Banten

Sinar Mas Land dan KOMDIGI Hadirkan GSIH BSD City, Pusat Inovasi Digital Indonesia

Handrian Setiawan | 30 Agustus 2026, 09:31 WIB
Sinar Mas Land dan KOMDIGI Hadirkan GSIH BSD City, Pusat Inovasi Digital Indonesia
Sinar Mas Land dan KOMDIGI Hadirkan GSIH BSD City, Pusat Inovasi Digital Indonesia - Istimewa

AKURAT BANTEN - Ekonomi digital Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan signifikan. Di tengah peluang pasar yang semakin besar, kebutuhan terhadap ekosistem yang mampu mempertemukan startup, talenta digital, investor, industri, akademisi, hingga pemerintah menjadi semakin penting.

Menjawab kebutuhan tersebut, Sinar Mas Land bersama Kementerian Komunikasi dan Digital (KOMDIGI) menghadirkan Garuda Spark Innovation Hub (GSIH) BSD City) sebagai platform kolaborasi untuk memperkuat ekosistem digital Indonesia.

Kehadiran GSIH di BSD City sekaligus memperkuat posisi kawasan tersebut sebagai salah satu pusat pengembangan inovasi, teknologi, dan ekonomi digital di Indonesia.

Baca Juga: Bukan Cuma UGM, Rekan Seangkatan Jokowi Ikut Buka Suara soal Tudingan Ijazah Palsu!

Laporan e-Conomy SEA yang disusun Google, Temasek, dan Bain & Company mencatat nilai ekonomi digital Indonesia mencapai USD99 miliar pada 2026 dan diproyeksikan meningkat hingga USD340 miliar pada 2030.

Potensi tersebut turut didukung oleh semakin luasnya akses internet. Sekitar 81 persen masyarakat Indonesia kini telah terhubung ke internet.

Namun, pertumbuhan ekonomi digital tidak cukup hanya ditopang oleh konektivitas. Diperlukan ekosistem yang mampu menghubungkan inovasi dengan teknologi, talenta, investasi, industri, serta akses pasar.

Baca Juga: Bikin Heboh di Udara! Penumpang AirAsia Diduga BAB di Kursi, Bau Menyengat Ganggu Satu Kabin

GSIH BSD City Jadi Ruang Kolaborasi Digital

Kolaborasi Sinar Mas Land dan KOMDIGI ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman pada 26 Agustus 2026 di Gedung Garuda Spark Innovation Hub (GSIH) BSD City.

Nota kesepahaman tersebut ditandatangani oleh Direktur Pengembangan Ekosistem Digital KOMDIGI Sonny Hendra Sudaryana dan CEO Urban Solution Development Sinar Mas Land Irawan Harahap.

Penandatanganan turut disaksikan Menteri KOMDIGI Meutya Hafid, Sekda Kabupaten Tangerang Soma Atmaja, Direktur Jenderal Ekosistem Digital KOMDIGI Edwin Hidayat Abdullah, Sekretaris Dinas Kominfo, Statistik, Persandian Provinsi Banten Karna Wijaya, Managing Director Sinar Mas Ferry Salman, serta Senior Vice President Corporate Affairs Sinar Mas Land Panji Himawan.

Baca Juga: Sisa Kuota Internet Tak Boleh Hangus Lagi, Operator Wajib Beri Pilihan ke Pelanggan

Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid mengatakan, kehadiran GSIH menjadi langkah penting untuk mempertemukan berbagai elemen dalam ekosistem digital yang selama ini masih bergerak secara terpisah.

“Garuda Spark kita lahirkan untuk membentuk satu ruang kerja bersama dari seluruh elemen tadi,” ujar Meutya dalam keterangannya, Jumat (28/28/2026).

Ia menekankan prinsip “Locally Adopted, Nationally Coordinated, Globally Connected” sebagai landasan pengembangan GSIH, khususnya dalam membuka ruang bagi generasi muda Indonesia untuk menghadapi transformasi digital.

