Banten

Adopsi Teknologi One-Step Fresh Process, Industri Susu Formula Mulai Buka Akses Audit Digital bagi Orang Tua

David Amanda | 4 September 2026, 10:49 WIB
Adopsi Teknologi One-Step Fresh Process, Industri Susu Formula Mulai Buka Akses Audit Digital bagi Orang Tua
Fasilitas produksi FEIHE AceKid yang menjadi bagian dari ekosistem terintegrasi dari sumber susu hingga menjadi produk akhir. Proses produksi didukung oleh sistem pengendalian kualitas dan pengujian. - Istimewa

AKURAT BANTEN - Industri susu formula pertumbuhan mencatatkan terobosan efisiensi hulu melalui penerapan teknologi One-Step Fresh Process.

Sistem produksi terintegrasi ini berhasil memangkas waktu pengiriman bahan baku dari peternakan menuju pabrik pintar (Smart Factory) menjadi hanya dua jam, yang sukses menekan jumlah bakteri hingga 20 kali lebih rendah dari standar Uni Eropa.

Efisiensi tersebut berjalan di peternakan mandiri berkapasitas 150.000 ekor sapi perah di kawasan Golden Milk Source 47° Lintang Utara. Menggunakan sistem otomatis penuh, susu segar yang diperas langsung didinginkan pada suhu 0-4°C guna meminimalkan risiko kontaminasi mikroba sejak awal pengambilan bahan baku.

Baca Juga: Bukan Kaleng-Kaleng! 4 Pemain Timnas Indonesia Ramaikan Bundesliga, Serie A, Ligue 1 dan LaLiga

Marketing Director FEIHE AceKid Indonesia, Lucky Zheng, menyebut pengawasan ketat sejak di hulu ini sebagai bentuk komitmen untuk memberikan transparansi penuh.

Menurutnya, konsumen berhak mengetahui bahwa produk pangan anak diproses dari sumber yang jelas dan terjaga.

"Kami percaya orang tua perlu mengetahui bukan hanya informasi nutrisi pada kemasan," ujar Lucky Zheng.

Baca Juga: Geger! Pengasuh Ponpes Al-Husna Jepara Sebut Terima MBG Hukumnya Haram, Ini Alasannya

Bagi Lucky, faktor krusial yang tidak boleh luput dari perhatian adalah asal-usul bahan bakunya sendiri.

"Tetapi juga dari mana sumber susu berasal dan bagaimana kualitasnya dijaga," lanjutnya.

Rantai higienitas yang dibangun sejak dari peternakan ini dirasakan dampaknya secara langsung pada kualitas produk. Aktris Ryana Dea menceritakan pengalamannya yang kini jauh lebih tenang setelah menyaksikan sendiri ketatnya standar hulu yang diterapkan untuk menjaga nutrisi susu.

"Setelah datang langsung, saya baru tahu bahwa kualitas susu sudah dijaga sejak dari lingkungan peternakan, kesehatan sapi, pakan, sampai proses pemerasan," ungkap Ryana Dea.

Baca Juga: KPK Usut Pengadaan Smartboard di Bogor, Proyek IFP Rp55,35 Miliar di Kota Tangerang Ikut Disorot

Sebagai ibu yang memberikan susu ini untuk konsumsi harian sang buah hati, ia melihat adanya korelasi langsung pada kesehatan pencernaan anak.

"Apalagi setelah rutin memberikan AceKid, anak terasa lebih nyaman dan tidak lagi sering rewel karena kembung setelah minum susu," jelasnya.

Akses terbuka ke pusat produksi ini sekaligus menjadi pembuktian nyata mengenai ketatnya kendali mutu manufaktur modern. Konten kreator Antik Arifani mengakui kunjungan tersebut membuka perspektif baru, terutama karena selama ini konsumen hanya bisa melihat produk yang sudah siap di rak toko.

"Selama ini yang kita lihat biasanya produk akhirnya," kata Antik Arifani.

Baca Juga: KPK Usut Pengadaan Smartboard di Bogor, Proyek IFP Rp55,35 Miliar di Kota Tangerang Ikut Disorot

Rasa penasarannya terjawab begitu melihat ekosistem industri pintar tersebut beroperasi secara sistematis.

"Di Smart Factory, saya bisa melihat langsung bagaimana setiap tahap produksinya dijalankan dan kualitasnya diperiksa," tambahnya.

Melihat proses tersebut dari kacamata medis, Dokter Spesialis Anak Konsultan Tumbuh Kembang, Dr. dr. Rini Sekartini menjelaskan bahwa pemrosesan satu langkah tanpa pemanasan berulang sangat krusial untuk mencegah kerusakan struktur protein alami susu.

Ia mengingatkan para orang tua untuk lebih jeli memerhatikan kemurnian kandungan pada susu formula yang dikonsumsi oleh anak.

"Susu segar sebagai komposisi utama, serta formulasi tanpa maltodekstrin dan perisa sintetik, menjadi salah satu hal yang penting untuk diperhatikan orang tua," urai dr. Rini Sekartini.

Baca Juga: Chelsea Bikin Sejarah! Jual Pemain Rp7 Triliun Lebih, Rekor Transfer Dunia Pecah

Ia menekankan bahwa keterbukaan rekam jejak produksi seperti inilah yang dibutuhkan masyarakat agar tidak lagi ragu dalam menentukan pilihan gizi anak.

"Penjelasan mengenai sumber susu dan bagaimana kualitasnya dijaga sangat penting. Informasi yang lengkap seperti ini dapat membantu orang tua memilih dengan lebih yakin dan tenang," tegasnya.

Dampak edukasi hulu-hilir ini mulai mengubah dinamika pasar di tingkat ritel. Pemilik Raja Susu, David Setiawan, mengamati adanya tren baru di lapangan di mana konsumen kini jauh lebih kritis dan tidak lagi sekadar menjadikan harga sebagai patokan utama.

"Sekarang orang tua semakin kritis ketika memilih susu formula untuk anak," kata David Setiawan.

Fokus para orang tua, menurut David, kini telah bergeser ke arah pemenuhan kualitas dan transparansi bahan baku.

Baca Juga: Tembus 668 Orang! Dugaan Keracunan MBG di Sidoarjo Meluas, Pasien Tersebar di Sejumlah Rumah Sakit

"Mereka tidak hanya bertanya soal harga atau kandungan nutrisi, tetapi juga mulai ingin tahu komposisi utamanya, dari mana sumber susunya, dan bagaimana proses produksinya," imbuh David.

Sebagai informasi penjaminan mutu, sistem manufaktur ini memiliki catatan zero food safety accident selama lebih dari 64 tahun. Setiap kelompok produksi juga diwajibkan lolos melalui 25 tahapan proses dan 411 pemeriksaan kualitas secara berlapis sebelum didistribusikan.

Di samping telah resmi mengantongi sertifikasi BPOM dan Halal MUI, produk ini menyematkan fitur kode QR pada kemasan fisik untuk memudahkan konsumen melakukan audit digital secara mandiri guna memverifikasi seluruh ekosistem produksi dari hulu ke hilir secara instan. ***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.