Ponpes Ndholo Kusumo Mendadak Kosong Usai Pengasuh Jadi Tersangka, Santri Dipulangkan Massal

AKURAT BANTEN - Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Ndholo Kusumo yang berada di Kecamatan Tlogowungu, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, mendadak kehilangan aktivitas seperti biasanya pada Selasa, 5 Mei 2026.
Lingkungan pesantren yang sebelumnya dipenuhi kegiatan para santri kini terlihat sunyi tanpa proses belajar mengajar.
Kondisi tersebut terjadi setelah pengasuh ponpes, Asyhari, resmi ditetapkan sebagai tersangka.
Penetapan status hukum tersebut memicu aksi demonstrasi sekaligus imbauan agar seluruh santri segera dievakuasi dari lingkungan pesantren.
Situasi ini membuat para wali santri bergerak cepat datang ke lokasi untuk menjemput anak-anak mereka.
Seorang warga sekitar bernama Anwar mengungkapkan bahwa dalam dua hari terakhir, kawasan pondok berubah drastis menjadi lengang.
"Baru dua hari ini sepi. Santri sejak kemarin sudah pulang semua. Sudah tidak ada lagi," ujar Anwar.
Menurutnya, pemulangan santri berlangsung secara menyeluruh tanpa terkecuali.
Baik santri yang berasal dari sekitar Pati maupun luar daerah telah meninggalkan kompleks pesantren.
Baca Juga: Geger! Roy Suryo Bongkar Ijazah UGM Istrinya di TV: Tidak Ada Tulisan Gadhaj Adam, Mana yang Asli?
Anwar menjelaskan, para orang tua datang menggunakan berbagai moda transportasi, mulai dari sepeda motor hingga mobil pribadi.
Beberapa santri diketahui berasal dari luar kota, termasuk Kudus dan Jakarta.
"Infonya dari Kudus dan Jakarta ada. Itu saja yang saya tahu. Kalau luar pulau tidak tahu. Dijemput pakai mobil atau sepeda motor," jelasnya.
Tak hanya kegiatan pondok yang terhenti, proses pendidikan formal di lingkungan Madrasah Ibtidaiyah juga mengalami penyesuaian.
Khusus siswa kelas VI yang sedang menjalani ujian semester akhir, pihak sekolah menerapkan dua kebijakan berbeda.
Santri dari luar daerah diperbolehkan mengikuti ujian secara daring dari rumah masing-masing.
Sementara itu, siswa yang berdomisili di sekitar wilayah setempat tetap menjalani ujian secara langsung di sekolah.
"Kelas VI itu yang luar kota ujiannya daring, kalau warga sini ujian langsung," kata Anwar.
Perubahan mendadak ini menandai dampak besar dari kasus yang menimpa pengasuh pesantren terhadap seluruh aktivitas pendidikan di Ponpes Ndholo Kusumo.
Kini, kawasan pondok yang biasanya ramai oleh kegiatan hafalan, pembelajaran agama, dan aktivitas keseharian santri tampak kosong.
Masyarakat sekitar pun masih memantau perkembangan situasi sambil menunggu kejelasan lebih lanjut terkait operasional pesantren ke depan.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Kortastipidkor Bareskrim Polri Selidiki Tiga Modus Rekayasa Pasokan Energi PLTU yang Merugikan Negara Triliunan Rupiah
- 2Gaji PNS 2027 Tak Disinggung Prabowo, PNS Diduga Kembali Gigit Jari Tidak Dapat Kenaikan Gaji, Sama Seperti Pensiunan
- 3HIMNI Periode 2026-2031 Resmi Dilantik, Djarot Sulistio Wisnubroto Pimpin Perluasan Pemanfaatan Nuklir
- 4Fakta di Balik 'Gaji Rp700 Ribu per Kilo': Siapa Sebenarnya Ibu Susana yang Disebut Presiden Prabowo?
- 5Gaji Pembawa Baki Bendera Celine Olivia Beda? Segini Honor Paskibraka 2026, Istilahnya Bukan Gajian
- 6Upah Pengupas Bawang Disebut Rp700 Ribu, Fakta di Lapangan Bikin Publik Terkejut, Mau Ikutan Kupas Bawang?
- 7MU Tumbang 2-4 dari AC Milan, Michael Carrick Tetap Tenang Jelang Hadapi Hull City
- 8Kopi Nalar Dorong Dialog Terbuka di Tengah Penolakan Warga atas Rencana PLTS 311 Hektare
- 9Liga Inggris 2026/2027 Dimulai! Arsenal Buka Perburuan Gelar, Jadwal MU dan Liverpool Ikut Jadi Sorotan
- 105 Alasan Manchester United Tak Akan Melepas Bruno Fernandes pada Musim Panas 2026







