Remaja Pati Jadi Korban Pengeroyokan Brutal, Diduga Dipicu Dendam Usai Konser Dangdut

AKURAT BANTEN - Seorang remaja berusia 18 tahun di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, harus menanggung luka serius setelah menjadi korban aksi pengeroyokan oleh tiga orang pelaku.
Insiden kekerasan itu diduga kuat dipicu oleh dendam lama yang berawal dari keributan saat berlangsungnya sebuah konser dangdut.
Peristiwa tersebut terjadi di kawasan timur Gapura Japah, Desa Bulumulyo, Kecamatan Batangan.
Baca Juga: Menkeu Copot Dua Dirjen Sekaligus, Tiga Kursi Strategis Kemenkeu Kini Kosong
Kapolsek Batangan AKP M Setiawan menjelaskan bahwa korban sempat dipepet oleh para pelaku saat melintas di jalan hingga akhirnya terjatuh dari kendaraan yang dikendarainya.
Situasi yang sudah tidak terkendali itu kemudian berujung pada aksi kekerasan fisik yang dilakukan secara bersama-sama.
Akibat serangan tersebut, korban mengalami luka cukup parah, termasuk patah pada bagian bahu serta retakan di area rahang.
Kondisi korban yang memprihatinkan itu memperlihatkan betapa brutalnya aksi yang dilakukan oleh para pelaku.
Pihak kepolisian pun bergerak cepat untuk mengusut kasus ini dan berhasil mengamankan salah satu pelaku berinisial RH.
Pelaku ditangkap saat berada di sebuah proyek bangunan di wilayah Jepara.
Baca Juga: Terungkap Modus Perjokian UTBK 2026 di Surabaya, Tiga Kampus Negeri Jadi Sorotan
Dalam penangkapan tersebut, polisi juga menyita barang bukti berupa sepeda motor yang digunakan saat kejadian berlangsung.
Setiawan mengungkapkan bahwa motif utama dalam kasus ini adalah dendam pribadi yang belum terselesaikan sejak insiden sebelumnya.
"Motifnya dendam pribadi setelah berkelahi di acara dangdut," ujarnya.
Ia juga menjelaskan bahwa cara pelaku melancarkan aksinya tergolong terencana dan sistematis.
"Modus pelaku mencegat, mengejar, lalu menjatuhkan korban dan melakukan kekerasan fisik," terangnya.
Saat ini, pelaku RH harus mempertanggungjawabkan perbuatannya secara hukum setelah dijerat Pasal 262 Ayat (2) KUHPidana.
Baca Juga: Menkeu Copot Dua Dirjen Sekaligus, Tiga Kursi Strategis Kemenkeu Kini Kosong
Sementara itu, dua pelaku lainnya masih dalam pengejaran aparat kepolisian.
Dari hasil penyelidikan sementara, keduanya diduga melarikan diri ke wilayah Jawa Barat untuk menghindari penangkapan.
"Kami masih melakukan upaya pengejaran terhadap dua pelaku lainnya," kata Setiawan.
Baca Juga: Menkeu Copot Dua Dirjen Sekaligus, Tiga Kursi Strategis Kemenkeu Kini Kosong
Ia menambahkan bahwa pihaknya telah mengantongi sejumlah petunjuk yang mengarah pada keberadaan para pelaku yang buron.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa konflik kecil yang tidak diselesaikan dengan baik bisa berujung pada tindakan kriminal serius.
Polisi pun mengimbau masyarakat untuk tidak menyelesaikan masalah dengan kekerasan, apalagi hingga membahayakan nyawa orang lain.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Dadan Hindayana Jadi Tersangka, Tiyo Ardianto: Dari Awal Saya Bilang MBG Itu 'Maling Berkedok Gizi'
- 2GEMPAR! Mantan Ketua BEM UGM Bongkar Rahasia 'Lembaga Berbintang' yang Coba Menyuapnya
- 3Sempat Dibela Dadan Hindayana, 41 Dapur MBG Anak Pejabat DPRD Sulsel Tuai Sorotan, Aktivis Desak Audit Menyeluruh
- 4Demo Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, BEM UI Bawa 5 Tuntutan Keras untuk Pemerintah
- 5Mahfud MD Heran Nanik S Deyang Tak Tersentuh Pemeriksaan Kasus MBG, Desak Kejagung Buka Alasannya
- 6Iran Protes Keras ke FIFA Jelang Piala Dunia 2026, Hanya Boleh Masuk Amerika Serikat Saat Hari Pertandingan
- 7Prediksi Portugal vs Chile: Ronaldo dan Generasi Emas Portugal Siap Kirim Peringatan ke Rival Piala Dunia
- 8Cedera Hancurkan Mimpi Wesley di Piala Dunia 2026, Ederson Resmi Dipanggil Brasil
- 9Perang Berbalik Arah? Ukraina Mulai Rebut Wilayah Rusia Berkat Serangan Drone Mematikan
- 10Jerman Peringatkan Rusia Bisa Ancam NATO pada 2029, Eropa Mulai Siaga Perang