KOMDIGI menargetkan jaringan GSIH dapat berkembang hingga 500 Spoke di berbagai wilayah Indonesia. Target tersebut tidak hanya berorientasi pada jumlah, tetapi juga pemerataan akses terhadap ekosistem digital.

Baca Juga: Puan Tak Teken Surat RUU Perampasan Aset, Mahfud MD Ungkap Makna Janggal di Baliknya

BSD City Jadi Global Hub Pertama

CEO Urban Solution Development Sinar Mas Land Irawan Harahap mengatakan, GSIH BSD City memiliki posisi strategis karena menjadi Global Hub pertama dalam jaringan Garuda Spark Innovation Hub.

Menurutnya, GSIH BSD City dirancang untuk menghubungkan talenta, startup, teknologi, investor, industri, serta jejaring ekosistem digital internasional.

“GSIH di BSD City sebagai Global Hub pertama, merupakan bagian dari upaya kami membangun ekosistem yang menghubungkan inovasi dengan kebutuhan industri dan peluang pasar,” kata Irawan.

Baca Juga: MU Tebus Carlos Baleba Rp1,1 Triliun, Carrick Langsung Ungkap Kualitas yang Bikin The Red Devils Berbunga-Bunga

Ia menambahkan, kehadiran GSIH sejalan dengan pengembangan BSD City sebagai kawasan yang mempertemukan aktivitas ekonomi, pendidikan, teknologi, dan inovasi dalam satu ekosistem.

Dengan positioning “The New Home of Indonesia’s Digital Ecosystem & Global Gateway”, GSIH BSD City diharapkan menjadi salah satu pintu bagi inovasi Indonesia untuk mendapatkan akses terhadap kolaborasi, investasi, industri, dan peluang pasar global.

Terapkan Skema POGO

GSIH BSD City dihadirkan melalui skema Privately Owned, Government Operated (POGO). Dalam skema ini, Sinar Mas Land berperan dalam menyediakan infrastruktur fisik, sedangkan KOMDIGI mengorkestrasi program serta jejaring ekosistem yang mempertemukan startup, talenta digital, industri, investor, akademisi, pemerintah, dan mitra global.

Baca Juga: Bruno Fernandes Bongkar Rahasia Pergantian Kapten MU: Sikap Harry Maguire Bikin Semuanya Berubah

Model tersebut menjadi contoh kolaborasi pemerintah dan sektor swasta dalam membangun infrastruktur ekosistem digital yang tidak hanya menyediakan ruang fisik, tetapi juga mendorong interaksi dan kolaborasi antarpelaku secara berkelanjutan.

Pemerintah menghadirkan program dan jejaring, sementara sektor swasta menyediakan lingkungan serta infrastruktur yang mendukung tumbuhnya inovasi.

Terhubung dengan Infrastruktur Transportasi

GSIH BSD City berlokasi di Gedung Biomedical Campus BSD City yang memiliki akses terhadap sejumlah jaringan transportasi. Kawasan tersebut terhubung dengan Tol Serpong-Balaraja (Serbaraja) Seksi 1A dan 1B, Tol Jakarta-Serpong yang terintegrasi Tol JORR 1, serta jaringan Tol JORR 2.

Aksesibilitas juga didukung jaringan tol menuju Bandara Soekarno-Hatta, Kunciran, Serpong, Cinere, Cimanggis, Cibitung, Cilincing, hingga jaringan Tol Japek dan Jagorawi.

Baca Juga: Usai Dapat Amnesti, Gus Nur Balik Gugat Jokowi soal Kasus Ijazah: Tuntut Ganti Rugi hingga Triliunan?

Sementara untuk transportasi publik, mobilitas menuju GSIH BSD City dapat didukung layanan BSD Link, feeder bus BSD City, serta KRL Commuter Line melalui Stasiun Cisauk di Kawasan Intermoda BSD City dan Stasiun Jatake di Kawasan Hiera.

Dengan hadirnya GSIH BSD City, kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta diharapkan mampu memperkuat fondasi ekonomi digital Indonesia sekaligus membuka lebih banyak peluang bagi startup dan talenta lokal untuk terhubung dengan industri dan pasar global. ***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.