Usai Cabuli Santriwati di Ponpes Pati, Sang Kiai Buron ke Wonogiri Ditemani Sopir Berakhir Diborgol Polisi

AKURAT BANTEN - Menyoroti aksi pencabulan santriwati yang terjadi di Pondok Pesantren Ndholo Kusumo, Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Kasus tersebut diketahui menyeret pengasuh ponpes bernama Ashari yang kini telah ditetapkan sebagai tersangka.
Wakil Menteri Agama RI, Romo Syafii, menegaskan negara akan bertindak tegas terhadap pelaku kekerasan seksual di lingkungan pendidikan keagamaan.
Menurutnya, tidak ada ruang perlindungan bagi pelaku pencabulan, terlebih jika memanfaatkan posisi dan pengaruhnya terhadap para santri.
“Tidak ada toleransi bagi pelaku kekerasan seksual. Semua pihak yang terlibat harus diproses hukum dan dikenai sanksi administratif berat,” ujar Romo Syafii, Rabu (6/5/2026).
Kasus dugaan pencabulan ini mencuat setelah polisi menerima laporan sejak Juli 2024. Dari hasil penyelidikan sementara, aksi bejat tersebut diduga telah berlangsung berulang kali sejak 2020 di lingkungan pondok pesantren. Korban disebut mencapai sekitar 50 santriwati.
Polisi menyebut tersangka diduga memanfaatkan relasi kuasa sebagai pengasuh pondok untuk melakukan tindakan asusila terhadap para korban. Selain itu, korban juga diduga mendapat doktrin keagamaan agar menuruti perintah pelaku.
Baca Juga: Penggugat Sebut Ijazah Jokowi Asli, Tapi Kenapa Polisi Tetap Digugat? Fakta Ini Bikin Heboh
Salah satu korban yang melapor diketahui mengalami kekerasan seksual saat masih berusia 15 tahun. Aparat kepolisian juga telah mengamankan sejumlah barang bukti, mulai dari telepon genggam hingga pakaian milik korban.
Ashari sendiri resmi ditetapkan sebagai tersangka pada Selasa (28/4/2026). Polresta Pati sempat menjadwalkan pemeriksaan terhadap dirinya pada Senin (4/5/2026), sekaligus rencana penahanan setelah pemeriksaan dilakukan.
Namun, tersangka tidak memenuhi panggilan penyidik dan diketahui melarikan diri dari kediamannya di Pati. Polisi kemudian melakukan pengejaran lintas provinsi hingga ke sejumlah daerah seperti Bogor, Jakarta, Solo, dan Wonogiri.
Pelarian Ashari akhirnya berakhir setelah tim kepolisian menangkapnya di rumah seorang juru kunci petilasan di Desa Bakalan, Kecamatan Purwantoro, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, Kamis (7/5/2026) sekitar pukul 04.00 WIB.
Dalam penangkapan tersebut, Ashari terlihat mengenakan pakaian batik dipadukan jaket kulit. Ia juga diamankan bersama sopir pribadinya yang diduga menemani selama pelarian.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Tengah, Muhammad Anwar Nasir, mengatakan sopir yang ikut diborgol bersama tersangka masih berstatus saksi.
Baca Juga: Drone Misterius Ditembak Iran di Selat Hormuz, Video Puingnya Bikin Dunia Tegang
“Driver yang mengantar selama pelarian juga sudah diamankan untuk dimintai keterangan,” katanya.
Sementara itu, seluruh santriwati di Ponpes Ndholo Kusumo telah dipulangkan ke keluarga masing-masing. Aktivitas pondok pesantren pun dihentikan sementara selama proses hukum berjalan. ***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Geger! Survei SMRC Ungkap Skor Kepemimpinan Tokoh Nasional, Mahfud MD di Puncak, Gibran Terbawah
- 2Mahfud MD Soroti OTT KPK di BNPB, Dana Bencana Diduga Bermasalah saat Warga Butuh Bantuan
- 3Tiga Hari Lagi! Wajib Halal Berlaku 18 Oktober 2026, Ini Daftar Produk yang Harus Punya Sertifikat
- 4Singgung Asap dan Oksigen, Syahganda Dikritik Pejabat Malaysia! Indonesia Didesak Minta Maaf
- 5Bikin Bangga! Persib Menang atas The Cong-Viettel, Liga Indonesia Kini Tembus 16 Besar Asia
- 6Juventus Tak Terima Kalah dari Cristiano Ronaldo! Kasus Gaji Rp190 Miliar Kini Dibawa ke Pengadilan Tertinggi Italia
- 7Lille Dihajar Arsenal 0-3, tapi Calvin Verdonk Ukir Rekor Bersejarah untuk Indonesia di Liga Champions!
- 8Tangsel Rapi, DPUPR Banten Mulai Bersihkan Kabel Internet Semrawut di Jalan Aria Putra
- 9Mbappe Ukir Sejarah saat Real Madrid Comeback 4-3! Rekor Messi Resmi Terlewati, Golnya Tambah Catatan Gila
- 10Real Madrid Menang Dramatis di Markas Roma, Mourinho Malah Tak Mau Selebrasi: Alasannya Bikin Haru!









