Banten

Gedung Hogwan Bumiayu Roboh Saat Anak-anak Tertidur, 3 Orang Meninggal

Viona Sebastian Nolani | 1 September 2026, 10:52 WIB
Gedung Hogwan Bumiayu Roboh Saat Anak-anak Tertidur, 3 Orang Meninggal
Insiden runtuhnya Gedung Tua Hogwan Bumiayu yang menimpa sejumlah rumah warga di Brebes, Jawa Tengah, menjadi sorotan publik. - (Instagram.com/@insta_bumiayu)

AKURAT BANTEN - Gedung tua Hogwan di Desa Dukuhturi, Bumiayu, Brebes, Jawa Tengah, tiba-tiba roboh dan menimpa sejumlah rumah warga.

Dalam peristiwa tersebut, tiga orang meninggal dunia setelah tertimpa material bangunan, terdiri dari dua anak dan seorang lansia.

Insiden robohnya Gedung Hogwan tersebut menjadi perhatian publik setelah beredar di media sosial.

Baca Juga: Manchester United Menang 5-2 atas Ipswich, Michael Carrick Akhirnya Bisa Bernapas Lega

Salah satunya melalui unggahan akun Instagram @insta_bumiayu pada Selasa, 1 September 2026.

Dalam unggahan itu disebutkan, Gedung Hogwan merupakan bangunan bersejarah yang telah menjadi saksi perjalanan Bumiayu selama lebih dari satu abad.

"Gedung Tua Hogwan, saksi bisu perjalanan sejarah Bumiayu selama lebih dari satu abad, kini roboh dan menimpa rumah warga," tulis postingan tersebut.

Baca Juga: Barcelona Pilih Gabriel Jesus Setelah Gagal Dapatkan Julian Alvarez, Ini Alasannya

Bangunan yang sebelumnya memiliki nilai sejarah itu diketahui telah dialihfungsikan menjadi gedung olahraga badminton atau bulu tangkis.

Hingga kini, aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab robohnya bangunan tersebut.

Kapolsek Bumiayu, Edi Mardianto, mengatakan material dari Gedung Hogwan yang ambruk menimpa tiga rumah warga yang berada tepat di bagian depan bangunan.

Baca Juga: Marc Marquez Menang MotoGP Aragon 2026, Jarak dengan Jorge Martin Kini Cuma 19 Poin

Peristiwa itu terjadi pada Minggu, 30 Agustus 2026 pagi.

Saat kejadian berlangsung, sejumlah anak diketahui masih tertidur di rumah karena bertepatan dengan hari libur.

Setelah menerima laporan, petugas gabungan dari TNI-Polri bersama warga langsung melakukan pencarian di sekitar lokasi.

Tim kemudian menemukan dua anak yang berada di bawah reruntuhan dalam kondisi meninggal dunia.

Baca Juga: Novak Djokovic Tersingkir dari US Open 2026, Mariano Navone Ciptakan Kejutan Besar

"2 korban awal merupakan anak-anak, langsung dibawa ke rumah sakit untuk penanganan lebih lanjut," kata Edi dalam keterangannya, pada Selasa, 1 September 2026.

Pencarian korban terus dilakukan oleh petugas gabungan.

Dalam proses tersebut, tim kembali menemukan seorang laki-laki bernama Kajat yang diketahui berusia 82 tahun.

Edi memastikan ketiga korban merupakan warga yang tinggal di sekitar lokasi Gedung Hogwan.

Baca Juga: Real Madrid Hancurkan Malaga 4-0, Mourinho Cetak Rekor Start Terbaik di La Liga

Seluruh korban kemudian dibawa ke RSUD Bumiayu oleh tim BPBD untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Selain melakukan pencarian dan evakuasi, petugas bersama warga juga membersihkan area kejadian dari material sisa bangunan yang roboh.

Polisi mengimbau masyarakat untuk tidak mendekati lokasi Gedung Hogwan yang ambruk.

Baca Juga: Real Madrid Menang 4-0 atas Malaga, Mourinho Ungkap Peran Baru Jude Bellingham

Kondisi bangunan di sekitar area tersebut dinilai masih berbahaya dan berpotensi menyebabkan material lain kembali jatuh.

"Dikhawatirkan masih terdapat material atau bagian bangunan yang rawan runtuh dan dapat membahayakan keselamatan," tandasnya.

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.