Banten

Megawati Berduka atas Tragedi Kereta Bekasi Timur dan Desak Reformasi Total Sistem Perkeretaapian Nasional

Riski Endah Setyawati | 29 April 2026, 16:19 WIB
Megawati Berduka atas Tragedi Kereta Bekasi Timur dan Desak Reformasi Total Sistem Perkeretaapian Nasional
Potret Megawati (Istimewa)

AKURAT BANTEN - Presiden ke-5 Republik Indonesia sekaligus Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, menyampaikan rasa belasungkawa mendalam atas tragedi kecelakaan kereta api yang terjadi di Stasiun Bekasi Timur.

Insiden tabrakan antara Kereta Agro Bromo Anggrek dengan KRL tersebut menimbulkan korban jiwa yang besar, dengan 16 orang meninggal dunia serta puluhan lainnya mengalami luka-luka.

Duka mendalam itu disampaikan Megawati setelah mengikuti perkembangan penanganan para korban melalui berbagai laporan pemberitaan.

Baca Juga: Amerika Serikat Perluas Kerja Sama Maritim dengan Indonesia Lewat Misi Dagang Teknologi dan Keamanan

"Ibu Megawati mengikuti pemberitaan penanganan korban melalui media massa, beliau begitu sedih," ujar Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto.

Megawati juga memanjatkan doa bagi seluruh korban, terutama mereka yang kehilangan nyawa dalam peristiwa tragis tersebut.

"Ibu Megawati berdoa bagi seluruh korban kecelakaan, khususnya bagi mereka yang dipanggil Tuhan agar dilancarkan jalannya dan mendapat tempat terbaik di surga," lanjut Hasto.

Baca Juga: Enam Tahun Tak Pulang Lebaran, Perantau Asal Wonogiri Tewas dalam Tragedi Kereta di Bekasi Timur

Tak hanya menyampaikan rasa duka, Megawati juga menekankan pentingnya evaluasi besar terhadap sistem keamanan transportasi kereta api di Indonesia.

Ia meminta anggota Fraksi PDI Perjuangan di DPR RI untuk memberi perhatian serius terhadap pembenahan menyeluruh pada sektor perkeretaapian nasional.

Arahan tersebut mencakup dorongan untuk menggelar rapat kerja bersama PT KAI serta pihak-pihak terkait guna mengevaluasi sistem keselamatan, komunikasi, dan instrumentasi kereta.

Baca Juga: ALVAboard Dorong Ekonomi Sirkular untuk Tekan Dampak Pemanasan Global

"Ibu Megawati meminta seluruh anggota Poksi V PDI Perjuangan DPR RI untuk mengadakan rapat guna melakukan pembenahan sistem keamanan, sistem komunikasi dan sistem instrumentasi kereta api," tegas Hasto.

Menurut Megawati, tragedi ini harus menjadi titik balik penting dalam memperkuat kualitas transportasi publik Indonesia.

Kereta api, menurut pandangannya, perlu terus dikembangkan sebagai tulang punggung transportasi nasional yang aman, nyaman, tepat waktu, serta mampu memberikan jaminan pelayanan terbaik bagi masyarakat luas.

Baca Juga: Amerika Serikat Perluas Kerja Sama Maritim dengan Indonesia Lewat Misi Dagang Teknologi dan Keamanan

Selain menyoroti kondisi saat ini, Megawati juga mengenang sejarah panjang perkeretaapian Indonesia dalam perjuangan bangsa.

Ia mengingat bagaimana kereta api dahulu memiliki peran strategis, termasuk dalam mendukung mobilitas pasukan dan distribusi logistik selama masa perjuangan kemerdekaan.

Bahkan, Bung Karno disebut memiliki kedekatan historis dengan dunia perkeretaapian sejak masa kolonial.

Bagi Megawati, peristiwa memilukan di Bekasi Timur harus menjadi pengingat bahwa sistem transportasi nasional memerlukan perhatian serius demi melindungi keselamatan seluruh rakyat.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.