Banten

Viral! Pemilik Toko di NTT Gratiskan Susu Dan Popok Bayi untuk Korban Gempa: 'Kami Tidak Cari Untung'

Abdurahman | 18 Agustus 2026, 18:59 WIB
Viral! Pemilik Toko di NTT Gratiskan Susu Dan Popok Bayi untuk Korban Gempa: 'Kami Tidak Cari Untung'
Nurdin, pemilik toko di Reo, Manggarai, NTT yang tetap buka dan gratiskan keperluan bayi untuk bantu warga terdampak gempa. (Threads/kang_iman)

AKURAT BANTEN– Di tengah kepedihan mendalam pascagempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 7,7 yang meluluhlantakkan sebagian wilayah Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), sebuah kisah tentang kemanusiaan muncul dari sebuah toko kecil bernama 'Maci Mart Reo'.

Di saat banyak orang berusaha mengamankan aset pribadi, pemilik toko tersebut justru mengambil langkah berani yang menyentuh hati banyak orang.

Alih-alih menutup toko atau menaikkan harga demi keuntungan, Nurdin, sang pemilik toko, justru menginstruksikan karyawannya untuk membuka pintu lebar-lebar.

Namun, bukan untuk berniaga seperti biasanya, melainkan untuk menyalurkan bantuan logistik secara cuma-cuma bagi para korban terdampak gempa.

Keputusan Nurdin ini terekam dalam sebuah video yang diunggah oleh akun Threads @kang_iman dan seketika viral di jagat maya, Selasa (18/8/2026).

Dalam rekaman tersebut, ia dengan lugas menepis anggapan bahwa ia sedang melakukan aksi bisnis.

Bukan saya mau cari untung, tidak, tapi untuk melayani yang memang membutuhkan. Terutama yang sudah saya arahkan. Rokok tidak ada yang dijual biar uang bisa disalurkan, tegas Nurdin dengan nada penuh ketulusan.

Baca Juga: Nyaris Ricuh! 21 Penyusup Berbawa Molotov Ditangkap Polisi Sebelum Demo Mahasiswa Meledak

Menolak 'Bisnis' di Tengah Bencana

Nurdin menceritakan bahwa meski tokonya selamat dari kehancuran total, ia menyadari bahwa penderitaan warga di sekitarnya jauh lebih besar.

Ia bahkan sempat mendapati karyawannya ragu untuk membuka toko karena harus mengurus keluarga mereka sendiri.

Namun, Nurdin berhasil menguatkan mereka dengan sebuah misi kemanusiaan.

"Mereka juga kena musibah, mereka tadi juga sempat keberatan untuk buka hari ini, saya bilang kalau saya tidak mau jualan hari ini. Hanya mau menyiapkan untuk orang-orang yang butuh barang-barang seperti bayi, susu, dan pampers. Itu aja," lanjut Nurdin.

Tak hanya itu, untuk mempermudah warga yang kesulitan mengakses uang tunai pascagempa, Nurdin juga membuka layanan penarikan uang di cabang tokonya.

Aksi simpatik ini langsung menuai banjir pujian dari warganet. Salah satu warga yang menjadi saksi sekaligus penerima bantuan, dengan akun @itsme.lagaimo, mengungkapkan rasa harunya di kolom komentar.

"Iya Bapak ini baik, tadi kami mau beli tapi Bapak bilang, ‘Jangan, ini untuk melayani masyarakat.’ Jadi, uang donasi salurkan saja," tulisnya.

Baca Juga: Bursa Transfer Panas Liga Primer Inggris: Gila! Rekor £216 Juta Pecah Sekaligus, Pergerakan Transfer Tergila dalam Sejarah Liga Primer Inggris!

Sinergi Penanganan Darurat Pemerintah

Aksi heroik dari skala komunitas seperti yang dilakukan Nurdin ini menjadi pelengkap penting bagi gerak cepat pemerintah.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno, menyatakan bahwa penanganan darurat kini dilakukan secara terintegrasi di berbagai titik terdampak.

Pemerintah melalui BNPB telah membagi tugas untuk menjangkau titik-titik krusial, mulai dari Kecamatan Reo di Manggarai hingga wilayah terisolir seperti Kecamatan Palue, Kabupaten Sikka.

Kepala BNPB Suharyanto memastikan bahwa 50.000 paket bantuan dari Presiden RI telah disalurkan melalui dua posko utama di Labuan Bajo dan Maumere.

Kisah dari Maci Mart Reo ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa di balik angka magnitudo yang besar, ada kekuatan solidaritas yang lebih besar dari sesama anak bangsa.

Nurdin telah membuktikan bahwa di saat bencana datang, kemanusiaan selalu menempati posisi yang jauh lebih tinggi daripada sekadar keuntungan materi.(**)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Abdurahman
Reporter
Abdurahman
Abdurahman