Banten

Penumpang KA Rajabasa Melonjak 32 Persen, KAI Tambah Kapasitas Jadi 848 Kursi

Viona Sebastian Nolani | 30 Agustus 2026, 11:42 WIB
Penumpang KA Rajabasa Melonjak 32 Persen, KAI Tambah Kapasitas Jadi 848 Kursi
Mobilitas Sumatra Terus Tumbuh, KAI Tingkatkan Konektivitas Kereta Api Antarwilayah - kai.id

AKURAT BANTEN - Pertumbuhan kawasan dan meningkatnya aktivitas masyarakat terus melahirkan kebutuhan mobilitas baru di sejumlah daerah Indonesia.

Di Pulau Sumatra, perkembangan ekonomi, pendidikan, perdagangan, pariwisata, hingga mobilitas harian membuat kebutuhan konektivitas antardaerah semakin penting dan terintegrasi.

PT Kereta Api Indonesia (Persero) terus menyesuaikan pengembangan layanan kereta api dengan perubahan tersebut di berbagai wilayah.

Penguatan konektivitas dilakukan dengan melihat pola perjalanan pelanggan, karakteristik daerah, serta dinamika kebutuhan mobilitas masyarakat.

Baca Juga: Akun WhatsApp Mendadak Dinonaktifkan? Meta Akui Ada Kesalahan Sistem Global

Salah satu indikator meningkatnya minat masyarakat menggunakan kereta api di Pulau Sumatra terlihat dari perjalanan KA Rajabasa relasi Kertapati–Tanjungkarang PP.

Pada periode Januari–Juli 2026, KA Rajabasa tercatat mengangkut 534.748 pelanggan, naik 32,09% dibandingkan periode yang sama pada 2025 yang mencapai 404.848 pelanggan.

KA Rajabasa melayani perjalanan antara Stasiun Kertapati di Palembang, Sumatera Selatan, dan Stasiun Tanjungkarang di Bandar Lampung, Lampung.

Kereta api ini menjadi salah satu pilihan transportasi masyarakat yang menghubungkan dua wilayah dengan aktivitas ekonomi, pendidikan, perdagangan, hingga pariwisata yang cukup beragam.

Baca Juga: AI Mulai Ubah Dunia Kerja, Wamenkomdigi Nezar Patria Dorong Tenaga Kerja Indonesia Segera Bersiap

Peningkatan jumlah pelanggan tersebut mendorong KAI melakukan penyesuaian terhadap kapasitas layanan KA Rajabasa. Sejak Juli 2026, KA Rajabasa menggunakan rangkaian dengan kapasitas lebih besar, yakni dari sebelumnya 530 tempat duduk menjadi 848 tempat duduk. Penambahan kapasitas tersebut ditujukan untuk memenuhi kebutuhan perjalanan masyarakat pada jalur Sumatera Selatan–Lampung.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat perekonomian Indonesia pada Triwulan I 2026 tumbuh 5,61% secara tahunan (year on year). Pertumbuhan aktivitas ekonomi tersebut turut berjalan bersama meningkatnya kebutuhan konektivitas antardaerah. Dalam publikasi Produk Domestik Regional Bruto Provinsi-Provinsi di Indonesia Menurut Lapangan Usaha 2021–2025 yang dirilis 13 April 2026, BPS juga memperlihatkan kontribusi sejumlah sektor daerah, termasuk industri pengolahan, pertanian, perdagangan, transportasi, dan pergudangan terhadap perekonomian wilayah.

Dengan kondisi wilayah yang memiliki aktivitas sosial dan ekonomi yang beragam, Pulau Sumatra membutuhkan sistem transportasi yang mampu menunjang mobilitas masyarakat antardaerah. Pengembangan layanan kereta api menjadi salah satu langkah untuk menyediakan konektivitas perjalanan yang semakin mudah, terintegrasi, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan peningkatan jumlah pelanggan KA Rajabasa menjadi tanda bahwa kebutuhan mobilitas menggunakan kereta api terus mengalami pertumbuhan di berbagai daerah Indonesia.

“Pertumbuhan KA Rajabasa menunjukkan bahwa kebutuhan perjalanan masyarakat di Sumatra terus berkembang. KAI terus membaca karakter setiap wilayah agar layanan yang diberikan semakin sesuai dengan kebutuhan pelanggan,” ujar Anne.

Anne menjelaskan bahwa penguatan konektivitas melalui transportasi kereta api turut disesuaikan dengan perkembangan suatu kawasan dan pola mobilitas masyarakat.

“Kereta api memiliki peran dalam menghubungkan berbagai aktivitas masyarakat. Karena itu, pengembangan layanan dilakukan dengan memahami kebutuhan setiap wilayah dan karakter perjalanan pelanggan,” kata Anne.

Perubahan pola mobilitas masyarakat di Sumatra menunjukkan bahwa kebutuhan konektivitas terus berkembang mengikuti pertumbuhan kawasan. KAI menilai penguatan jaringan kereta api menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem transportasi nasional yang semakin terhubung serta mampu menjawab kebutuhan perjalanan masyarakat.

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.