Memilih Persija? Ambisi Besar Mengembalikan Macan Kemayoran ke Puncak

Pilihan tersebut juga membuat Iran menjadi salah satu tim dengan pengaturan logistik paling berbeda dibanding peserta lain.

Sebagian besar negara peserta memilih menetap di satu negara dan melakukan perjalanan domestik sesuai jadwal pertandingan.

FIFA Berusaha Menenangkan Situasi

FIFA sebelumnya telah memastikan bahwa seluruh tim yang lolos ke Piala Dunia akan mendapatkan akses untuk mengikuti turnamen tanpa hambatan administratif yang mengganggu partisipasi mereka.

Namun badan sepak bola dunia itu juga menegaskan bahwa urusan visa dan kebijakan imigrasi tetap berada di bawah kewenangan masing-masing negara tuan rumah.

Baca Juga: Prediksi Portugal vs Chile: Ronaldo dan Generasi Emas Portugal Siap Kirim Peringatan ke Rival Piala Dunia

Inilah yang membuat FIFA berada dalam posisi sulit. Di satu sisi mereka harus menjamin kelancaran kompetisi, tetapi di sisi lain tidak memiliki kewenangan untuk mengubah kebijakan perbatasan suatu negara.

Bukan Kali Pertama Politik Bersentuhan dengan Piala Dunia

Kasus Iran kembali menunjukkan bahwa sepak bola dan politik sering kali sulit dipisahkan.

Dalam sejarah Piala Dunia, berbagai isu geopolitik pernah memengaruhi jalannya turnamen. Mulai dari ketegangan diplomatik antarnegara, konflik regional, hingga persoalan visa dan perjalanan.

Piala Dunia 2026 yang digelar bersama oleh Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko memang menawarkan skala yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Baca Juga: Neymar di Ujung Tanduk! Hasil MRI Pekan Depan Bisa Tentukan Nasibnya di Piala Dunia 2026

Namun format lintas negara tersebut juga menghadirkan tantangan baru yang tidak ditemui pada edisi-edisi sebelumnya.

Fokus pada Lapangan

Terlepas dari kontroversi yang berkembang, Iran tetap datang dengan ambisi besar. Team Melli ingin melampaui pencapaian terbaik mereka yang selama ini belum pernah berhasil menembus babak perempat final Piala Dunia.

Skuad Iran saat ini masih diperkuat sejumlah pemain berpengalaman yang tampil di liga-liga Eropa dan Timur Tengah. Mereka juga datang dengan modal sebagai salah satu tim Asia paling konsisten dalam satu dekade terakhir.

Meski demikian, persiapan yang tidak ideal jelas menjadi tantangan tambahan.

Di saat tim-tim lain fokus memikirkan strategi, taktik, dan kondisi pemain, Iran juga harus menghadapi persoalan perjalanan dan administrasi yang terus menjadi sorotan.

Baca Juga: Bikin Telinga Berdenging Seharian, Vuvuzela Tak Lagi Diizinkan di Piala Dunia 2026

Piala Dunia seharusnya menjadi panggung bagi sepak bola. Namun menjelang kick-off 2026, Iran merasa ada pertandingan lain yang harus mereka hadapi lebih dulu, yakni pertarungan melawan aturan yang membuat perjalanan mereka menuju lapangan tidak semudah negara peserta lainnya.

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.