Dapur MBG Duren Sawit Disetop Usai 72 Siswa Diduga Keracunan, Pemerintah Ambil Langkah Tegas
AKURAT BANTEN - Badan Gizi Nasional mengambil langkah tegas dengan menghentikan sementara operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi di kawasan Pondok Kelapa 2, Duren Sawit, Jakarta Timur.
Keputusan tersebut diambil setelah muncul dugaan insiden keracunan yang dialami oleh 72 siswa usai mengonsumsi program Makan Bergizi Gratis.
Wakil Kepala Badan Gizi Nasional Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang, mengungkapkan bahwa penghentian ini tidak hanya dipicu oleh kejadian tersebut.
Baca Juga: Erupsi Gunung Dukono Kembali Meningkat, Kolom Abu Capai 1,4 Kilometer Warga Diminta Waspada
Ia menyebutkan bahwa hasil evaluasi internal juga menemukan adanya ketidaksesuaian dengan standar operasional prosedur yang telah ditetapkan.
"Selain itu, SPPG Pondok Kelapa kami suspend (hentikan sementara) untuk waktu yang tidak terbatas, karena kondisi dapur, termasuk tata letak dan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang masih belum memenuhi standar," ujar dia.
Langkah penghentian ini dilakukan sebagai upaya pencegahan agar tidak terjadi kejadian serupa di masa mendatang.
BGN juga memastikan bahwa seluruh korban mendapatkan perhatian penuh, terutama dalam hal penanganan kesehatan.
Baca Juga: WFH Segera Berlaku Sekali Sepekan, Ini Daftar Aplikasi Andalan agar Kerja Tetap Produktif dari Rumah
Seluruh siswa yang terdampak telah dirujuk ke Rumah Sakit Khusus Daerah Duren Sawit untuk mendapatkan perawatan intensif.
Nanik menegaskan bahwa pihaknya tidak akan lepas tangan dalam menghadapi situasi ini.
"Kami menyampaikan permohonan maaf atas kejadian ini. BGN juga akan bertanggung jawab terhadap seluruh biaya pengobatan di rumah sakit," ucap Nanik.
Di sisi lain, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta turut bergerak cepat dalam merespons kejadian tersebut.
Baca Juga: Isu Ijazah Jokowi Palsu Seret AHY dan Rizieq Shihab, Jokowi Pilih Bungkam, Ini Jawaban Tegasnya
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung bahkan turun langsung meninjau kondisi para siswa di rumah sakit.
Ia memastikan bahwa seluruh proses penanganan berjalan dengan cepat dan terkoordinasi dengan baik.
Menurutnya, kolaborasi antara berbagai pihak menjadi kunci dalam menangani situasi darurat seperti ini.
"Jadi, penanganan dan koordinasi berjalan cepat antara BGN, Pemerintah DKI Jakarta dan juga dengan Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan dan tentunya beberapa rumah sakit terkait," ucapnya.
Baca Juga: Terbongkar! Andi Azwan Sebut ada 'Tangan Tak Terlihat' yang Danai Isu Ijazah Jokowi
Pemerintah juga memastikan bahwa pembiayaan pengobatan tidak menjadi beban bagi para korban.
Bagi siswa yang telah terdaftar dalam program BPJS Kesehatan, seluruh biaya akan ditanggung hingga mereka dinyatakan pulih.
Sementara itu, pihak pemerintah masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium untuk memastikan penyebab pasti kejadian tersebut.
Langkah ini dianggap penting agar tidak terjadi kesimpangsiuran informasi di tengah masyarakat.
Baca Juga: Erupsi Gunung Dukono Kembali Meningkat, Kolom Abu Capai 1,4 Kilometer Warga Diminta Waspada
Pemerintah meminta semua pihak untuk bersabar hingga hasil resmi dikeluarkan oleh laboratorium terkait.
Selain itu, transparansi dalam penanganan kasus ini juga menjadi perhatian utama.
Pemerintah berharap pihak yang bertanggung jawab nantinya dapat memberikan penjelasan secara terbuka kepada publik.
Harapan besar juga disampaikan agar para siswa dan guru yang terdampak dapat segera pulih.
Baca Juga: Isu Ijazah Jokowi Palsu Seret AHY dan Rizieq Shihab, Jokowi Pilih Bungkam, Ini Jawaban Tegasnya
Dengan demikian, mereka diharapkan bisa kembali menjalankan aktivitas belajar mengajar seperti biasa.
Sementara itu, Pemerintah Kota Jakarta Timur memilih untuk fokus pada upaya penyelamatan dan pemulihan kondisi korban.
Kepala Suku Dinas Pendidikan Wilayah I Jakarta Timur, M. Fahmi, menegaskan bahwa pihaknya tidak memiliki kewenangan untuk menyimpulkan penyebab kejadian.
"Kalau Sudin Pendidikan itu, kami tidak punya kewenangan menyampaikan itu keracunan atau bukan. Yang jelas kami fokus kepada keselamatan anak-anak, terutama terkait kesehatannya," kata Kepala Suku Dinas Pendidikan Wilayah I Jakarta Timur, M. Fahmi.
Baca Juga: Isu Ijazah Jokowi Palsu Seret AHY dan Rizieq Shihab, Jokowi Pilih Bungkam, Ini Jawaban Tegasnya
Ia menjelaskan bahwa berbagai pihak telah dilibatkan dalam pembahasan kasus ini melalui rapat koordinasi.
Pertemuan tersebut menghadirkan unsur kesehatan, pendidikan, serta pihak yang terlibat dalam program MBG.
Meski demikian, keputusan akhir tetap bergantung pada hasil uji laboratorium yang sedang diproses.
Fahmi kembali mengingatkan agar semua pihak tidak terburu-buru menarik kesimpulan.
Baca Juga: WFH Segera Berlaku Sekali Sepekan, Ini Daftar Aplikasi Andalan agar Kerja Tetap Produktif dari Rumah
"Tidak bisa juga kita menyebut ini keracunan kalau datanya belum ada. Yang mengetahui hasilnya hanya laboratorium, jadi kita tunggu saja," ujar Fahmi.
Saat ini, perhatian utama masih tertuju pada keselamatan dan pemulihan kondisi para siswa.
Pemerintah memastikan bahwa seluruh langkah penanganan dilakukan secara maksimal dan terukur.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Kortastipidkor Bareskrim Polri Selidiki Tiga Modus Rekayasa Pasokan Energi PLTU yang Merugikan Negara Triliunan Rupiah
- 2Gaji PNS 2027 Tak Disinggung Prabowo, PNS Diduga Kembali Gigit Jari Tidak Dapat Kenaikan Gaji, Sama Seperti Pensiunan
- 3HIMNI Periode 2026-2031 Resmi Dilantik, Djarot Sulistio Wisnubroto Pimpin Perluasan Pemanfaatan Nuklir
- 4Fakta di Balik 'Gaji Rp700 Ribu per Kilo': Siapa Sebenarnya Ibu Susana yang Disebut Presiden Prabowo?
- 5Bikin Raksasa Premier League Gigit Jari, Gerry Cardinale Turun Tangan Kunci Transfer Diego Moreira Rp867 Miliar ke AC Milan!
- 6Kopi Nalar Dorong Dialog Terbuka di Tengah Penolakan Warga atas Rencana PLTS 311 Hektare
- 7Gaji Pembawa Baki Bendera Celine Olivia Beda? Segini Honor Paskibraka 2026, Istilahnya Bukan Gajian
- 8MU Tumbang 2-4 dari AC Milan, Michael Carrick Tetap Tenang Jelang Hadapi Hull City
- 9Liga Inggris 2026/2027 Dimulai! Arsenal Buka Perburuan Gelar, Jadwal MU dan Liverpool Ikut Jadi Sorotan
- 105 Alasan Manchester United Tak Akan Melepas Bruno Fernandes pada Musim Panas 2026







